Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Kedatangan tamu bulanan


__ADS_3

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Kevin tiba-tiba beranjak dari tempat tidur membuat Kiara menatapnya bingung.


"Kamu mau kemana?" tanya Kiara.


"Aku mau mandi dulu, biar segar. Kamu tunggulah aku! Ingat jangan kemana-mana!" sorot mata Kevin cukup dalam, dan tiba-tiba tanpa permisi Kevin mencium bibir mungil Kiara membuat Kiara kaget dan matanya langsung membulat sempurna.


"Kamu....."


"Aku ini suami sah kamu, jadi bibirmu ya milikku," sambung Kevin dengan senyum penuh kemenangan.


Setelah Kevin berlalu pergi, Kiara mengerucutkan bibirnya dengan kesal, bisa-bisanya Kevin mencium bibir sucinya, sungguh ini membuat Kiara kesal dan ingin sekali menjitak Kevin dengan kuat.


Di dalam kamar mandi Kevin senyam-senyum sendiri, sungguh Kevin sudah seperti orang yang tidak waras.


"Kiara dari awal aku melihatmu, aku sudah menyukaimu."


"Aku tidak perduli biarpun kamu belum mencintaiku, biarkan aku yang memberikan cintaku lebih dulu."


"Lihat pasti kamu akan jatuh cinta padaku!"


Kevin mulai menanggalkan pakaiannya, lalu ia mandi.


Kiara menyelimuti dirinya dengan selimut tebal, ia bingung mau ngapain? "Kruyukkk...!!"


"Aku lapar sekali...."


"Ini jam berapa?"


Kiara memegangi perutnya, lalu ia melihat jam dinding dan jam sudah menunjukkan pukul 8 lewat.


"Lama sekali manusia aneh itu mandi."

__ADS_1


"Ceklek.....!!"


Seketika jantung Kiara berdebar kencang saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Kevin keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk, kini tubuh kekarnya terlihat begitu menggoda, dadanya yang seperti roti sobek ini membuat banyak wanita ingin menjadi kekasihnya, tapi Kevin bukanlah laki-laki yang mudah di taklukan oleh para wanita yang mendekatinya. Ia kadang lebih memilih untuk mengindari wanita-wanita yang mendekatinya dengan berbagai macam alasan.


Ya seperti setiap saat Fina mengajaknya entah kemana? Pasti Kevin berusaha menghindari Fina saat dirumah sakit, Kevin sadar kalau selama ini Fina menyukai dirinya namun Kevin memilih tidak perduli dan setiap kali Fina mengajak dirinya makan siang atau hal lainnya, Kevin pasti langsung membuat alasan untuk menghindari Fina.


"Kenapa kamu tidak memakai baju?"


"Memangnya kenapa? Aku telanjang di hadapan istriku sendiri, apa ada yang salah?"


Kevin duduk di tepi ranjang, ia menggeser posisi duduknya hingga kini Kevin dan Kiara duduk tidak ada jarak, bahkan lengan tangan mereka kini saling menempel, desiran darah Kiara mengalir begitu cepat. "Kruyukkk....!!"


Kevin tersenyum kecil saat mendengar perut Kiara berbunyi. "Dasar tukang lapar," cibir Kevin seraya menjetikkan jarinya di jidat Kiara.


"Auh sakit...!!" pekik Kiara sambil memegangi jidatnya yang baru saja di sentil oleh Kevin.


Kevin itu selalu mencari kesempatan dalam kesempatan, bahkan saat-saat yang pas pasti di manfaatkan dengan baik oleh Kevin, padahal belum mulai pergelutan Kevin sudah menang banyak.


"Dasar menyebalkan, kamu sudah tega menodaiku!" omel Kiara, tapi Kevin tidak perduli dan ia sibuk dengan ponselnya karena ia sedang memesan makanan untuk istrinya dan dirinya.


"Sebagai bayarannya, aku pesankan makan malam untukmu," sahut Kevin.


Akhirnya setelah beberapa menit makanan pesanan Kevin datang, malam ini mereka makan malam di kamar, karena Kiara tidak ada baju untuk pergi keluar dan di dalam koper miliknya hanya ada baju-baju seksi yang di siapkan oleh mama mertuanya.


Kini setelah selesai makan, Kiara dan Kevin saling terdiam.


Kiara juga tidak tahu apa harus dia lakukan?


"Aku...."

__ADS_1


"Aku sudah kenyang terimakasih."


Kiara tampak gugup saat berbicara pada Kevin.


"Baguslah, kita mulai perangnya sekarang!" Kevin mengedipkan satu matanya, senyum manisnya terlihat cukup mesum.


"Apakah harus? Memangnya kita mau berperang dimana?" sahut Kiara bingung.


"Disini, di atas ranjang ini!" bisik Kevin dengan nada menggoda.


Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Kiara, membuat Kiara semakin gugup, kini tatapan mata Kevin begitu dalam, membuat Kiara semakin deg-deggan.


Kevin dengan nakal, mengarahkan satu jarinya ke bawah sana, lalu mengarahkan ke arah sensitif milik Kiara, dengan lembut Kevin mengelusnyanya. "Kok basah," gumam Kevin dalam hatinya.


"Kamu mau apa?" tanya Kiara dengan gugup.


"Kok basah, apa kamu mengompol?" Kevin menatap Kiara, lalu ia mengalihkan jari-jarinya keluar dari dalam sana dan melihatnya.


"Aku tidak mengompol," sahut Kiara. "Memangnya aku anak kecil sampai-sampai aku harus ngompol?" gumam Kiara dengan suara pelan.


"Tunggu, kenapa ini merah?" seru Kevin dengan wajah kaget, melihat jarinya merah dan Kevin menciumnya.


"Kamu....."


"Apa aku datang bulan?" cetus Kiara pelan.


Seketika Kevin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, saat pertempuran panas belum di mulai, ternyata tamu bulanan Kiara datang menghampiri Kiara.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2