
Di hari yang cerah ini, Kevin dan Kiara menghabiskan waktu mereka untuk jalan-jalan, menelusuri pedesaan yang sangat indah ini.
Pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon hijau yang makin mempercantik pemandangan yang ada, hebusan angin yang begitu sejuk membuat Kiara dan Kevin merasa senang menikmati bulan madu mereka di desa ini.
Pedesaan yang letaknya di pinggiran kota, sungguh indah sekali dan masih jarang mobil yang melintas ke pedesaan ini, mungkin jika ada ya hanya mobil-mobil dari kota yang hendak berlibur di desa indah ini.
"Wahh sungainya indah sekali, apakah boleh kita mandi di sungai ini?" tanya Kiara, saat melintasi sungai yang hiasi dengan bebatuan besar dan airnya yang sangat jernih, itu membuat Kiara ingin nyemplung ke sungai itu untuk bermain-main sejenak.
"Dasar kampungan," cetus Kevin.
"Apa kamu tidak pernah main di sungai? Aku tahu, kalau orang kaya itu pasti mainnya di kolam renang," sahut Kiara dengan tatapan lembut pada Kevin.
"Tidak aku......"
Tanpa mendengar jawaban dari Kevin, Kiara langsung menarik tangan Kevin untuk pergi ke sungai itu, sesampainya di sungai itu Kiara duduk di bebatuan besar, Kevin juga duduk di sebelah Kiara.
"Indah bukan?" kata Kiara, melihat pemandangan yang ada di hadapannya, seketika hatinya sangat senang, rasanya beban hidupnya seperti lepas begitu saja.
"Iya, apa kamu menyukainya?" tanya Kevin, ia juga menikmati pemandangan yang indah ini.
"Aku menyukainya," jawab Kiara terukir senyum kecil di sudut bibirnya.
__ADS_1
Kevin menatap Kiara diam-diam, melihat senyum Kiara yang terukir di sudut bibirnya, membuat Kebun juga tersenyum bahagia.
"Kamu tahu, dulu aku suka pergi ke sungai untuk nangkap ikan disuruh oleh ibu, jika aku tidak pergi ke sungai, maka entahlah apa yang akan terjadi pada diriku?" tanpa sadar Kiara bercerita pada Kevin.
"Apa yang akan terjadi? Apa ibumu akan memukulmu? Atau akan memarahimu?" tanya Kevin pada Kiara.
"Tidak ada," elak Kiara, hampir saja dia keceplosan akan kejahatan ibunya.
"Kiara...."
"Perutku lapar, boleh kita pergi makan?" tanya Kiara, ia sengaja mengalihkan pembicaraanya dengan Kevin.
"Baiklah!"
Kevin meraih tangan Kiara, lalu mengajak Kiara pergi ke saung yang penuh dengan jenis makanan dan di saung ini Kiara dan Kevin bisa makan apa saja.
Kiara dan Kevin menikmati makanan pilihan mereka dengan lahap.
Setelah kenyang makan dua sejoli ini melanjutkan jalan-jalan mereka, sungguh mereka terlihat bahagia, biarpun kadang seperti tikus dan kucing, tapi mereka juga bisa akur juga kok.
*****
__ADS_1
Hari demi hari telah berlalu, satu minggu ini akhirnya berakhir dengan bahagia, Kevin pun mengajak Kiara untuk pulang ke rumahnya.
Di tengah-tengah perjalanan Kiara memilih banyak diam karena rasanya sangat ngantuk, sedangkan Kevin fokus menyetir dan ia membiarkan Kiara tidur dengan nyenyak.
Di kampus Kiara.
Rizal terlihat termenung sendirian di kursi taman, Felly yang baru saja datang ia berjalan menghampiri Rizal yang sedang duduk.
"Zal, tidak baik melamun sendirian," cetus Felly dan ia duduk di sebelah Rizal.
"Aku merindukan Kiara, sudah satu minggu aku tidak melihat gadis itu," kata Rizal dan terlihat pelupuk matanya berembun seperti ingin menangis, mungkin sebagai laki-laki yang pernah menyukai Kiara, Rizal belum rela sepenuhnya jika Kiara bersanding dengan laki-laki lain.
"Zal, Kiara sudah menikah, jangan merindukan istri dari laki-laki lain," tutur Felly dengan bijak.
"Tapi Fell......"
"Iklhas kan Kiara, biarkan Kiara bahagia!" pinta Felly sebagai sahabat dari keduanya.
Rizal mengangguk pasrah, ia tidak tahu sampai kapan perasaannya untuk Kiara akan hilang?
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia