Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Ulah mama mertua


__ADS_3

Kini setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Kevin dan Kiara sampai di sebuah pedesaan yang begitu indah dan Kevin juga sudah menyewa penginapan disana untuk satu minggu.


Sesampainya di sebuah penginapan yang Kevin sewa, Kevin duduk di tepi ranjang sedangkan Kiara hanya berdiri saja, karena rasanya masih sangat canggung.


Apalagi melihat Kevin, laki-laki yang baru beberapa hari ia kenal, tiba-tiba sudah sah suaminya saja.


"Kenapa kamu berdiri saja? Duduklah!"


Kevin tersenyum pada Kiara, dalam hatinya Kevin tidak merasa canggung sama sekali.


"Tidak, aku mau berdiri saja," tolak Kiara dengan gugup.


"Maka berdirilah! Sampai kedua kaki copot kalau perlu!"


"Mana ada kaki manusia copot? Memangnya aku ini robbot."


"Berdiri terlalu lama itu tidak baik, tadi di acara resepsi pernikahan kamu sudah berdiri berjam-jam, jika saat ini kamu memilih untuk berdiri lagi, entah akan berapa jam lagi kamu berdiri gadis manis?"


Seketika otak Kiara berputar, benar kata Kevin jika ia berdiri terlalu lama maka kakinya bisa copot, bayangkan saja jika aku sampai tidak punya kaki, maka aku tidak akan bisa kemana-mana dan hanya duduk saja di atas ranjang tempat tidur, sudahlah lebih baik aku duduk saja!


Dengan hati-hati dan berusaha membuang rasa canggungnya, akhirnya Kiara duduk di sebelah Kevin, membuat Kevin tersenyum penuh keberhasilan. "Aku tahu kamu tidak mau kan, kalau kedua kakimu itu copot," batin Kevin dalam hatinya.


"Apakah nyaman duduk di sebelah suami sah mu ini?" tanya Kevin.


Kevin menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Kiara, membuat Kiara juga menggeser duduknya agar agak jauh dari Kevin.


Kini Kevin menggeser duduknya lagi, Kiara pun melakukan hal yang sama, hingga Kiara terpepet karena sudah mentok dan itu membuat Kiara tidak bisa berkutik.


"Mau geser kemana lagi? Apa kamu mau duduk di pangkuanku?" goda Kevin dengan genit dan Kiara menggelengkan kepalanya.


"Kenapa sih duduk saja pakai mepet-mepet segala?" gumam Kiara dalam hatinya.


"Tidak, aku mau pergi mandi dulu, badanku lengket sekali," dengan gugup Kiara beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi menuju ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Kiara berdiri di belakang pintu sambil memegangi dadanya dan ia merasakan debaran jantungnya berdetak kencang.


"Berhentilah berdetak!"

__ADS_1


"Jangan membuatku gugup!"


"Ehh bodoh, kamu menyuruh jantungmu untuk berhenti berdetak, maka kamu akan mati dasar gadis bodoh." Kiara mengutukti dirinya sendiri, sanking gugupnya berhadapan dengan Kevin itu membuat Kiara merasa semakin tidak tenang.


"Sudahlah aku mandi saja," Kiara satu persatu melepaskan bajunya, lalu ia pun mandi.


Setelah beberapa lama Kiara selesai mandi, ia pun memakai handuk putih yang sudah di siapkan oleh penginapan tersebut, kini untuk keluar dari dalam kamar mandi Kiara kembali merasakan deg-degan yang begitu hebat.


Tapi dengan keberanian yang sudah ia kumpulkan, akhirnya Kiara memberanikan diri keluar dari dalam kamar mandi.


Melihat Kiara keluar dari dalam kamar mandi, Kevin membulatkan matanya dengan tajam, sungguh melihat bagian dada Kiara yang begitu mulus, itu membuat Kevin menelan ludahnya dengan kasar. "Mulus sekali," gumam Kevin dalam hatinya.


"Jangan melihatku!!"


"Dih, memang apa salahnya? Aku melihat lekuk tubuh istriku sendiri."


