Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Mahendra & Ria


__ADS_3

Malam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tidak terasa beberapa jam ini telah berlalu, padahal Kevin ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kiara, namun Kiara juga sudah masuk ke dalam ruangan kakaknya untuk menjaga kakaknya yang sedang sakit. Karena jika Kiara tidak menjaga kakaknya dengan baik, pasti ibunya akan mengomelinya habis-habisan.


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ingin cepat sampai dirumah dan setelah sampai dirumahnya, Kevin langsung bergegas mandi, setelah mandi ia berganti pakaian tidur dan setelah semuanya selesai Kevin membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, karena hari ini sangat lelah sekali.


"Sungguh melelahkan hari ini."


"Tapi gadis manis itu membuatku semangat."


Kevin terus tersenyum, ia terus membayangkan wajah cantik Kiara, sungguh Kiara itu membuat Kevin seperti orang gila, padahal banyak Dokter-dokter cantik yang mendekati Kevin tapi Kevin selalu menghindari mereka dengan berbagai macam cara dan alasan.


Hingga tidak terasa akhirnya Kevin terlelap tidur dengan nyenyak.


******


Mahendra terlihat gelisah, membuat Ria yang tidak lain adalah istrinya merasa bingung, ada apa dengan suaminya ini?


"Pa, apa ada masalah di rumah sakit?" tanya Ria, ia melihat Mahendra yang dari tadi cukup gelisah, bahkan tidurnya tidak anteng dan terus berguling-guling tidak jelas.


Mahendra membenarkan posisinya menjadi duduk, Ria pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Ada apa pa? Jangan membuat mama kawatir," tanya Ria lagi.


"Mama, anak nakalmu itu sudah membuat seseorang gadis hamil," ujar Mahendra nada suaranya terdengar pelan tapi menekan.


Ria menatap wajah suaminya, dan tiba-tiba Ria tersenyum kecil.


"Mama kok malah senyam-senyum?"


"Lalu mama harus bagaimana pa? Bukannya bagus, jadi kita akan segera punya cucu."


"Kevin, kamu itu ya nak, diam-diam nakal di belakang mama, awas nanti kalau ketemu mama pasti akan memelukmu," gumam Ria dengan suara pelan dan itu membuat sang suami geleng-geleng kepala. "Inilah, mama selalu saja memanjakan anak," celetuk Mahendra dengan kesal.


"Selagi dia mengakui kesalahannya, mama tidak akan marah padanya pa, untuk apa kita marah? Itu tidak akan menyelesaikan masalah, pa." Ujar Ria dengan nada suara lembut.


"Papa, Kevin hidup sendiri, dia tidak tinggal bersama kita, ya mana mama tidak tahu kalau dia itu menyimpan seorang gadis di dalam rumahnya," lanjut Ria dengan santainya.


Ria Saelandra memang orang yang santai di saat menghadapi masalah, apalagi mendengar kabar seperti ini, bukannya marah ia malah merasa bahagia, lagian Ria juga percaya Kevin itu tidak akan lari dari tanggung jawabnya, iya bagi Ria Kevin juga sudah cukup umur, jika dia akhirnya membuat seseorang gadis hamil ya itu hal yang wajar, yang penting Kevin harus bertanggung jawab, hanya itu yang Ria pikirkan.


"Percuma bicara sama mama, pasti mama selalu membela anak nakal itu," Mahendra tampak sewot, tapi lagi-lagi Ria malah tersenyum senang dan memberikan ciuman kecil di pipi sang suami. "Papa, Kevin sudah besar, jika itu benar terjadi, maka mama akan menyuruh Kevin bertanggung jawab," lirihnya di telinga Mahendra.

__ADS_1


Mahendra geleng-geleng kepala, ia terus memikirkan Kevin, apalagi saat teringat Kevin ingin menikah satu minggu lagi, itu sungguh membuat otak Mahendra tidak bisa berkerja dengan baik.


"Lagian, kenapa papa bisa ngomong kalau Kevin telah membuat seseorang gadis hamil," tanya Ria, kali ini tatapan matanya serius.


"Karena Kevin bilang akan menikah minggu depan, bukankah itu sangat mendadak ma? Iya apalagi kalau bukan karena hamil duluan ma, anak jaman sekarang kan pergaulannya mama tahu sendiri," jawab Mahendra dengan nada menggebu-gebu.


Ria langsung menatap suaminya dengan tatapan kaget, apa dia tidak salah dengar, dengan apa yang suaminya katakan baru saja?


"Minggu depan?!" Ria memastikan.


"Iya mama, minggu depan." Mahendra mempertegas ucapannya.


"Besok Kevin akan datang ke rumah membawa gadis itu," kata Mahendra.


"Besok kita bicarakan dengan Kevin pa, sudah malam papa tidurlah!" kata Ria seraya kembali membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk, Mahendra juga melakukan hal yang sama.


Entah akan seperti apa pertemuan besok dengan Kevin dan calon istrinya.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2