Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Ancaman dari Mama & Papa


__ADS_3

Kini setelah selesai makan malam, Ria dan Mahendra langsung berpamitan untuk pulang pada Kiara dan Kevin.


"Nak, mama dan papa pulang dulu ya, Vin jaga Kiara dan calon cucu mama dengan baik ya, ingat jangan buat Kiara terlalu capek," kata Ria dengan sorot mata penuh ancaman.


"Iya ma, Kevin akan menjaga menantu mama dan calon cucu mama dan papa dengan baik, aku tidak akan membuat istriku terlalu capek ma," jawab Kevin, ia takut melihat sorot mata mamanya penuh dengan ancaman. Apalagi setelah menikah, mamanya memang lebih sayang pada Kiara. Jika datang ke rumahnya saja Kiara langsung di peluk, kalau Kevin di tinggal doang di depan pintu. Tapi Kevin tidak iri, ia malah bahagia karena mama dan istrinya begitu saling menyayangi satu sama lain.


"Awas saja jika kamu berani membuat menantu papa sedih, apalagi calon cucu papa kenapa-kenapa, papa akan marah padamu Vin," sambung Mahendra sorot matanya tidak kalah tajam dari Ria.


"Tidak akan pa, dengan penuh kasih sayang dan perhatian Kevin akan selalu menjaga istri tersayang Kevin, pa," jawab Kevin dan ia tersenyum pada papanya.


Setelah selesai berpamitan, Ria dan Mahendra langsung ke mobil. Lalu Kevin dan Kiara mengantarkan mama dan papanya sampai depan rumahnya, setelah mobil papanya sudah tidak terlihat, Kevin dan Kiara kembali masuk ke dalam rumah.


"Sayang, aku gendong ya, jangan capek-capek," ujar Kevin tanpa menunggu persetujuan dari Kiara, ia langsung membopong tubuh mungil Kiara masuk ke dalam kamar.


"Mas, aku bisa jalan sendiri," rontahnya dengan suara pelan.


"Mas tidak akan membiarkan istri mas kecapean, nanti kalau cucu papa dan mama kenapa-napa, pasti mas akan di marahin oleh mereka habis-habisan. Entah apa yang akan di lakukan mama dan papa pada mas," kata Kevin dan itu membuat Kiara tertawa kecil. "Sebegitu patuhkah suamiku pada mama dan papa," batin Kiara dalam hati.


Sesampainya di kamar Kevin membaringkan Kiara di atas tempat tidur.


"Mas tinggal mandi dulu ya sayang," pamitnya dengan mesra.


"Jangan lama-lama ya mas," jawab Kiara dengan nada lembut.

__ADS_1


****


Malam semakin larut Putra terdiam di dalam kamarnya, ia terus memandangi layar ponsel miliknya. Iya Putra sedang menunggu balasan pesan dari Felly yang tak kunjung di balas oleh Felly.


"Kemana anak ini?"


"Apa dia sedang bermain dengan laki-laki lain di belakangku?"


"Hey bodoh, kamu kan belum mengungkapkan perasaanmu padanya, lagian kalau gadis itu bermain dengan laki-laki lain ya apa salahnya?" hati kecil Putra berbicara.


Seketika Putra termenung. Putra kamu harus segera mengungkapkan perasaanmu padanya jika kelamaan, nanti keburu di ambil sama laki-laki lain.


Saat Putra sedang menunggu balasan pesannya ternyata Felly sedang asik nonton film drama romantis di layar ponselnya.


Kini air matanya terus berjatuhan karena menyaksikan adegan yang begitu membuat dirinya sedih.


Biarpun merasa geram, tapi Felly terus melanjutkan untuk menonton film drama itu.


Saat sedang seru-serunya, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata Putra menelponnya.


"Untuk apa Dokter Putra menelponku?" gumamnya dengan nada kesal. Tapi Felly mengangkat telpon dari Putra biarpun kesal.


"Hallo Dok."

__ADS_1


"Kenapa, kamu tidak membalas pesanku?"


"Haah, haruskah aku membalas pesan dari Dokter?"


"Haruslah!!"


"Memangnya saya siapa?"


Putra terdiam, iya benar, memangnya Felly siapanya ya?


"Felly, aku mau ngomong serius sama kamu, apakah boleh?"


"Mau ngomong apa Dok? Aku sedang nonton film drama."


"Felly, apakah kamu mau......?"


Tiba-tiba saluran telponnya terputus, seketika Putra menghela nafas berat.


"Dokter Putra, mau ngomong apa ya?" Felly menatap ponselnya, ternyata baterai ponsel miliknya habis.


Biarpun sangat penasaran tapi baterai ponselnya habis, jadi Felly mengisi daya baterai ponsel lebih dulu.


Kira-kira apa ya yang akan di katakan oleh Dokter Putra kepada Felly?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2