Kiara menatap Kevin dengan kesal, ia pun berjalan pelan menuju ke koper bewarna hitam yang ia bawah.


Perlahan-lahan Kiara membuka koper bewarna hitam miliknya itu, saat membuka koper itu Kiara memelolotkan matanya karena di buat kaget oleh isinya.


Kiara meraih ponselnya, lalu ia menggeser layar ponselnya dan berniat menelpon Felly, namun belum sempat Kiara melakukan itu, Kiara melihat pesan masuk dari mama mertuanya dan Kiara pun membuka pesan dari mama mertuanya itu.


"Kiara, mama sengaja menganti isi koper kamu dengan banyak baju perang nak, biar kamu dan Kevin bisa terus-terusan di dalam kamar dan pulang membawa kabar bahagia untuk keluarga."


Membaca pesan dari sang mama mertua, itu membuat Kiara garuk-garuk kepala, ini apalagi tuhan? Aku saja tidak tahu malam ini apa yang terjadi? Lah ini mama mertua malah mengirim pesan seperti ini, dengan raut wajah yang sulit di jelaskan, Kiara menghela nafasnya dengan kasar.


"Lalu aku mau pakai baju apa malam ini? Haruskah aku memakai baju-baju ini?" Kiara pun bingung, ia tidak tahu mau memakai baju yang mana? Satu kopernya hanya di penuhi dengan baju-baju perang.


Flashback


Jadi saat Kiara dan Kevin sedang sibuk menemui para tamu undangan yang datang di acara pernikahan mereka, Ria pun langsung beraksi. Ia bergegas masuk ke dalam kamar hotel Kiara, lalu menganti isi koper Kiara dengan baju perang yang sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari.


Dan setelah rencananya itu berhasil, Ria keluar dari dalam kamar hotel Kiara dengan raut wajah yang bahagia.


"Kalian harus cepat-cepat punya bayi!" Ria senyam-senyum sendiri, ia membayangkan saat Kiara memakai baju tempur yang sudah ia siapkan, pasti Kevin akana


Ria pun kembali bergegas pergi ke acara pernikahan Kevin dan Kiara.

__ADS_1


Of Flashback


Kevin menatap Kiara dengan tatapan bingung karena Kiara tak kunjung ganti baju padahal Kevin berniat mengajak Kiara untuk jalan-jalan keluar dan makan malam berdua.


"Sayang," panggilnya dengan mesra.


"Namaku Kiara, bukan sayang!" cetus Kiara dengan tatapan kesal dan Kevin malah tersenyum senang. "Sungguh menggemaskan," gumam Kevin dalam hatinya.


"Kenapa kamu tak kunjung berganti pakaian?" tanya Kevin dan Kiara hanya diam saja.


"Apa mau aku yang pakaikan?" lanjutnya, membuat Kiara bergumam kesal.


"Tidak perlu!" sahutnya jengkel.


"Ini semua karena ulah mama mertua," batin Kiara dalam hatinya.


Kevin beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menuju ke Kiara untuk mengecek Kiara, kenapa belum ganti pakaian juga?


"Kia, kamu sungguh membawa baju-baju ini semua?" tanya Kevin, matanya membulat sempurna saat melihat isi koper Kiara penuh dengan baju-baju seski.


"Hii bukan, ini bukan aku, aku bisa jelaskan semuanya," jawab Kiara tapi Kevin malah tertawa bahagia.


"Lalu, kalau bukan kamu siapa? Itukan ada di dalam koper kamu," tanya Kevin yang diiringi tawa bahagia.


Sungguh ini membuat Kiara semakin kesal, tatapan matanya begitu kasar kepada Kevin tapi Kevin malah membalasnya dengan senyuman manis.


"Pakailah salah satu di antara mereka! Aku sudah tidak sabar," goda Kevin.


"Sudah tidak sabar untuk apa?" tanya Kiara dengan begitu polosnya.


"Ya tentu saja untuk ehem-ehem," jawab Kevin dengan manja.


Haah ehem-ehem itu apa?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2