Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Kevin curiga


__ADS_3

"Dasar, telpon lagi sana Bu!" kata Mega.


Merry mengangguk, ia pun kembali menelpon Kiara.


Mendengar ponsel miliknya berbunyi, Kiara meraih ponselnya yang ada di atas meja.


"Siapa yang menelponmu jam segini?" tanya Kevin dengan tatapan penuh curiga, jarum menunjukkan pukul 9 pagi, tapi tumben sekali ponselnya Kiara ada yang menelpon.


"Bukan siapa-siapa, sebentar ya," jawab Kiara, ia mengangkat telpon dari Ibunya itu dengan jarak yang agak jauh dari meja makan, agar Kevin tidak mendengar.


Di saat Kiara pergi entah kemana, otak Kevin langsung berputar-putar penuh dengan rasa curiga. "Siapa yang menelpon dia pagi-pagi? Apa jangan-jangan Rizal dedemit itu," batin Kevin menduga-duga.


*


*


*


Rizal yang saat ini sedang menikmati sarapan paginya tiba-tiba terdesak.


"Siapa yang pagi-pagi sudah ngomongin aku? Dasar tidak ada kerjaan, aku sampai tersedak-sedak seperti ini," gumam Rizal, ia berbicara sendiri sambil meminum air putih yang ada di gelas.


Kasian Rizal, ia tidak salah apa-apa malah di fitnah oleh Kevin.


*


*


*

__ADS_1


Setelah beberapa menit, akhirnya Kiara kembali ke meja makan dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Kevin melirik Kiara dengan kesal, ia masih berpikir kalau Kiara itu menerima telpon dari Rizal.


"Menerima telpon saja sampai sembunyi-sembunyi," sindir Kevin secara halus.


"Kamu sudah selesai makan, Vin?" Kiara berusaha mengalihkan pembicaraan Kevin.


"Yang sopan kamu sama suamimu! Panggil aku mas mulai sekarang, jangan sampai salah panggil, apalagi panggil aku Rizal," celoteh Kevin dengan raut wajah kesal, sorot matanya terlihat penuh kecemburuan.


Kiara memutarkan kedua bola matanya, lalu menggelengkan kepalanya dengan malas.


"Kenapa jadi Rizal?" tanya Kiara malas.


"Kamu habis telponan sama Rizal kan, makanya kamu sembunyi-sembunyi menerima telpon tadi," tuduh Kevin dengan sorot mata penuh kecurigaan.


Kiara menatap Kevin kesal, kenapa Kevin bisa berpikiran seperti ini sih?


"Lalu siapa yang kamu telpon tadi?" tanya Kevin, Kiara menghela nafas pelan.


"Ibu, Ibuku yang menelponku tadi, jika kamu tidak percaya, maka cek saja ponselku!" kata Kiara dan ia memberikan ponsel miliknya pada Kevin, agar Kevin mengecek panggilan masuk di ponselnya.


Kevin menerima ponsel milik Kiara saat Kiara memberikan ponsel miliknya pada dirinya, ia pun mengecek ponsel milik Kiara dengan sangat teliti.


"Dasar cemburuan," gumam Kiara dengan suara pelan, tapi ternyata di dengar oleh Kevin yang sedang sibuk mengecek ponselnya.


"Wajarlah jika aku cemburu, istriku begitu cantik, aku tidak rela jika ada laki-laki lain yang meliriknya biarpun hanya satu detik, apalagi sampai menelponya di belakangku," sahut Kevin.


Setelah memeriksa ponsel milik Kiara, akhirnya Kevin percaya, lalu ia menaruh ponsel milik Kiara di atas meja makan dan kini kedua matanya menatap Kiara dengan sorot mata lembut.

__ADS_1


Tapi Kiara malah menunduhkan kepalanya karena ia takut jika harus mengatakan apa yang di bicarakan oleh Ibunya pada dirinya.


"Ibumu menelpon kenapa?" tanya Kevin dengan nada lembut.


Kiara terdiam sejenak, haruskah ia mengatakan apa yang di minta oleh Ibunya?


"Kenapa diam saja? Apa ada masalah?" Kevin merasa kawatir pada Kiara.


"Ibuku minta di transfer uang, untuk membeli obat Kak Mega, tapi aku tidak punya uang sama sekali," jawab Kiara dengan nada senduh.


Kevin mengangguk, ia mengusap kepala Kiara dengan lembut.


"Mana no rekeningnya, biar aku yang transfer ke pada Ibumu," kata Kevin dengan nada lembut.


Kiara mengambil ponselnya, lalu ia menunjukkan no rekening Ibunya pada Kevin.


Kevin membuka ponselnya, lalu ia langsung mentransfer uang ke no rekening Ibunya Kiara sebesar 10 juta.


"Sudah aku transfer, sudah kamu jangan sedih lagi, jika kamu butuh uang katakan saja padaku, aku ini suamimu, apapun yang kamu butuhkan katakan saja padaku sayangku," dengan penuh kasih sayang Kevin membelai lembut pipi Kiara dan Kiara tersenyum kecil.


"Ayo kita jalan-jalan, mumpung aku sedang libur," ajak Kevin dan Kiara mengangguk penuh semangat.


Kevin tidak menaruh rasa curiga sama sekali, karena ia juga tahu Mega baru beberapa hari lalu keluar dari rumah sakit, jadi ya saat Ibu Kiara butuh uang membeli obat ya wajar saja menurut Kevin.


"Bersiaplah! Mas ajak kamu jalan-jalan," titah Kevin dengan nada lembut.


Kiara langsung berlari masuk ke kamar untuk siap-siap, dan saatnya pergi jalan-jalan sama suami.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2