Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Mainan baru Kevin


__ADS_3

"Turunkan aku!!"


Kevin menurunkan Kiara di atas ranjang tempat tidur.


"Kamu itu membuatku malu saja di hadapan mama dan papa," tatapan Kiara cukup kesal pada Kevin, tapi Kevin malah membalasnya dengan senyuman hangat.


"Untuk apa malu? Aku inikan suamimu," ujar Kevin, ia menindih Kiara lalu dengan lembut membelai lembut pipi Kiara.


Kiara menatap Kevin dengan sorot mata mengajak perang. "Menyingkir kamu dari atas tubuhku!" titahnya dengan nada marah, lagian Kevin orang macan betina lagi anteng malah di buat kesal.


"Tidak mau!"


"Awas ih, berat tahu!!"


Kiara meronta-ronta sekuat tenaga namun tetap saja tenaga Kevin jauh lebih kuat, dan Kiara menggunakan jurus terakhirnya yang ia rasa tidak akan gagal, tiba-tiba jari-jari Kiara mencubit pinggang Kevin dengan kuat, membuat Kevin kesakitan dan langsung menyingkirkan tubuh kekarnya dari atas tubuh Kiara.


"Auh, sakit bodoh."


"Lagian, tidak mau menyingkir, rasakan itu!"


Kiara tersenyum penuh kemenangan, tapi sorot mata Kevin di penuhi dengan ide-ide licik tanpa Kiara ketahui. "Baiklah, malam ini kamu selamat, lagian kamu sedang datang bulan juga, lihat saja kalau tamu bulanan kamu itu sudah minggat, aku tidak akan membiarkanmu lolos dari cengkeraman hangatku," batin Kevin dalam hatinya, otaknya sudah traveling terlalu jauh, hingga rasanya tidak sabar menunggu Kiara selesai datang bulan.


"Tidurlah sudah malam!"

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau tidur satu kasur denganmu."


"Lalu mau kamu bagaimana?"


"Kamu tidur di sofa sana!"


"Heh, aku yang punya kamar ini, kenapa harus aku yang tidur di sofa? Kamu saja tidur di sofa kalau mau!"


Kiara membenarkan posisinya menjadi duduk, tatapan matanya semakin kesal pada Kevin, beginilah kalau sedang datang bulan mood saja kadang tidak jelas.


Tiba-tiba Kiara beranjak dari tempat tidur, membuat Kevin menatapnya dengan tatapan cukup dalam.


"Mau kemana?"


"Tidur di sofa!"


"Kan kamu yang menyuruhku tidur di sofa," kata Kiara dengan perasaan yang sedikit baper.


Gleg


Kevin menelan ludahnya dengan kasar, kenapa seorang wanita itu sulit sekali di mengerti?


"Baiklah, aku minta maaf, tidurlah di kasur!" Dengan penuh ketulusan Kevin meminta maaf kepada Kiara, tapi Kiara geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Aku mau tidur di sofa saja! Lagian kalau aku terus-terusan tidur denganmu, aku takut nanti aku hamil," kata Kiara yang lagi-lagi dengan raut wajah polosnya.


Kevin menggaruk-garuk kepalanya, kenapa dia harus menikah dengan gadis yang baru saja lulus SMA? Dan pengatahuannya begitu cetek, seperti pinggiran kali.


"Istriku, jika hanya tidur berdua, itu tidak akan membuatmu hamil. Hamil juga butuh proses, kamu saja belum aku apa-apain, jadi tidak mungkin kamu akan hamil," dengan gemas Kevin memberikan pengertian pada Kiara.


Kiara berpikir keras, oh iya kan hamil itu harus ehem-ehem dulu ya, seketika Kiara senyam-senyum sendiri mengingat video yang Kevin putar di ponselnya saat bulan madu waktu itu.


"Sekarang sudah paham?" tanya Kevin, lalu Kiara mengangguk pelan.


"Tidurlah sini!" Kevin menarik tangan Kiara hingga Kiara jatuh tepat di pelukannya, dan Kevin tidak akan membiarkan Kiara lepas lagi dari cengkramannya.


"Aku tidak mau,"


"Sebagai pasangan yang baru saja menikah, kita harus tidur dengan posisi saling berpelukan mesra, kamu tahu apa gunanya itu?" Kevin memotong kata-kata Kiara, kini tatapan mata Kiara begitu lembut pada Kevin.


"Memangnya apa gunanya?" lagi-lagi dengan polosnya Kiara bertanya pada Kevin.


Beruntung sekali menjadi Kevin mendapatkan Kiara yang tidak pernah mengenal apa yang namanya itu pacaran? Bahkan otaknya masih terlalu polos, dan sangat orangnya sangat lurus seperti pengaris, sungguh selain mendapatkan istri, Kevin juga mendapatkan mainan baru dalam hidupnya.


"Agar cinta di antara kita lekas tumbuh dengan cepat," ujar Kevin dengan senyum penuh kemenangan.


Seketika Kiara menggelidik jijik dan Kevin tidak perduli, ia hanya memeluk Kiara dengan erat dan malam ini ingin tidur dengan nyenyak bersama istrinya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2