Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Bertemu calon mertua


__ADS_3

"Ohh ini gadis yang kamu sukai itu..." sorot mata Ria tidak lepas dari raut wajah cantik Kiara.


Entah akan seperti apa selanjutnya?


"Iya ma, ini gadis yang aku sukai," jawab Kevin dan terlihat pancaran sorot matanya begitu bahagia.


Kiara memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Kevin dengan sopan, ia menyalami tangan kedua orang Kevin secara bergantian.


"Cantik sekali kamu nak, ayo masuklah!" dengan hangat Ria menyambut Kiara, bahkan ia mengambil alih tangan Kiara dari tangan kekar Kevin.


"Kalian tidak usah gandengan terus, sudah seperti truk gandeng saja," ujar Ria yang diiringi tawa kecil.


"Maaf bibi," dengan nada lembut Kiara meminta maaf kepada Ria.


"Kamu tidak perlu minta maaf padaku nak, anak nakal itu punya gadis secantik kamu tapi dia tidak buru-buru memberitahu mama nya," celoteh Ria, ia mengajak Kiara masuk ke dalam rumahnya dan Kevin dan Mahendra berjalan mengikuti kedua wanita cantik yang ada di hadapannya mereka.


"Vin, kamu ingin menikah tiba-tiba, pasti kamu sudah membuat anak gadis orang hamil kan, kamu itu ya mau papa jewer," dengan sorot mata kesal Mahendra mengomeli Kevin dengan suara pelan, karena tidak mau kalau sampai Kiara mendengarnya.


"Kamu tahu, seorang gadis itu harus kamu jaga kesuciannya, kamu perhatiin dan berikan kasih sayang yang nyata, jangan kamu sampai tega mengambil mahkota yang berharga darinya!" lanjut Mahendra masih dengan suara lirih.

__ADS_1


Kevin menarik nafasnya pelan, papanya ini pasti menduga-duga yang tidak baik, bukannya di tanyakan dulu baik-baik. Tapi inilah Mahendra papanya Kevin, yang selalu kalau ada masalah sangat kawatir dan tidak bisa tenang, beda sekali dengan sang mama yang lebih santai dan apa-apa harus di tanyakan lebih dulu agar tidak menjadi salah paham.


"Apa sih pa? Siapa juga yang membuat seorang gadis hamil?" tanya Kevin, ia menggelengkan kepalanya.


Kini mereka berempat duduk di sofa ruang tengah, Kiara duduk di sebelah Ria dan Kevin duduk di sebelah Mahendra.


"Itu buktinya kamu tiba-tiba ingin menikah minggu depan, jika tidak hamil duluan lalu apa?" tanya Mahendra dengan nada menekan dan terdengar oleh Kiara dan Ria.


Kiara tercengang, ia cukup kaget, siapa yang hamil duluan? batinnya dalam hatinya.


"Nak, apa benar kamu sudah hamil?" dengan hati-hati Ria langsung bertanya pada Kiara.


Hati Kiara sangat bahagia, bersyukur sekali ternyata kedua orang tuanya Kevin sangat menerima baik kedatangannya, padahal Kiara mengira kalau kedua orang Kevin itu pasti tidak akan suka pada dirinya, apalagi Kiara hanya gadis biasa dan tidak kaya.


"Bibi, paman, Kiara sungguh tidak hamil duluan, Kiara masih suci," dengan kepolosan di raut wajahnya Kiara menjawab pertanyaan dari Ria.


Ria tersenyum pada Kiara, rasanya sangat bersalah sudah bertanya hal seperti pada gadis cantik yang ada di hadapannya ini.


Sorot mata Ria langsung tertuju pada suaminya, membuat Mahendra ketar-ketir.

__ADS_1


"Papa, sudah berapa kali mama bilang, jika ada sesuatu itu di tanyakan dulu, papa dari semalam sudah memfitnah anak nakal aku dan papa sudah bicara tidak baik tentang calon mantu kita," omel Ria pada suaminya dan Kevin malah cengar-cengir.


"Dengerin tuh pa, lagian Kevin juga tahu pa kalau berhubungan badan sebelum menikah itu tidak boleh, makanya Kevin ingin menikah dulu," kata Kevin pada papanya.


Ria beranjak dari tempat duduknya, lalu ia berjalan menuju ke tempat Kevin duduk dan memeluk Kevin dengan erat. "Anak mama, jaga Kiara baik-baik ya, kamu harus cintai dan sayangi dia!" tutur Ria pada sang anak.


Kiara tersenyum bahagia, lagi-lagi dalam hatinya merasa sangat bersyukur karena bertemu dengan calon mertua yang begitu baik.


Setelah berbincang, tertawa bersama, kini mereka saling membicarakan masalah pernikahan Kevin dan Kiara yang akan di langsung minggu depan.


"Oh iya nak, bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama, ajak orang tua kamu juga nak," kata Ria dengan begitu senang, akhirnya akan punya menantu juga.


"Sekalian kita ngobrolin masalah pernikahanmu dan Kevin nak," lanjut Ria.


Kevin hanya senyam-senyum, ternyata kedua orang tuanya menerima calon istri pilihannya dengan baik.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2