
"Hamilll," tandas Rizal kaget.
Kiara menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, kedua sahabatnya ini kenapa?
"Apa sih kalian ini? Aku belum hamil ih," kata Kiara sambil menggelengkan kepalanya.
Mendengar kata-kata Kiara, Rizal cukup bahagia "Untung saja Kiara belum hamil, siapa tahu dia jadi jandakan aku tidak harus menafkahi anaknya sih Kevin sialan itu," batin Rizal dalam hatinya.
"Baguslah Kia, jangan hamil dulu, lebih baik fokus kuliah saja!" saran Rizal untuk Kiara.
"Namanya orang sudah menikah, apa salahnya jika punya anak sambil kuliah?" sambung Felly seraya menunjukkan senyum bahagianya di sudut bibirnya, jika Kiara punya bayi maka aku akan menjadi bibi cantik.
"Terserah kalian sajalah, itu mobil suamiku sudah terparkir rapi, sebelum klakson mobil dia berbunyi, aku duluan ya," pamit Kiara dan langsung berlalu pergi meninggalkan Felly dan Rizal yang masih saling berdebat urusan bayi.
Saat Kiara sudah berlalu pergi, Rizal dan Felly masih terus memperdebatkan perdebatan mereka tentang bayi.
*
*
*
Kini Kiara sudah naik ke mobil, Kevin langsung menyalakan mesin mobilnya dan menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
"Kok ini bukan arah rumah?" tanya Kiara pada Kevin, melihat Kevin melajukan mobilnya bukan ke arah rumah, ia cukup kebingungan.
"Bukannya ini arah ke rumah sakit?" sambung Kiara.
"Ini ke rumah sakit, aku masih ada pasien yang harus aku urus, jadi kamu ikut aku ke rumah sakit saja!" jawab Kevin, Kiara mengerti dan ia menganggukkan kepalanya.
Sesampainya dirumah sakit, Kiara dan Kevin turun dari dalam mobil.
Dengan mesra Kevin mengandeng tangan Kiara memasuki rumah sakit, sungguh mereka berdua terlihat begitu tampan dan cantik, tentunya mereka ini pasangan yang sangat cocok.
"Dokter Kevin, tumben datang sama seorang gadis."
"Itu istrinya, mereka baru menikah beberapa waktu lalu."
"Iya istrinya, kamu suster baru sih di rumah sakit ini, jadi tidak tahu."
"Sungguh, aku mengira Dokter Kevin masih bujangan eh ternyata sudah ada ekornya."
Para suster yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, mereka sempat-sempatnya merumpi melihat Kevin dan Kiara bergandengan tangan dengan mesra.
Samar-samar Kevin mendengar banyak Dokter-dokter muda juga yang memuji kecantikan istrinya, rasanya ia menyesal sudah membawa Kiara ke rumah sakit dan banyak mata yang memperhatikan kecantikannya, sungguh rasanya tidak rela sekali jika istrinya itu di pandang oleh banyak mata lelaki lain.
"Jangan membalas pandangan mata salah satu dari mereka!" titah Kevin dengan tegas, tangannya juga terus memegang erat tangan Kiara, Kiara merasa bingung. "Mereka siapa?" batin Kiara dalam hatinya.
__ADS_1
"Mereka siapa?" tanya Kiara, karena ia merasa dari tadi tatapan matanya lurus ke depan dan tidak memandang siapapun.
"Banyak laki-laki lain yang memperhatikanmu, aku juga mendengar mereka memuji kecantikanmu itu," ujar Kevin dan itu berhasil membuat Kiara mengeluarkan tawanya dengan suara kecil.
"Salah siapa, aku di bawah ke rumah sakit?" sahut Kiara dengan senyum penuh kemenangan.
Kevin tidak bisa menjawab apa-apa, ia hanya terus mengandeng tangan Kiara dengan erat agar tidak sampai lepas.
Sesampainya di ruangan kerjanya Kevin, disana sudah ada Fina yang sedang duduk di kursi kerjanya, melihat kedatangan Kevin dan Kiara. Fina tampak tidak suka, bahkan sorot matanya terlihat sinis pada Kiara.
"Ini itu masih jam kerja, bukan waktunya main-main," sindir Fina dengan sinis, sorot matanya semakin tidak suka pada Kiara yang saat ini sudah duduk di kursi kerja Kevin.
"Tidak ada yang main-main Fin, aku juga disini kerja," sahut Kevin dengan santai. Ia tidak perduli pada sindiran Fina, lagian Kevin juga terlalu malas mengurusi Fina.
"Kerja kok membawa istri," lagi-lagi Fina menyindir Kevin dengan sinis.
"Memangnya kenapa? Masalah buat kamu," sahut Kiara dengan nada agak menekan, Kiara pun merasa sangat kesal pada wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini.
Fina beranjak dari tempat duduknya, ia langsung berlalu pergi meninggalkan ruangan kerjanya itu, daripada matanya sepet melihat Kevin dan Kiara mending pergi saja.
Kiara hanya diam, lagian malas juga meladeni wanita genit seperti Fina itu.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia