
Merry dan Mega dengan tatapan kasar, mereka langsung meninggalkan Kevin begitu saja.
Kevin mengepal kedua tangannya dengan erat, dalam hatinya ia bersumpah akan selalu melindungi Kiara dari ibu dan kakak iparnya itu.
"Jangan harap kamu bisa memoroti istriku lagi, ibu dan kakak ipar."
Reno bergegas pergi dari mejanya, ia sebelum pergi juga meninggalkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan yang sudah di pesan oleh ibu dan kakak iparnya.
***
Merry cukup marah, matanya tampak berapi-api, Mega juga sama ia tampak lebih marah dari ibunya.
Kini mereka sudah sampai di rumah dan langsung sama-sama menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar.
"Bu, lalu bagaimana cara kita mendapatkan uang lagi? Kalau Kiara tidak akan memberikan uang pada kita lagi," keluh Mega dengan nada menggebu-gebu.
Merry langsung menatap Mega dengan sorot mata garang, seolah-olah ia menyalakan api perang.
"Mikirlah! Kamu nikah sama orang kaya, biar seperti Kiara hidupnya enak, jangan bisanya marah-marah doang," omel Merry tak kalah menggebu-gebu.
"Kenapa, ibu jadi mengomeli aku?" cetus Mega dengan sorot mata tidak suka.
Saat ini hatinya sedang begitu marah tapi Mega sebagai anak tidak ada pengertiannya sama sekali, ia malah memikirkan uang, uang dan uang saja.
"Karena kamu hanya banyak bicara, memangnya kamu doang yang pusing, ibu juga tidak kalah pusing darimu Mega," ujar Merry dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Mega terdiam, ia menarik nafasnya pelan-pelan. "Ibu, apa ibu begitu membenci Kiara?" tanya Mega dengan hati-hati.
"Jangan menyebut nama anak itu lagi!" sentak Merry dan Mega kaget, bahkan tubuhnya saat ini gemetaran. "Ibu menyentakku, sungguh menakutkan," batin Mega dalam hatinya.
"Ibu, aku...."
"Mega, Kiara itu anak yang tidak ibu inginkan, jadi jangan bahas dia lagi. Di masa lalu ibu sudah cukup sakit, ibu tidak mau mengingat kejadian malam itu yang begitu menjijikkan itu," dengan tatapan tegas Merry memotong kata-kata Mega.
Mega terdiam, tanpa berpikir panjang, ia langsung merangkul tubuh ibunya yang sudah mulai rapuh karena sudah tidak mudah lagi.
"Maafkan Mega bu," lirih Mega di sela-sela pelukannya.
"Ibu tidak marah padamu nak, tapi ibu marah pada diri ibu sendiri," lirih Merry yang diiringi isak tangis.
***
Di rumah yang begitu luas dan mewah ini sangat sepi sekali, apalagi di saat para pekerja sudah pada pulang, sungguh hanya ada Kiara dan dua satpam yang berjaga di rumahnya saja.
Kadang di saat seperti ini Kiara merasakan begitu kesepian tapi ia tetap sabar menunggu Kevin pulang dari rumah sakit.
"Sayang aku pulang!!"
Terdengar khas suara suaminya, saat melihat suaminya berjalan ke arahnya, Kiara tersenyum begitu manis.
"Maaf ya telat, tadi ada pasien harus operasi," kata Kevin sambil memberikan ciuman di kening Kiara dengan hangat.
__ADS_1
Sehangat inikah laki-laki yang di nikahinya bisa di bilang secara mendadak, kenal juga tidak tiba-tiba di ajak nikah. Kalau mengingat masa lalu Kiara suka tersenyum-senyum sendiri.
"Tidak apa-apa mas,"
"Mas sudah makan?" tanya Kiara dengan tatapan begitu hangat dan penuh cinta.
"Belum sayang, mas memang sengaja mau makan di rumah. Mas tahu kalau istri mas ini pasti sudah memasak," jawab Kevin dan ia menarik kursi meja makan lalu duduk.
Dalam hati Kiara, mudah-mudahan suamiku selamanya akan selalu bersikap hangat seperti ini dan jauhkanlah kami dari marah bahaya dan juga sebuah perselingkuhan.
Kini mereka makan berdua, setelah selesai makan malam berdua. Kiara membereskan meja makan sedangkan Kevin bergegas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai Kiara menyusul Kevin yang sudah ada di dalam kamar.
Sesampainya di kamar, Kevin senyam-senyum genit dan hanya mengunakan handuk berwarna putih yang menutupi bagian bawahnya tapi bagian dada bidangnya jelas terlihat.
"Sayang, aku kita cetak satu itik!" ajaknya tanpa basa-basi.
"Mas,"
Tanpa menunggu lama Kevin langsung membopong tubuh mungil Kiara dan membawanya ke atas kasur, hingga terjadilah pergulatan panas di atas kasur sana, dan malam ini keduanya sama-sama menikmatinya.
Setelah selesai, Kevin tidak lupa memberikan ciuman hangat di kening Kiara dan berharap adonannya malam ini jadi.
Setelah melakukan hal itu, bukannya mandi mereka malah langsung sama-sama tidur.
__ADS_1
Bersambung