
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, Kevin sedang di sibukkan dengan pasien yang saat ini sedang melakukan operasi.
Di dalam sebuah ruangan Kevin dan rekan-rekan kerjanya sedang memperjuangkan hidup mati seseorang, iya mereka sedang melakukan operasi.
Hingga beberapa lama akhirnya operasi selesai dan operasinya berhasil, Kevin dan rekan-rekan bersama-sama mengucapkan rasa syukur pada Tuhan karena operasi hari berjalan lancar.
"Kalian boleh istirahat," ujar Kevin pada semuanya, sebagai pimpinan dari rekan kerjanya Kevin begitu di hormati oleh para rekan kerjanya entah itu senior maupun junior.
"Baik Dokter Kevin," jawab semuanya serentak.
Kevin kembali ke ruangannya, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Put, Kevin kemana?" tanya Fina, hatinya begitu merindukan Kevin karena Kevin libur beberapa hari ini.
Putra memandang Fina."Lagi di kamar mandi, dia baru selesai operasi," jawab Putra malas.
"Pasti dia lapar, untung aku sudah bawakan makanan," kata Fina dan ia mengeluarkan kotak bekal yang ia bawa.
"Fin, kamu tahukan Kevin sudah menikah, berhentilah mengejarnya!" titah Putra, tidak habis pikir Fina masih saja gila mengejar Kevin sampai detik ini.
"Putra, kamu tahu, dimana-mana wanita lain itu jauh lebih menarik, lihat saja cepat atau lambat pasti Kevin akan berpaling dari istrinya itu!" Fina mesam-mesem, ia sangat yakin kalau suatu saat Kevin akan meninggalkan Kiara.
"Kevin bukanlah laki-laki yang mudah tertarik dengan wanita lain, jadi kamu juga harus tahu itu!" tukas Putra dengan tegas.
Kevin akhirnya keluar dari dalam kamar mandi, ia duduk di kursi kerjanya dan kini ia di sibukkan dengan laptopnya.
"Kevin, kamu pasti lapar, makan dulu deh!" kata Fina, dengan manisnya ia membawa bekal makanan yang ia bawa ke meja kerja Kevin.
Saat Fina menaruh makannya di atas meja, Kevin mengglidik malas.
"Maaf Fin, istriku sudah membawakan bekal khusus untukku, jika istriku tahu aku menerima bekal dari wanita lain, maka dia akan ngamuk nanti," ujar Kevin, dan ia mengeluarkan kotak bekal yang sudah di siapkan oleh Kiara tadi pagi sebelum berangkat kerja.
__ADS_1
"Apa aku bilang, Kevin bukanlah laki-laki yang muda tertarik dengan wanita lain, percuma Fin kamu terus berusaha," sindir Putra sinis. Putra memang cukup kesal dengan Fina karena hampir setiap hari berusaha untuk mendapatkan hati Kevin.
Fina mengambil kembali kotak bekal yang ia taruh di atas meja kerjanya Kevin dengan kasar.
*
*
*
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Felly dan Kiara sedang makan siang di kantin kampus.
"Rizal kemana?" tanya Kiara pada Felly.
"Aku tidak tahu, tadi dia keluar duluan soalnya," jawab Felly seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Kia, kenalkan aku pada Dokter tampan dong! Aku juga pingin punya suami seorang Dokter, pasti seru, bayangkan saja jika aku sakit pasti akan langsung di periksa olehnya nanti," kata Felly sambil mesam-mesem membayangkan hal yang sangat indah, Felly memang demen berkhayal tingkat dewa, jadi Kiara tidak kaget.
Felly malah tercengang kaget, ia menatapkan kedua matanya lekat ke wajah cantik Kiara.
"Kamu sebut Mas Kevin, sungguh manis sekali, apa di antara kalian sudah timbul benih-benih cinta?" ledek Felly dengan jail.
"Kepo ih, ayo ke rumah sakit suamiku sekarang!" ajaknya dan tanpa menolak Felly langsung mengangguk semangat. "Ayo kita kesana!"
Kiara dan Felly naik taksi ke rumah sakit tempat Kevin kerja.
*
*
*
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Kiara langsung mengajak Felly masuk ke dalam rumah sakit.
"Kiara," sapa seorang yang tidak asing, iya itu adalah Mahendra yang tidak lain ada mertua Kiara.
"Papa," dengan sopan Kiara menyalami tangan Mahendra lalu mencium tangannya, Felly juga melakukan hal yang sama.
"Kamu mau bertemu dengan Kevin ya," tanya Mahendra dengan nada lembut.
"Iya pa, apa papa mau bertemu dengan Mas Kevin juga?" Kiara balik bertanya dengan sopan.
"Tidak nak, sampaikan salam papa saja padanya, adonannya sudah jadi belum? Papa dan mama sudah tidak sabar," kata Mahendra dan itu membuat Kiara memutar otaknya. "Adonan, memangnya Mas Kevin di suruh membuat apa sama papa?" batin Kiara dalam hatinya.
"Baik pa," jawab Kiara sopan.
"Ya sudah nak papa ke ruangan papa dulu, Nak Felly, Om permisi dulu," pamit Mahendra.
"Iya pa."
"Iya Om."
Saat Mahendra sudah berlalu pergi, Felly dan Kiara saling menatap satu sama lain.
"Adonan apa Ki?" tanya Felly penasaran.
"Entahlah, nanti aku tanyakan sama Mas Kevin," jawab Kiara.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju ke ruangan Kevin, dream di ruangan Kevin.
Kiara dan Felly langsung masuk, saat Kiara masuk tatapan Fina cukup sengit dan tidak suka akan kedatangan Kiara.
Bersambung
__ADS_1