
Kiara tersenyum senang, ini pertama kalinya ia merasakan kehangatan di dalam sebuah keluarga.
Suasana di ruang keluarga terlihat begitu hangat, tawa dan canda.
"Kak, oleh-oleh apa yang kamu bawah untuk aku?" tanya Kesya antusias.
"Aku tidak membelikan oleh-oleh untukmu, kakakmu menikah saja, kamu tidak memberikan kado padaku," jawab Kevin dan Kesya langsung memanyunkan bibirnya.
"Dasar kakak pelit," ambeknya dengan manja.
"Biarin, kamu tahu orang pelit itu cepat kaya," canda Kevin dengan jail.
"Mana ada orang pelit cepat kaya? Orang pelit itu kuburannya sempit," tutur Kesya dengan sok bijak.
Kevin hanya tertawa jail, melihat Kevin yang cukup akrab dengan adeknya, membuat Kiara tersenyum kecil. "Andai saja aku dan Kak Mega bisa seakrab mereka, pasti aku akan bahagia," batin Kiara dalam hatinya.
"Kiara, mereka memang seperti itu, jika bertemu pasti seperti anak kecil," ujar Ria seraya tersenyum pada Kiara.
"Iya ma tidak apa-apa, aku juga senang jika melihat mereka saling akur," kata Kiara dan Kesya tanpa permisi langsung memeluk Kiara yang duduk tepat di sebelahnya dan Kevin di sebelah Kiara, kini Kiara berada di tengah-tengah Kesya dan Kiara.
"Kakak ipar, kita juga bisa akur, apalagi kita terlihat seperti seumuran," ujar Kesya dengan semangat.
__ADS_1
Kiara dan Kesya memang seumuran, hanya saja selama ini Kesya sekolah di luar negeri dan kuliahnya juga diluar negeri.
"Aku baru lulus SMA dan saat ini sudah mulai kuliah," kata Kiara.
"Sama kak aku juga, hanya saja aku kuliah diluar negeri dan ini aku ambil cuti karena kakakku yang pelit ini menikah," kata Kesya dengan tatapan kesal pada Kevin, karena tidak membelikan oleh-oleh untuknya.
"Aku tidak sepelit itu Key, ini kakak belikan tas branded keluaran terbaru," dengan tatapan penuh kasih sayang Kevin memberikan paper-bag yang ada di tangannya ada Kesya dan Kesya menerimanya dengan senang hati, raut wajahnya yang tadinya tampak kesal kini sudah berubah menjadi berseri-seri bahagia.
"Kakakku memang yang terbaik," pujinya dengan antusias, Kesya mengeluarkan isi dari paper-bag itu dan itu sangat suka dengan tas branded keluaran terbaru yang kakaknya belikan untuknya.
Kevin juga memberikan oleh-oleh pada kedua orang tuanya, tidak lupa ia juga menitipkan untuk para Art yang kerja di rumah kedua orangtuanya.
Ria juga sangat senang melihat oleh-oleh dari Kevin yang ternyata itu tas yang selama ini ia inginkan juga, sedangkan sang papa diberikan jam tangan yang papanya inginkan juga selama ini.
"Oh iya Vin, untuk istrimu mana?" tanya Ria, karena tidak melihat Kevin memberikan apa-apa pada Kiara.
"Untuk istriku cukup aku saja ma," ujarnya dengan jail dan di tatap kesal oleh Kiara.
"Dasar kalian mentang-mentang pengantin baru, oh iya terimakasih ya oleh-olehnya, Vin sekarang sudah malam, kamu sama Kiara menginap saja dirumah! Papa tadi sudah menyuruh Bi Iyem membersihkan kamar tidurmu," kata Mahendra, terukir senyum lembut yang begitu tulus.
"Iya pa, malam ini kita akan menginap disini saja," jawab Kevin.
__ADS_1
Kesya tersenyum senang, lalu menatap Kiara dengan tatapan lembut.
"Kak Kia, malam ini tidur saja sama aku!" pinta Kesya dengan polosnya.
"Boleh Key," sahut Kiara dengan begitu polosnya juga.
"Sayang, jika kamu tidur dengan Kesya, lalu suamimu yang tampan ini tidur dengan siapa?" tanya Kevin, membuat kedua pipi Kiara langsung menjadi merah karena malu.
Ria dan Mahendra saling menatap mereka saling melempar senyum, seperti inikah punya menantu yang masih terlalu polos? Tapi Ria bersyukur sih, yang penting Kevin bahagia dengan gadis pilihannya.
"Kamu,"
"Ayo kita ke kamar sekarang!" potong Kevin dan langsung membopong tubuh mungil Kiara di hadapan semuanya.
Sungguh yang lainnya hanya bisa melongo melihat tingkah Kevin saat mengajak Kiara masuk ke dalam kamar.
"Wajar ma, masih pengantin baru," cetus Mahendra dengan senyum kecilnya.
"Iya pa," jawab Ria dengan senyum kecil juga.
"Kesya, kamu tidurlah nak sudah malam!" titah Ria dan Kesya mengangguk.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia