Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Drama cium tangan


__ADS_3

"Haah.... memangnya aku harus melakukan apa?" tanya Kiara dengan tatapan bingung.


"Kamu harus...."


"Aku malu jika aku melakukannya disini," cetus Kiara membuat Kevin tertawa.


"Dasar gadis mesum, maksudku kamu harus mencium punggung tanganku," dengan helaan nafas pelan, ingin sekali Kevin memakan Kiara yang sangat menggemaskan ini.


Kiara merasa malu, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sungguh mau taruh dimana muka cantiknya ini? Kiara pikir, ia di suruh mencium Kevin atau melakukan hal konyol lainnya, ternyata hanya di suruh mencium punggung tangan Kevin.


"Kenapa diam saja?!" tanya Kevin.


"Eh tidak," Kiara merasa gugup.


Kevin mengulurkan tangannya pada Kiara, lalu Kiara meraih tangan Kevin dan mencium punggung tangan Kevin dengan lembut.


Setelah drama cium tangan selesai, akhirnya Kiara bisa masuk ke dalam kampus dengan tenang.


Kiara melangkahkan kakinya dengan semangat, Rizal dan Felly tiba-tiba datang nyamperin Kiara membuat Kiara kaget dan menghentikan langkah kakinya.


"Kia, laki-laki yang bersamamu siapa?" tanya Felly dengan kepo.


"Iya, itu siapa?" Rizal juga sangat kepo.


Rizal dan Felly adalah teman Kiara dari SMA dan kebetulan mereka masuk ke universitas yang sama, karena memang mereka juga ingin terus bersama dan kebetulan jurusan yang mereka ambil juga sama.


"Hanya laki-laki stress, aku lapar ayo kita ke kantin," ajak Kiara untuk mengalihkan arah pembicaraan kedua sahabatnya ini.


"Aku juga lapar," sahut Felly antusias.


Felly adalah gadis yang sangat periang dan cantik, tubuhnya yang mulus dan putih itu membuat banyak para laki-laki tampan yang ingin menjadi kekasihnya, tapi Felly tidak perduli dan ia untuk saat ini hanya memikirkan masa depannya, tapi jika nanti Felly menemukan laki-laki yang cocok dan sesuai dengan tipenya, iya tentu saja dengan senang hati Felly akan membuka hatinya lebar-lebar.


"Laki-laki stress, tapi kelihatannya kalian cukup mesra," sindir Riza dengan tatapan mata yang cukup dalam.


"Rizal, itu hanya menurutmu saja," sahut Kiara seraya mengandeng tangan Felly untuk pergi ke kantin.

__ADS_1


Kini sebelum masuk ke kelas, mereka bertiga makan dulu di kantin.


*****


Jam menunjukkan pukul 1 siang, Kevin sedang di sibukkan dengan para pasiennya yang cantik-cantik.


Iya Kevin berprofesi sebagai Dokter muda yang tampan, sehingga hampir setiap hari pasien yang berdatangan adalah wanita-wanita cantik, dan itu membuatnya sangat pusing apalagi kadang ada wanita yang pura-pura sakit hanya karena ingin di periksa oleh dirinya.


Farasnya yang sangat tampan dan tinggi, senyumnya yang manis itu membuat banyak wanita berlomba-lomba menjadi kekasihnya, namun sampai saat ini belum ada yang cocok di hati Kevin.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Kevin terdiam sendirian memikirkan Kiara sedang apa?


Visual Kevin Saelandra



"Gadis manisku sedang apa ya?" tanyanya pada dirinya sendiri, Kevin terlihat sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya.


"Lebih baik aku datang ke kampusnya saja, sekalian aku ajak dia jalan-jalan," pikir Kevin dan Kevin langsung berjalan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerjanya.


"Dokter Kevin, kita makan siang bersama yuk!" ajak Dokter Vina.


"Maaf Dok, saya ada urusan penting," tolak Kevin dengan alasan yang menurutnya tepat.


"Oh baiklah," sahut Dokter Vina kecewa.


"Vin, kamu mau kemana?" tanya Dokter Putra, yang tidak lain adalah teman dekatnya di rumah sakit.


"Mau berburu gadis cantik, apa kamu mau ikut Put?" jawab Kevin yang diiringi tawa kecil.


"Aish, dasar kamu ini Vin. Nanti kalau papa kamu mencarimu, aku harus jawab apa, Vin?" tanya Putra pada Kevin.


"Katakan saja pada ayahku, kalau anaknya yang tampan sedang mencari jodoh," ujar Kevin dan ia buru-buru keluar dari dalam ruangan kerjanya.


Setelah Kevin berlalu pergi, Putra hanya geleng-geleng kepala, sungguh Kevin ini ada angin apa tiba-tiba ingin pergi mencari gadis cantik? Padahal pasien yang dia periksa setiap hari cantik-cantik.

__ADS_1


Ayahnya Kevin Saelandra adalah pemilik rumah sakit tempat Kevin berkerja, biasanya dia akan datang ke ruangan Kevin untuk mengecek Kevin saat berkerja, tapi entahlah hari ini Pak Mahendra akan datang mencari Kevin atau tidak?


*****


Sesampainya di depan kampus Kiara, Kevin menghentikan mobilnya, ia menunggu Kiara di dalam mobilnya.


Kiara yang baru saja selesai dengan kelasnya, ia langsung pulang bersama Felly dan Rizal.


"Hari pertama kita masuk kuliah, bahagia sekali rasanya. Apalagi teman-teman sekelas kita tampan-tampan sekali," celoteh Felly dengan begitu bawel.


"Iya Fell, rasanya pingin jadi kekasih salah satu di antara mereka," sambung Kiara dengan antusias.


"Kiara, untuk apa dengan mereka? Bukankah aku juga tampan," ujar Rizal tatapan matanya terlihat begitu cemburu pada Kiara.


Kevin cukup kesal, melihat keakraban Kiara dengan teman-temannya.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Kevin pada dirinya sendiri, melihat Kiara tertawa bersama dengan laki-laki lain rasanya tidak rela sekali.


"Tett...tetttt..."


Dengan kesal Kevin membunyikan klakson mobilnya, membuat Kiara merasa kesal dan menoleh ke sumber suara klakson itu, seketika Kiara mendengus kesal melihat ternyata itu mobilnya Kevin.


"Kenapa harus dia lagi...??"


"Kiara bukankah itu..." belum sempat Felly melanjutkan kata-katanya. "Aku duluan ya Fell, Zal," buru-buru Kiara berlalu pergi dari hadapan kedua sahabatnya itu.


Sesampainya di mobil Kevin, Kiara langsung masuk ke dalam mobil.


"Siapa laki-laki itu? Kalian terlihat cukup akrab?" tanya Kevin tiba-tiba, sorot matanya melihat ke Rizal yang sedang berdiri di pinggir jalan bersama Felly.


"Dia...."


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2