Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah Kiara dan ibunya sudah sampai lebih dulu dan mereka menunggu Kevin, mereka di jemput oleh supir khusus suruhan Kevin, karena Kevin masih dirumah sakit.



Malam ini Kiara tampak cantik dengan riasannya yang natural dan rambutnya di Gelung ke atas dengan tataan agak berantakan, sebelum sampai di restoran Kevin menyuruhnya supirnya untuk membawa Kiara ke salon dan Kevin juga menitipkan gaun cantik untuk Kiara pakai malam ini, sungguh Kevin ini perhatian sekali biarpun ia sedang sibuk dengan pekerjaannya dirumah sakit, tapi ia masih sempat membelikan gaun cantik untuk Kiara.


Melihat kedatangan kedua orang tuanya Kevin, Kiara tersenyum senang.


Visual Kiara



"Ibu, itu kedua orang tuanya Kevin," ujar Kiara pada sang ibu, Kiara menunjukkan dua orang yang sedang berjalan menuju ke mejanya.


"Iya, mereka pasti sangat kaya ya?" tanya Merry, dalam hatinya bahagia sekali karena akan berbesanan dengan orang kaya.


Kiara hanya mengangguk pelan, ibunya ini pasti tidak jauh-jauh dari duit.


"Bibi, paman, duduklah!" sambut Kiara dengan sopan, tidak lupa juga Kiara menyalami tangan kedua orang Kiara secara bergantian.


Ria dan Mahendra duduk, mereka berjabat tangan dengan Merry untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Setelah saling berkenalan, kini mereka duduk dan sorot mata Ria tertuju kemana-mana, ia geleng-geleng kepala.


"Kevin, belum datang nak?" tanya Ria, sungguh ia tahu kalau anak nakalnya ini suka sekali dengan pekerjaannya.


"Belum bi, tadi kata supirnya Kevin masih berada dirumah sakit," jawab Kiara dan di anggukin oleh Ria.


"Mama, papa..." sapa Kevin yang baru saja datang dan sedang berjalan ke meja tempat Kiara dan keluarganya sedang duduk.


Kevin Saelandra

__ADS_1



Kevin terlihat sangat tampan dengan setelan jas warna biru dongkernya, di tangannya juga ia membawa buket bunga yang ia beli khusus untuk Kiara.


"Anak mama..." Ria tersenyum bahagia, akhirnya anaknya datang juga.


Dengan sopan Kevin menyalami tangan kedua orang tuanya, lalu menyalami tangan ibunya Kiara juga.


"Calon istriku, ini untukmu," sambil tersenyum manis, Kevin memberikan buket bunga yang ia bawa pada Kiara.


Kiara cukup canggung, ini adalah orang kalinya ia mendapatkan sebuah buket bunga yang indah dari seorang laki-laki.


"Emm terimakasih laki-laki....eh maksud aku calon suamiku," sambil menerima buket bunga dari Kevin, Kiara tampak gugup.


Kevin tersenyum kecil, lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga Kiara. "Rileks saja! Tidak usah terlalu gugup, lagian aku juga tidak akan memakanmu di hadapan banyak orang," bisik Kevin dengan jail.


Kiara menggelidik jijik, sungguh laki-laki yang akan di nikahi oleh dirinya nanti itu, menurut Kiara memang laki-laki stress.


Seketika Kiara tersenyum malu, Kevin langsung duduk di sebelah Kiara.


Berbagai makanan yang sudah di pesan oleh Mahendra tadi juga sudah datang, kini mereka semua menikamati makanannya lebih dulu dengan nikmat.


Lalu setelah selesai makan, mereka baru membicarakan masalah pernikahan Kevin dan Kiara.


"Nyonya Merry, maaf papanya Kiara mana?" tanya Ria, karena Kiara hanya datang dengan ibunya.


"Papanya Kiara sudah meninggal Nyonya Ria," jawab Merry dengan nada lembut.


Tumben-tumbenan Merry berbicara dengan lembut lembut, biasanya mah tidak seperti ini.


"Oh iya, untuk acara pernikahan minggu depan, untuk tempat dan lainnya sudah saya urus nyonya, nanti dari keluarga Kiara harus datang semuanya," ujar Ria dengan santun, sungguh Ria ini seorang wanita yang sangat lemah lembut, bahkan tutur bicaranya juga sangat sopan kepada siapapun.

__ADS_1


"Terimakasih nyonya, Kiara sayang, kamu beruntung sekali nak mendapatkan calon mertua yang sangat baik," dengan lemah lembut Merry berbicara pada Kiara, ini pertama kalinya Merry berbicara lemah lembut pada Kiara.


Entah Kiara harus bahagia atau tidak, yang Kiara tahu ibunya saat ini sedang melakukan sandiwaranya dengan baik.


"Sama-sama nyonya, nyonya tidak usah kawatir, semua keperluan pesta, biaya lainnya itu sudah kita urus, setelah menikah Kiara juga akan tinggal dirumahnya Kevin," sambung Ria dengan raut wajah bahagia.


Kini setelah semua masalah pernikahan sudah di obrolkan, kedua orang tua lebih dulu pamit pulang sedangkan Kevin pergi untuk mengatarkan Kiara dan ibunya lebih dulu.


Setelah melewati perjalanan jauh, akhirnya sampailah di depan rumah Kiara, rumah yang cukup sederhana dengan cat berwarna abu-abu tua dan halaman yang tidak terlalu luas, itulah tempat tinggal Kiara, Kiara berasal dari keluarga sederhana dan dia juga tidak punya apa-apa, bisa melanjutkan kuliahnya saja Kiara sudah sangat bersyukur sekali.


Kevin turun lebih dulu dari dalam mobilnya, lalu ia membukakan pintu mobilnya untuk ibunya Kiara dan Kiara.


"Nak Kevin, terimakasih, ibu masuk duluan ya nak. Kalian ngobrol saja!" pamit Merry dengan nada lembut.


"Iya bibi, sama-sama," jawab Kevin dengan sopan.


Merry langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Kiara dan Kevin masih saling diam satu sama lain.


"Laki-laki stress....."


"Hey, panggil aku dengan sebutan yang benar! Ingat, aku ini calon suamimu!"


Kiara melirik Kevin dengan kesal, sungguh calon suaminya sangat menyebalkan menurut Kiara.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?" tanya Kiara malas.


"Kamu harus panggil aku..."


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2