Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Olahraga di pagi hari


__ADS_3

Sinar matahari sudah mulai menyusup masuk ke jendela kamar Kevin dan Kiara, Kevin sudah bangun lebih dulu sedangkan Kiara masih tidur dengan nyenyak.


"Kapan gadis oon itu akan bangun?"


"Apa aku harus membangunkannya?"


Kevin bertanya-tanya pada dirinya sendiri, jari-jarinya bermain-main di pipi mulus milik Kiara, berharap Kiara bisa merasakan sentuhannya itu hingga akhirnya dia terbangun.


Benar saja Kiara merasakan sentuhan demi sentuhan di pipi mulusnya, hingga kedua matanya perlahan-lahan terbuka, lalu Kiara mengeucek-ucek kedua matanya dengan kedua tangannya.


"Jam berapa sekarang?" tanya Kiara dengan nada yang masih mengantuk.


"Bangun sudah siang!" titah Kevin, membuat Kiara langsung kesal, kenapa dia belum pergi kerja? batin Kiara dalam hatinya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu sedang berpikir, kenapa aku tidak pergi kerja?" tanya Kevin, ia tahu otak istrinya ini.


Kiara mengangguk, karena memang benar apa yang dikatakan Kevin itu.


"Aku hari libur," sahutnya dengan tatapan penuh arti.


"Oh iya, kamu masih ingat dengan sesuatu yang akan aku berikan padamu?" tanya Kevin, sorot matanya terlihat licik.

__ADS_1


Kiara mengingat-ingat akan hal yang senalam itu, ia pun akhirnya ingat, aduh kenapa aku bisa ketiduran sih tadi malam?


"Maaf, aku ketiduran semalam," kata Kiara yang merasa tidak enak, padahal ia juga tidak tahu apa yang akan diberikan Kevin padanya?


Kevin tersenyum semakin licik, sorot matanya kini semakin dalam menatap wajah cantik Kiara.


"Tidak apa-apa, aku bisa memberikan pagi ini kok," ujar Kevin dengan senang hati, lagian menurutnya olahraga pagi itu jauh lebih enak.


"Lagian kalau pagi itu lebih enak," sambung Kevin membuat Kiara melongo karena merasa bingung.


"Memangnya apa yang mau kamu berikan padaku?" tanya Kiara dengan kepolosannya.


"Kamu mau apa?"


"Bibirmu, aku mau bibirmu."


"Tapi aku belum menggosok gigiku," kata Kiara pada Kevin.


Tanpa menjawab kata-kata Kiara, Kevin semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Kiara, hingga keduanya bisa sama-sama merasakan hembusan nafas mereka, sorot matanya saling menatap dalam-dalam.


"Cup," Kevin mengecup bibir Kiara, membuat Kiara tercengang kaget, dia mencium bibirku, sungguh aku tidak percaya?

__ADS_1


"Cup," kedua kakinya Kevin melakukan hal yang sama, membuat mata Kiara melotot, namun Kiara tidak meronta karena kedua tangan Kevin memegangi kedua pipinya.


"Apakah ini sesuatu yang mau kamu berikan padaku?" tanya Kiara.


"Lebih dari ini," jawab Kevin dan Kevin kembali melanjutkan aksinya, bibir Kevin mulai bergerilya menelusuri setiap inchi lekuk tubuh Kiara, dan itu membuat Kiara merasakan agak kegelian, namun Kiara menikmatinya.


Di saat Kevin mulai membuka pita pengikat baju tidur Kiara, Kiara hanya bisa pasrah dan ia tidak melawan, karena ini adalah sebagian tugasnya sebagai seorang istri.


Kini olahraga pagi ini cukup panas, nafas keduanya juga saling bersahutan merasakan kenikmatan di pagi hari ini.


Namun di saat di bagian terakhir mulai Kevin garap Kiara pun mulai merintih kesakitan hingga keluar sebuah jeritan seski, karena Kiara merasakan sesuatu benda tumpul seperti merobek sesuatu di bawah sana.


Setelah beberapa lama dan keduanya sama-sama merasakan lelah, keduanya juga sudah sama-sama mencapai puncaknya, Kevin dan Kiara terbaring lemas.


Kini satu jam telah berlalu, olahraga pagi pun kembali berlanjut untuk ronde kedua.


Pagi yang cerah ini menjadi pagi yang begitu bergairah, bahkan sesuatu yang Kevin berikan pada Kiara, ini membuat Kiara terkejut, karena ini adalah hal yang baru pertama kali ia lakukan dengan seseorang laki-laki dan itu dengan suaminya sendiri, beruntung sekali menjadi Kevin karena mendapatkan gadis yang masih suci seperti Kiara.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2