Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Akhirnya Kiara & Kevin bahagia (TAMAT)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Coba demi cobaan telah Kiara lalui, dari yang pahit sampai akhirnya menjadi manis. Kebencian ibunya pada Kiara yang selama ini Kiara rasakan akhirnya terungkap juga dan Kiara juga akhirnya tahu kenapa ibunya tidak pernah menyanyanginya sama sekali?


Setelah acara 7 bulanan beberapa bulan lalu Kevin menceritakan semuanya pada Kiara, Kevin juga menunjukkan semua bukti-bukti pada Kiara. Saat itu Kiara hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sangat malang, sekeji inikah aku di lahirkan, hingga ibuku saja sangat membenciku sampai sekarang.


Dalam hidupnya Kiara selama ini tidak pernah bahagia, awal pernikahannya juga menyedihkan, jangankan di sayang sama suami, di sentuh saja tidak pernah. Tapi Kiara hanya bisa ikhlas demi pengobatan kakaknya terbayarkan hingga sang kakak sembuh. Bahkan Kiara harus melupakan seseorang yang ada di hatinya saat itu, lagi-lagi Kiara lakukan demi kakak dan ibunya.


Hingga pernikahannya berjalan lama benih-benih cinta akhirnya muncul juga di antara dia dan suaminya, hingga kisah cintanya begitu manis ya semanis madu.


Hari ini adalah yang membuat Kevin senam jantung karena Kiara sedang berjuang melahirkan anak pertama mereka, Kevin dengan penuh kasih sayang, ia menemani istrinya yang sedang berjuang di ruang persalinan.


"Mas...!!" rintih Kiara seraya berteriak sekuat tenaga, Kiara menjalani persalinan normal.


"Yang kuat sayang! Mas di sini menemanimu," bisiknya di telinganya Kiara.


"Terus nyonya...!!"


"Sedikit lagi, tarik nafas lebih kuat lalu keluarkan!!"


Dokter terus memberikan arahan pada Kiara, Kiara mengikuti arahan Dokter dengan baik.


Hingga beberapa lama akhirnya lahirlah bayi perempuan yang begitu cantik. Kevin akhirnya bisa bernafas lega, bayi yang baru saja di lahirkan oleh Kiara sedang di urus oleh para suster.


Kiara juga langsung di urus oleh suster untuk langsung di pindahkan ke ruangan rawat.


Kevin keluar dari dalam ruangan persalinan, ia melihat mama dan papanya sudah duduk di ruang tunggu.


"Vin, bagaimana Kiara?" tanya Ria kawatir.


"Cucu papa bagaimana?" sambung Mahendra tidak sabar ingin melihat sang cucu.


"Kiara baik-baik saja ma, cucu papa sedang di urus oleh suster," jawab Kevin yang akhirnya bisa bernafas lega.


Setelah menunggu beberapa lama Kiara dan bayinya di bawa ke ruangan rawat, Kevin dan kedua orang tuanya juga langsung pergi menuju ke ruang rawat Kiara untuk melihat Kiara dan cucu mereka.


Sesampainya di ruang rawat Kiara sedang menyusui anaknya karena Dokter yang menyuruh.


"Sayang, terimakasih," ucap Kevin pada Kiara.


"Sama-sama mas, mas sudah siapkan nama untuk anak kita?" tanya Kiara pada Kevin.


Kevin mengambil alih putri kecilnya dari tangan Kiara. "Papa sudah siapkan nama untukmu, nak," ujar Kevin dengan nada lembut.

__ADS_1


Di timanglah bayi mungil itu dengan penuh rasa bahagia, tak henti-hentinya Kevin mengucapkan rasa syukurnya pada sang kuasa.


"Vin, mama juga mau gendong," pinta Ria dan Kevin memberikan putri kecilnya pada Ria.


Kini Ria mengendong bayi lucu itu, Mahendra mengelus-elus pipinya dengan lembut.


"Cucu kakek...."


"Cucu nenek...."


"Eh iya Vin, siapa namanya?" tanya Ria pada Kevin.


"Namanya Naysila Putri Saelandra, ma,pa," jawab Kevin dan ia menatap Kiara, Kiara mengangguk setuju. "Nama yang cantik mas," lirih Kiara sambil tersenyum.


Kiara dan Kevin sangat bahagia atas kelahiran putri pertama mereka.


Tapi lagi-lagi ibunya Kiara dan kakaknya tidak datang ke rumah sakit, Kiara sudah menelpon dari sehari sebelum lahiran tapi jawaban ibunya sungguh menyakiti hatinya. "Ibu tidak perduli kamu mau lahiran juga, lagian kamu itu anak yang tidak aku inginkan jadi jangan harap aku akan berbuat baik padamu, apalagi menengok anakmu," kata-kata Ibu Kiara saat di telpon oleh Kiara sehari lalu.


Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di pikirannya, tapi Kiara bisa apa? Kiara juga tidak ingin di lahirkan jika ia tahu di lahirkan dengan cara yang begitu keji, tapi ya semua itu sudah takdir dari Tuhan.


"Kok kamu nangis?" tanya Kevin, melihat buliran air mata membasahi kedua pipi mulus istrinya.


"Ibu dan Kak Mega tidak datang mas, aku sudah.." tak sanggup rasanya melanjutkan kata-katanya dan Kiara malah menangis tersedu-sedu, Kevin paham dan langsung memeluk Kiara dengan erat. "Tidak apa-apa, ada mama dan papa, ada mas dan ada anak kita, kamu tidak boleh sedih lagi," hibur Kevin pada istrinya.


Ria dan Mahendra membawa cucunya kembali ke Kiara dan Kevin, kini sekecil Nay berada di pangkuan Kiara.


"Kiara, kamu harus selalu bahagia ya nak," harapan Ria untuk Kiara.


"Kevin, jaga istri dan anakmu dengan baik, sayangi mereka dengan tulus," pinta Mahendra pada putra semata wayangnya.


Kevin mengangguk. "Iya pa siap," jawab Kevin semangat.


Akhir yang bahagia dari cerita Kevin dan Kiara, biarpun punya ibu kandung rasa ibu tiri tapi Kiara beruntung punya mertua rasa ibu kandung sendiri.


Sedangkan Merry dan Mega, mereka sudah tidak mau mengakui Kiara lagi bahkan mereka memutuskan hubungan keluarga, karena Merry tidak sudih punya anak hasil dari permerkosaan.


Laki-laki yang melakukan perbuatan keji pada Ibunya Kiara sudah di cari tahu oleh Kevin, tapi ternyata laki-laki itu sudah meninggal dua tahun yang lalu dan Kiara juga sudah datang ke makam laki-laki itu, yang tidak lain adalah bapaknya. Tapi Kiara tidak pernah tahu wajahnya seperti apa?


Itulah akhirnya cerita mereka semua.


*****


Satu tahun kemudian.

__ADS_1


Felly dan Putra akhirnya menikah, pesta pernikahan mereka di gelar dengan mewah.


Kevin, Kiara dan Putri kecilnya juga hadir di acara pernikahan mereka.


Fina juga akhirnya menemukan laki-laki yang tepat dan berhenti mengejar Kevin.


"Akhirnya nikah juga, Fin, kapan nyusul nih?" tanya Kevin, sambil mengendong putri kecilnya.


"Entahlah Vin, Alex diam-diam saja tidak mengajak aku menikah," jawab Fina, seraya menatap Alex jail.


"Aku sudah menikah tanpa kalian ketahui," batin Fina dalam hatinya.


"Sayang baiknya kawin dulu apa nikah dulu?" tanya Alex pada Fina.


"Bagusnya nikah dulu, baru kawin!" cetus Putra cengar-cengir, mentang-mentang sudah sah dengan Felly.


Fina dan Alex malah sama-sama tersenyum pada semuanya.


"Aku sebenarnya sudah menikah Vin, Put, aku menikah dengan Alex diluar negeri," jelas Fina pada teman-temannya itu.


"Kamu tidak mengundangku?" Kevin dan Putra bertanya secara bersamaan. Dan di balas senyum kecil oleh Fina.


"Tidak, aku juga sudah hamil," cetus Fina. Aku menikah sudah beberapa bulan yang lalu, aku memang sengaja tidak mengundang Kevin dan Putra, lagian pernikahanku dengan Alex juga diluar negeri dan dua bulan setelah pernikahan aku di nyatakan fositif hamil oleh Dokter. Tidak heran sih jika aku hamil cepat, soalnya Alex setiap malam selalu menanam benih di rahimku.


Kiara melihat Fina lalu tertawa kecil. "Pantesan perut kamu kelihatan buncit, ternyata ada dedenya," ujar Kiara dan Fina mengangguk.


Semuanya sudah berubah, Kiara dan Fina juga sudah tidak seperti dulu yang setiap kali berdebat saat bertemu.


"Ternyata Putra yang nikahnya paling belakangan, sudahlah sana langsung berangkat bulan madu, biar adonannya cepat jadi!" titah Kevin dan di setujui oleh Fina.


Putra dan Felly saling melempar senyum, malu sekali rasanya.


Malam yang semakin larut akhirnya pesta pernikahan Felly dan Putra selesai.


Kevin dan Kiara sudah bahagia dengan satu anaknya yang begitu cantik. Fina juga saat ini sedang hamil, ia juga bahagia dengan pernikahannya, sedangkan Putra dan Felly akhirnya menikah.


Semuanya berakhir dengan bahagia, mudah-mudahan kebahagiaan mereka tidak pernah berakhir.


TAMAT


Terimakasih para pembaca setia


Allahamdulilah novel yang ini tamat, mudah-mudahan suka dengan ceritanya 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2