
Malam yang cukup sunyi telah datang, kini Kiara di rumah sendirian, sedangkan Kevin masih dirumah sakit.
Kiara yang merasa suntuk, ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas meja dekat tempat tidurnya, baru saja di ambil ternyata ada telpon dari Felly.
Dengan senang hati Kiara mengangkat telpon dari Felly.
"Hallo Fell."
"Kiara, kamu sedang apa?"
"Aku sedang menunggu suamiku pulang."
"Kiara, aku juga ingin punya suami seorang Dokter, kira-kira kamu ada tidak dokter yang tampan buat di kenalin ke aku gitu."
"Felly, kamu tahu sendiri, suamiku orangnya seperti apa? Bagaimana aku bisa melihat laki-laki ganteng yang lainnya?"
"Iya siapa tahu ada, kenalin sama aku!"
"Baiklah, nanti akan ku kenalkan."
Di saat sedang asik mengobrol di telpon dengan Felly tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, Kiara tahu pasti itu suaminya yang baru saja pulang.
"Fell, suamiku sudah pulang, aku tutup dulu ya telponnya," pamit Kiara seraya mematikan saluran telponnya dengan Felly.
Felly terdiam sambil memandangi ponsel yang ada di tangannya, dulu ia tidak kenal waktu saat telponan dengan Kiara, namun setelah Kiara menikah kini semuanya menjadi berubah, sekarang Kiara ada suami yang harus dia urus sedangkan Felly masih betah dengan status jomblowatinya karena belum menemukan laki-laki yang cocok.
*
*
__ADS_1
*
"Siapa yang kamu telpon?" tanya Kevin, tatapan matanya penuh curiga pada Kiara.
"Aku menelpon Felly," jawab Kiara.
"Yakin menelpon Felly?" Kevin masih tidak percaya pada Kiara.
"Iya memang aku menelpon Felly, jika kamu tidak percaya kamu cek saja panggilan keluar di ponselku!" Kiara memberikan ponsel yang ada di tangannya pada Kevin, Kevin menerima ponsel milik Kiara dan mengecek siapa yang baru saja menelpon istrinya?
Saat di dek dan benar itu Felly, Kevin tersenyum senang seraya mengacak-acak rambut Kiara dengan lembut.
"Sekarang sudah percaya?" tanya Kiara.
"Sudah, aku mandi dulu ya, oh iya kamu jangan tidur dulu ya," kata Kevin dan Kiara menatap Kevin dengan tatapan bingung, kenapa aku tidak boleh tidur?
Kevin berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi sambil bernyanyi-nyanyi bahagia, saat ini Kevin bagikan habis menang undian.
"Aku mau memberikan kamu sesuatu!" sahutnya dari dalam kamar mandi sana.
Seketika Kiara terdiam, otaknya terus berpikir apa yang akan diberikan suaminya pada dia? Sehingga ia sampai tidak boleh tidur?
*
*
*
Di rumah sakit Merry tampak lelah menjaga Mega, siapa yang tidak lelah? Dari tadi Mega minta di belikan makan ini dan itu, padahal makanan dari rumah sakit sangat banyak dan banyak macamnya, namun Mega itu sangat rewel dan tidak mau makan makanan dari rumah sakit.
__ADS_1
Setelah lelah dengan berbagai permintaan, akhirnya Mega tertidur nyenyak dan Merry pun akhirnya bisa rebahan di atas sofa dengan tenang.
"Sungguh tidak ada Kiara, semuanya menjadi repot."
"Biasanya dia yang aku suruh membeli ini dan itu, sekarang aku harus sibuk sendiri."
Merry mengingat saat Kiara masih belum menikah, ia menjadikan Kiara sudah seperti budak yang bisa ia suruh-suruh kapan saja, bahkan di saat Merry merasa lelah, ia memarahi Kiara seenaknya sendiri.
*
*
*
Kini 20 menit telah berlalu, akhirnya Kevin keluar dari dalam kamar mandi, ia tampak bahagia dengan mengenakan handuk saja.
Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, ia berjalan menuju ke ranjang tempat tidur.
"Istriku, aku sudah selesai!!"
"Sekarang saatnya aku memberikan sesuatu padamu!!"
Kevin yang sudah merasa sangat bahagia, ia membuka selimut yang menutupi kepala Kiara dan raut wajahnya yang tadinya bahagia seketika menjadi sedih, karena melihat Kiara ternyata sudah tidur dengan nyenyak.
"Kenapa kamu tidur? Bukannya aku menyuruhmu untuk menungguku mandi!!"
"Awas saja besok pagi, aku tidak akan melepaskanmu!!"
Kevin menatap wajah cantik Kiara yang sedang tidur dengan tatapan lekat, entah apa besok pagi yang akan terjadi?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia