Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Banyak saingannya


__ADS_3

Di saat Kevin dan Kiara sedang bermesraan dengan saling suap-suapan tiba-tiba pintu ruangan terbuka, membuat keduanya sama-sama berhenti karena kaget melihat salah satu rekan kerjanya Kevin masuk yaitu Fina.


"Maaf, aku kirain tidak ada orang," kata Fina dengan tatapan sinis pada Kiara, Fina sangat tidak suka melihat Kiara ada di ruangan kerja dirinya, Kevin dan Putra.


"Tidak apa-apa Fin," sahut Kevin.


"Lagian inikan ruang kerja, bukannya tempat memadu kasih, bisa-bisanya mesra-mesraan disini," sindir Fina seraya duduk di kursi kerjanya, melihat Kiara bersama dengan Kevin sungguh rasanya tidak suka sekali.


"Maaf nona, saya juga sebentar lagi akan pulang," ujar Kiara dengan perasaan tidak enak di dalam hatinya.


"Tidak apa-apa, lain kali kalau mau bermesraan itu jangan di ruangan kerja, kan bisa cari tempat lain!" ketus Fina, tatapan matanya semakin menggebu-gebu.


Kevin menghela nafasnya dengan kasar, ia menatap Fina dengan sorot mata tajam dan sangat kesal.


"Apa masalahnya, jika istriku datang ke ruangan kerjaku? Bukannya itu tidak masalah, lagian istriku tidak menganggu kerjaan kita kan," tukas Kevin dengan suara kesal, kedua tangannya mengepal sempurna karena ia berusaha menahan amarahnya.


"Tapikan ini ruangan kerja Vin." Fina menegaskan pada Kevin, sorot mata Fina juga sangat tajam pada Kevin.


"Lalu apa salahnya? Istriku datang di saat jam istirahat, dan kamu tahu istriku tidak ada menganggu pekerjaan kita," sentak Kevin yang semakin marah.


"Sudahlah Vin, biarkan saja! Aku juga sudah mau pulang," tutur Kiara, ia memegang tangan Kevin dengan erat, ia tahu kalau saat ini suaminya ini amarahnya sedang memuncak.

__ADS_1


Fina terlihat cemburu berat saat Kevin dan Kiara saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan, namun di sorot mata Kevin jelas terlihat kalau Kevin mencintai Kiara dari awal pertama kali mereka bertemu.


"Ada apa ini?" tanya Putra yang baru saja datang, melihat ruangan kerjanya sepertinya ini sedang tidak baik-baik saja. "Pasti disini telah terjadi pertarungan sengit," batin Putra dalam hatinya, Putra berjalan menuju ke meja kerjanya lalu ia duduk.


"Itu orang mesra-mesraan di ruangan kerja, ini itu tempat kerja bukan tempat bermesraan," sahut Fina dengan ketus, sorot matanya terus tertuju pada Kiara yang masih duduk di sebelah Kevin.


"Fina, kamu tahu kan mereka berdua itu suami-istri, lagian bapaknya Kevin juga yang punya rumah sakit ini, jadi biarkan saja! Kan mereka juga tidak menganggu pekerjaan kita, kamu itu cemburu makanya kamu seperti itu," ujar Putra seraya geleng-geleng kepala, dasar Fina ini sudah tahu Kevin itu sudah beristri, tapi tetap saja dia tidak mau sadar.


Seketika Fina memasang tatapan sinis, lalu ia langsung berlalu pergi dari dalam ruangan itu dan tanpa permisi dengan Kevin ataupun Putra.


"Dasar kalian itu menyebalkan!" tandasnya sebelum keluar dari dalam ruangan itu.


Kevin dan Putra saling menatap dan mereka sama-sama geleng-geleng kepala.


"Iya Vin, nanti aku makan." Jawab Putra, ia mulai sibuk dengan berkas-berkas pasien yang ada di atas meja kerjanya.


"Ayo aku antar kamu ke depan, Put aku antarkan istriku dulu ya," pamit Kevin seraya beranjak dari tempat duduknya dan Kiara juga beranjak dari tempat duduknya.


Kevin meraih tangan Kiara dengan lembut membuat Kiara tersenyum kecil.


"Antarlah Vin!" sahut Putra, ia kembali sibuk membaca berkas salah satu pasiennya.

__ADS_1


Kevin mengatarkan Kiara sampai depan, setelah mengantarkan Kiara, Kevin kembali ke ruangan kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya, Kevin juga tidak kawatir pada Kiara, karena Kiara datang ke rumah sakit bersama mamanya dan tentunya mereka pasti di antar oleh supir.


*


*


*


Kini Kiara sudah sampai di rumah bersama dengan Ria, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Kiara yang merasa lelah, ia duduk di sofa yang ada di dalam kamar sambil selonjoran, di saat sedang bengong, Kiara tiba-tiba ingat dengan wanita yang ada di rumah sakit tadi, siapa lagi? Kalau bukan Fina.


"Ternyata Kevin itu banyak sekali yang menaksir, sungguh aku tidak ada apa-apanya dengan mereka."


"Mereka yang naksir Kevin, rata-rata mempunyai tubuh yang sangat bagus bahkan dadanya tidak serata dadaku."


Kiara melirik bentuk dadanya, ia sadar bagian dadanya memang rata tidak semontok Fina ataupun Hera.


"Padahal aku menikah dengan Kevin bukan maukku, namun sainganku ada dimana-mana, sungguh aku harus bagaimana? Aku tidak mau menjadi janda di usia muda," batin Kiara, ia merasa pusing tiba-tiba di saat otaknya memikirkan para wanita yang menaksir sang suami.


"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus punya anak?" tanya Kiara pada hatinya, tiba-tiba sepintas Kiara memikirkan hal ini.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2