Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Dress-dress siapa?


__ADS_3

Malam yang cukup dingin, Kiara termenung sendirian di dalam kamar Kevin, ia juga masih memakai baju yang sama karena ia bingung mau ganti baju dengan baju yang ada di dalam lemari, ia takut salah.


Kevin yang baru saja selesai praktek, ia bergegas untuk segera pulang karena jam juga sudah menunjukkan pukul 10 malam, ia tahu pasti istrinya sudah menunggunya di rumah.


"Kevin, kita pulang bareng yuk!" ajak Fina, saat Kevin sudah beranjak dari tempat duduknya, Fina tahu Kevin sudah menikah, namun tetap saja dia masih usaha.


"Aku,"


"Kita kan searah Vin, aku juga hari ini tidak membawa mobil, boleh ya aku numpang di mobil kamu?" dengan sorot mata cukup dalam seperti ingin menggoda Kevin, Fina masih yakin ini tidak akan gagal lagi.


"Maaf Fina, aku malam ini pulang ke rumah orang tuaku, istriku juga sudah menunggu disana," tolak Kevin dengan senyum kecil yang khas di sudut bibirnya.


Fina memasang raut wajah cemburut, sedangkan Putra hanya menggelengkan kepalanya. "Fina, jelas-jelas Kevin sudah menikah, kamu masih saja berusaha," batin Putra dalam hatinya.


"Fin, kamu bareng sama aku saja!" tawar Putra dengan senang hati, sebagai teman Putra tidak mau kalau Fina malam-malam pulang sendirian, apalagi Fina ini seorang gadis, bagaimana kalau ada yang berbuat jahat padanya?


"Putra, Fina, aku duluan ya," pamit Kevin dan langsung berlalu pergi ruangannya.


"Tidak usah Put, aku bawa mobil kok," tolak Fina dengan ketus, lalu ia langsung berlalu pergi dari ruangan kerjanya.


Sambil membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya, Putra kembali menggelengkan kepalanya, tadi katanya tidak membawa mobil, terus aku ajak bareng eh katanya bawah mobil, dasar Fina kamu itu terlalu terobsesi untuk mendapatkan hati Kevin yang tidak pernah mencintaimu.


Setelah membereskan meja kerjanya, Putra pun langsung menuju ke parkiran mobil dan ia langsung pulang menuju ke rumahnya.


*


*

__ADS_1


Kevin yang baru saja sampai dirumah, ia langsung masuk ke dalam kamarnya karena di meja makan juga sudah sepi, iya Kevin tahu pasti makan malam sudah berakhir, apalagi sudah jam 10 malam lewat.


Kevin membuka pintu kamarnya dengan hati-hati, lalu kembali menutup pintu kamarnya dan ia langsung menuju ke ranjang tempat tidurnya, dengan wajah yang tampak lelah ia menatap Kiara yang sudah tertidur dengan nyenyak.


"Kamu sudah tidur?" lirihnya di telinga Kiara, sambil mengelus-elus kepala Kiara dengan lembut.


"Belum," jawab Kiara cuek, ia tidur dengan posisi miring, saat Kevin menyentuh kepalanya Kiara juga tidak menoleh, ia hanya diam saja karena pikirannya sedang kacau gara-gara banyak dress-dress cantik di dalam lemari pakaian Kevin.


Kevin membuka selimut yang menutupi tubuh mungil Kiara, dan matanya menatap Kiara dengan pekat.


"Kamu tidak ganti baju?" tanya Kevin dengan nada lembut.


"Aku tidak membawa baju ganti," jawab Kiara agak jutek.


"Kiara, jika berbicara pandang suamimu! Kamu itu ya dari tadi terus membelakangiku, apa itu sopan sebagai seorang istri?" tegur Kevin dengan nada lembut, biarpun rasanya kesal karena Kiara terus tidur dengan posisi membelakangi dirinya tapi Kevin tetap sabar.


"Siapa yang membuat istri polosku kesal seperti ini?" tanya Kevin, dengan gemas Kevin mencubit pipi Kiara dengan lembut.


"Kamu pernah membawa perempuan lain masuk ke kamarmu?" tanya Kiara penuh selidik, ia menatap mata Kevin dengan lekat.


"Pernah lah pasti," jawab Kevin.


"Sungguh?!" Kiara menatap Kevin dengan tatapan garang.


"Sungguh, Kesya sering masuk ke kamar ini," jelas Kevin dengan santai.


"Serius Vin," kata Kiara.

__ADS_1


"Iya aku serius, Kesya yang pernah keluar masuk ke dalam kamarku," dengan tegas Kevin menjawab kata-kata Kiara.


"Apa, baju-baju cantik yang ada di lemarimu itu juga milik Kesya?" dengan memberanikan diri Kiara menanyakan hal yang dari tadi membuat perasaannya tidak nyaman.


"Bukan," jawab Kevin cuek.


Kiara mengangguk, jika itu bukan milik Kesya pasti milik mantan kekasihnya Kevin atau mungkin wanita sewaan Kevin, pikiran Kiara kembali traveling dan tidak tenang.


"Baiklah," jawab Kiara cuek juga.


Kevin ingin tertawa tapi ia berusaha menahannya, di sorot mata Kiara saat ini sedang menunjukkan bahwa dirinya sedang berpikir macam-macam, jahat sekali aku sebagai suami sudah membuat istriku berpikir macam-macam.


"Kiara, aku tahu pasti kamu sedang memikirkan wanita lain kan? Suamimu ini tidak senakal itu, dari dulu aku tidak pernah bermain-main dengan seorang wanita, namun lebih banyak mereka yang mengejarku," Kevin bercerita pada Kiara.


"Apa kamu menerima salah satu wanita yang mengejarmu dulu?" tanya Kiara, ia tersenyum merasa malu-malu.


"Aku rasa tidak," jawab Kevin.


"Dan dress-dress cantik yang ada di dalam lemari itu, itu semua mama yang siapkan buat kamu," lanjut Kevin, membuat Kiara terkejut, sungguh itu semua mama mertuanya yang menyiapkan? Beruntung sekali aku mempunyai mertua yang sangat sayang padaku dan baik padaku.


"Apa kamu tidak sedang berbohong?" Kiara memastikan dengan hati-hati.


"Tidak istriku, kamu tidurlah dengan nyenyak, jangan berpikir macam-macam lagi! Cukup ingat saja wajah tampan suamimu ini!" canda Kevin dengan jail, sebelum Kevin pergi mandi Kevin memberikan Kiara kecupan selamat malam agar Kiara tidurnya nyenyak dan berharap memimpikan dirinya.


Setelah itu Kevin langsung berlalu pergi ke kamar mandi sedangkan Kiara masih belum yakin kalau dress-dress cantik itu yang menyiapkan mama mertuanya, besok harus aku tanyakan pada mama!


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2