Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Dokter tampan


__ADS_3

Langit pagi ini tampak cerah, Kevin bersiap-siap untuk pergi berkerja. Seperti pagi biasanya Kevin menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, semua siapkan sendiri, nasib seorang bujangan apa-apa serba sendiri.


Padahal kedua orang tuanya tinggal di kota yang sama, namun Kevin memilih tinggal di rumahnya sendiri, karena menurut Kevin tinggal sendirian itu lebih tenang dan nyaman, ya kalau libur kerja Kevin juga sering berkunjung ke rumah kedua orang tuanya.


Kini Kevin sudah berada dirumah sakit dan mulai di sibukkan dengan pekerjaannya, banyak pasien Kevin yang mengantri, namun mereka datang terkadang tidak sakit hanya pura-pura sakit kalau tidak hanya sekedar konsultasi, para pasiennya ini sudah seperti pengemarnya, kadang mereka datang agar bisa bertemu Kevin, dirumah sakit tempatnya bekerjanya yang tidak lain adalah milik orang tuanya, Kevin terkenal dengan julukan Dokter tampan, selain para Dokter cantik yang ingin menjadi kekasihnya Kevin, pasien cantik Kevin juga mengantri untuk menjadi kekasih Kevin, namun Kevin tidak pernah membuka hatinya untuk para wanita-wanita yang menggemari dirinya itu.


"Hay anak cantik, kamu sakit apa?" tanya Kevin, kali ini pasiennya seorang anak kecil yang begitu cantik dan sangat imut ya kira-kira usianya baru 5 tahun.


"Dokter tampan, badan aku panas," jawabnya dengan nada menggemaskan.


"Dokter periksa dulu ya, oh iya nama kamu siapa?" Kevin mengajak anak kecil itu ke ruang periksa, lalu menyuruhnya naik ke atas Bankar dan anak kecil itu naik, dengan begitu pintar anak kecil itu langsung berbaring dan siap di periksa oleh Kevin.


Ibunya pun menemani anaknya di sebelahnya, ia juga menjelaskan masalah penyakit sang anak pada Kevin membuat Kevin mengerti.


"Nama aku Alisha, Dok," jawab Alis dengan senyum manis.


"Kalau Dokter tampan, namanya siapa?" dengan raut wajah yang menggemaskan, Alis menanyakan nama Kevin.


"Nama aku, Dokter Kevin," jawab Kevin dengan nada lembut.


Setelah selesai pemeriksaan, Alis pun turun dari bankar dan di gendong oleh Kevin.


Kini Kevin kembali ke kursinya, Alisha dan ibunya juga duduk di kursi yang ada di hadapannya Kevin, Kevin menjelaskan tentang sakit Alisha, lalu memberikan resep obat pada ibunya Alisha agar segera di tebus.


"Cepat sembuh ya Alis!"


"Oh iya, apakah Dokter sudah punya pacar?"


"Memangnya kenapa?"


"Alisha, mau menikah dengan Dokter tampan"


Seketika Kevin dan ibunya Alisha sama-sama tertawa, sungguh Alisha ini sangat lucu.


"Baiklah, tunggu kamu besar dulu ya! Baru menikah dengan Dokter," canda Kevin seraya mengusap pipi mulus Alisha.


"Iya Dok, kalau aku sudah besar aku akan menikahi Dokter tampan," sahut Alisha dengan kepolosannya.


Kevin hanya tersenyum, lalu Alisha dan ibunya berpamitan pada Kevin dengan sopan, ibunya juga meminta maaf kepada Kevin karena harus memeriksa putri kecilnya, padahal Kevin bukan Dokter anak, melainkan dia adalah Dokter khusus beda, tapi yang namanya anak kecil daripada nangis akhirnya Kevin meriksa Alisha dengan senang hati.


Kevin kembali ke ruangan kerjanya, dan seperti biasanya di ruangan kerjanya sudah ada Putra dan Fina yang sibuk dengan berkas-berkas pasien mereka.


"Kamu darimana?" tanya Putra.


"Habis dari ruangan Dokter anak, tadi ada anak kecil yang minta di periksa langsung olehku," jelas Kevin dan Putra mengangguk mengerti.


Kevin memang terkenal dengan julukan Dokter tampan selain para gadis dewasa, ibu-ibu, para anak kecil juga suka sekali dengan Kevin.

__ADS_1


"Papaku, datang tidak?" tanya Kevin.


"Tidak, sepertinya Dokter Mahendra hari ini ambil cutti," jawab Putra yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Seketika Kevin ingat, kalau papanya menyuruhnya untuk datang ke rumah bersama dengan kekasihnya.


"Aduh, kenapa aku bisa melupakan itu, pasti aku akan di guyur dengan selang air di depan rumah," gumam Kevin dengan suara lirih.


"Dokter Kevin, nanti makan siang berdua yuk," ajak Fina dengan tatapan penuh arti.


"Maaf Dokter Fina, siang ini aku ada urusan," tolak Kevin sambil menatap Fina.


Sorot mata Fina terlihat kecewa, entah sudah berapa kali Kevin selalu menolak ajakannya dan susah sekali di dekati.


