Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Kabar bahagia


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 malam, Kiara duduk di meja makan bersama dengan mama mertuanya.


"Ma, Kiara benaran hamil," tatapan mata Kiara masih tidak percaya.


"Iya nak, kamu benaran hamil, tidak sabar rasanya melihat cucu mama lahir ke dunia ini," seru Ria dengan begitu bahagia.


"Papa juga nanti kesini nak, sekalian mau jemput mama, paling nanti pulang bareng Kevin dari rumah sakit," lanjut Ria.


Kini mereka berdua asik dengan obrolan mereka, Ria juga asik menceritakan tentang masa kecil Kevin kepada Kiara, Kiara sampai tertawa lepas saat mama mertuanya mengatakan kalau Kevin itu sukanya ngambek sama suka ngompol padahal dulu sudah SD kelas 6.


"Ma, jika Mas Kevin masih ngompol sampai besar, nanti anaknya gimana ya ma?" tawa Kiara begitu renyah, serenyah rengginang baru matang.


"Hahaha, pasti cucu mama nanti tidak jauh dari papanya itu," ujar Ria yang diiringi tawa juga.


Pasti akan lucu jika nanti cucunya suka ngambekan dan ngompol sampai gede. Astaga rasanya ingin kencing karena tertawa dari tadi.


"Oh iya nak, kamu sudah mulai ngidam belum?" tanya Ria penasaran, ia tidak mau kalau menantu kesayangan ini sampai ngiler karena ngidam tidak keturutan.


Kiara malah terdiam, ia masih bingung, ngidam itu bagaimana sedangkan ini adalah kehamilan anak pertamanya, jadi wajar saja jika belum terlalu paham akan masalah ngidam.


"Ma, apa kalau wanita hamil itu, yang ngidam pasti wanitanya? Tapi Kiara hanya mual-mual saja, belum ingin ini dan itu," kata Kiara pada mama mertuanya.


"Tidak tentu nak, kadang juga ada suaminya yang ngidam, tiba-tiba pingin makan apa gitu?" jelas Ria dengan nada lembut.


Kiara malah tersenyum kecil, ia membayangkan bagaimana jika suaminya yang merasakan ngidam pasti itu akan lucu sekali.


****


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Kevin, Putra kini berada di ruangan kerja mereka.


"Vin, ini apa?" tanya Putra, melihat rujak ada di meja kerja Kevin. Cukup terkejut, apalagi Kevin hampir tidak pernah makan rujak selama ini dan ini juga sudah malam, tumben sekali Kevin makan rujak.

__ADS_1


"Itu rujak, aku pesan tadi sama Abang ojol," sahut Kevin dengan entengnya.


"Vin, ini sudah mau jam 8 malam, kamu mau makan rujak? Tidak langsung pulang, nanti istrimu mencari kamu," protes Putra.


"Aku lagi pingin makan rujak, sinilah makan dulu bareng sama aku, nanti setelah makan rujak baru aku pulang," jawab Kevin dan ia duduk di kursi kerjanya, melihat rujak yang begitu segar ada di hadapannya saat ini rasanya tidak sabar ingin memakannya.


Putra akhirnya ikut duduk juga, tapi ia tidak ikut makan rujak, melihatnya saja rasanya ngilu tapi Kevin memakannya dengan lahap seperti orang sedang kelaparan.


"Vin, apa tidak asam?" tanya Putra, sangking penasarannya akhirnya Putra mengambil satu iris mangga muda lalu mencocolnya dengan sambel. "Vin, ini rasanya asam sekali," gumam Putra dengan raut wajah yang sudah merinding karena merasakan keasaman dalam mulutnya. Putra juga tidak habis ini membuang sisanya ke tong sampah sanking asamnya.


Fina yang baru saja datang, ia melihat Kevin dengan tatapan tidak percaya. "Vin, ini sudah malam kamu kok makan rujak, nanti kamu sakit perut loh," kata Fina dengan sok perhatian.


"Fin, aku sedang ingin makan rujak, kalau kamu mau sini makan bareng!" ajak Kevin, ia dengan nikmat menikmati rujak yang di belinya tadi.


"Tidak Vin, aku takut sakit perut," tolak Fina dengan nada lembut.


Setelah selesai makan rujak, Kevin membuang sampahnya ke tempat sampah, lalu ia pun bergegas untuk pulang. Putra dan Fina juga pulang.


"Iya hati-hati," sahut Kevin, ia menghentikan langkah kakinya karena melihat papanya.


"Papa, aku kira papa sudah pulang," kata Kevin.


"Kita pulang bareng, papa mau jemput mama di rumah kamu," sahut Mahendra.


Kini mereka berdua pulang bersama hanya saja menggunakan mobil masing-masing.


***


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mereka berdua sama-sama sampai di rumah Kevin.


Kevin dan Mahendra sama-sama masuk ke dalam rumah, mereka berdua langsung menuju ke meja makan, karena ingin sekalian makan malam bersama.

__ADS_1


"Sayang, maaf tadi mas habis makan rujak, jadi telat pulangnya," dengan nada lembut Kevin berbicara pada Kiara, biasanya dia jam 7 malam sudah sampai di rumah tapi ini dia hampir jam 9 malam baru saja sampai rumah, untung saja ada mamanya yang menemani Kiara hari ini.


"Tidak apa-apa mas," jawab Kiara sambil menyalami tangan suaminya, lalu beralih menyalami tangan papa mertuanya.


Kini mereka makan malam bersama, dari tadi Kiara dan Ria memang menunggu mereka untuk makan malam bersama dan tentunya memberikan kabar bahagia ini pada Kevin dan Mahendra.


"Vin, kamu bilang, kamu tadi habis makan rujak, apa mama tidak salah dengar?" tanya Ria pada putra kesayangannya itu.


"Tidak ma, Kevin tiba-tiba pingin makan rujak banget ma," sahut Kevin dengan nada lembut.


"Kiara, mungkin ini yang di namakan suami yang mengidam nak," ujar Ria pada Kiara. Sekilas Kiara tersenyum pada mama mertuanya.


"Apa ma, ngidam?" Mahendra menatap Ria penuh dengan pertanyaan.


Kevin mengalihkan pandangannya kepada Kiara, lalu menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Sayang, mama bilang aku ngidam, apa kamu...?" Kevin malah tersenyum bahagia, tanpa melanjutkan kata-katanya ia beranjak dari tempat duduknya dan kini ia malah berlutut di hadapan Kiara sambil memegang kedua tangan Kiara.


"Apa kamu hamil, sayang?" sambungnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kiara mengangguk. "Iya mas, aku hamil," jawab Kiara dan Kevin langsung mencium kedua tangannya, lalu ia berdiri dan memeluk Kiara dengan begitu bahagia.


"Mama, papa, Kevin akan menjadi seorang ayah, Kiara hamil," serunya dengan begitu bahagia dan penuh rasa syukur.


Mahendra dan Ria saling menatap lalu mereka sama-sama tersenyum. Bersyukur sekali akhirnya mereka akan segera punya cucu.


Mendengar kabar bahagia ini Kevin sangat bahagia sekali.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2