"Bukannya,"


"Putra, aku ada urusan penting, jika ada orang yang mencariku, bilang saja aku sedang pergi," belum sempat Fina melanjutkan kata-katanya, Kevin sudah memotong kata-kata Fina.


"Iya baiklah," jawab Putra.


Tanpa menunggu lama, Kevin melepaskan baju Dokternya, lalu ia menaruhnya di kursi kerjanya dan buru-buru meninggalkan ruangan kerjanya.


Kevin langsung menaiki mobilnya, lalu ia melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit Cinta Kita untuk menjemput Kiara, karena semalam sebelum Kevin pulang Kevin mengatakan pada Kiara, jika ingin menjemputnya dan Kiara minta di jemput di rumah sakit cinta kita saja, akhirnya Kevin menurutinya.


Sesampainya di rumah sakit cinta kita, Kevin menghentikan mobilnya dan ia melihat Kiara sudah berdiri di depan rumah sakit.



"Kiara....." panggil Kevin.


Mendengar suara Kevin, Kiara menoleh dan Kevin tersenyum begitu manis, Kiara juga membalas senyum Kevin dengan manis.


Dengan setelan kemeja warna putih dan dipadukan dengan bawaan warna hitam, rambut yang terurai rapi, riasan yang begitu natural, sungguh itu membuat Kiara terlihat sangat cantik dan elegan.


Kevin berjalan menghampiri Kiara, Kevin juga sangat tampan dengan setelan yang ia pakai saat ini, iya bagaimana tidak banyak wanita yang pingin jadi kekasihnya? Kalau Kevin nya sangat tampan seperti ini.


Visual Kevin



"Kamu sudah siap?" tanya Kevin.


"Kakakmu sama siapa?" sambung Kevin.


"Sudah, ibu sudah datang, ibu juga tahu aku pergi sama kamu, jadi ibu langsung memberikan izin," jawab Kiara dan Kevin mengangguk.


Tadi saat Kiara berpamitan dengan ibunya dan Kiara bilang kalau Kevin ingin mengajak Kiara bertemu dengan kedua orang tuanya, tanpa menunggu lama Merry langsung memberikan izin.

__ADS_1


"Baiklah, kita berangkat sekarang!" ajak Kevin dan Kiara mengangguk.


Tanpa meminta izin dari Kiara, Kevin meraih tangan Kiara lalu mengandeng tangan Kiara dengan penuh perhatian.


"Kita sungguh mau bertemu dengan kedua orang tuamu?"


"Sungguh, papa yang menyuruh kita datang."


"Tapi apakah kita pergi ke rumah kamu dengan tangan kosong?"


Kevin menggelengkan kepalanya. "Tidak, nanti kita bisa membeli makanan di supermarket atau di toko makanan," ujar Kevin dan Kiara hanya diam. "Aku tidak punya uang, mau beli makanan pakai apa?" gumam Kiara dalam hatinya.


Kevin melirik Kiara diam-diam, ia tahu apa yang sedang di pikirkan Kiara saat ini.


"Tidak usah kawatir, untuk membeli makanan atau bingkisan lainnya, nanti aku yang bayar," kata Kevin dan Kiara tersenyum malu.


Sebelum sampai di rumah kedua orang tuanya, Kevin dan Kiara mampir dulu ke toko makanan untuk membeli makanan kesukaan ibu dan ayahnya.


Kini Kevin membeli beberapa macam kue dan beberapa makanan ringan, setelah selesai Kevin dan Kiara kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah kedua orang tuanya Kevin.


Di perjalanan Kiara cukup tegang, ia membayangkan apakah kedua orang tua Kevin akan menerima dirinya untuk menjadi calon mantunya?


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama Kevin menghentikan mobilnya di depan kedua orang tuanya.


Melihat rumah kedua orang tuanya Kevin yang sangat mewah, sungguh hati Kiara makin berdebar kencang.


Kini mereka berdua sudah turun dari dalam mobilnya, dengan langkah kaki cukup tegang dan jantung terus merasa deg-degan itu membuat Kiara ragu-ragu karena takut kedua orang tuanya Kevin yang kaya raya tidak suka akan kedatangannya.


Kevin terus mengandeng tangan Kiara dengan mesra, sesampainya di depan pintu, Kevin mengetuk pintu rumah kedua orang tuanya.


"Tok....tok......"


Mendengar suara ketukan pintu, Mahendra dan Ria buru-buru beranjak dari tempat duduknya, mereka pergi membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek.....!!!"


"Kevin....." sorot Mahendra cukup tajam, membuat Kiara merasa deg-degan, seketika Kevin nyalinya ciut melihat tatapan mata sang papa.


Sedangkan sorot mata Ria terus tertuju pada Kiara, membuat Kiara semakin gemtaran.


"Mama, papa, kenalkan ini adalah Kiara dan dia adalah calon istrinya Kevin," dengan senang hati Kevin memperkenalkan Kiara kepada kedua orang tuanya.


"Ohh ini gadis yang kamu sukai itu..." sorot mata Ria tidak lepas dari raut wajah cantik Kiara.


Entah akan seperti apa selanjutnya?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2