
"Masih jam kerja sekarang," sindir Fina sinis, Felly menatap Fina kesal.
"Kata siapa Fin? Sekarang tepat jam 12 siang, tepat waktunya untuk istirahat dan makan siang," sambung Putra sinis juga pada Fina.
Kiara menggelengkan kepalanya pelan, hatinya sedikit kesal karena Fina itu selalu saja menganggu suaminya, padahal sudah jelas suaminya ini tidak akan pernah tergoda olehnya tapi ya Fina terus saja gatal.
"Mas, kamu tadi dapat titipan salam dari papa," ujar Kiara dengan nada lembut.
Kiara duduk di kursi yang terhalang meja kerja Kevin, sedangkan Felly duduk di kursi yang terhalang meja kerja Putra.
Putra dan Felly saling melempar senyum, iya mereka pernah bertemu waktu acara nikahan Kiara dan Kevin, mereka juga sempat ambil foto bersama.
"Kiara, apa tidak ada Dokter tampan yang lainnya gitu?" tanya Felly pada Kiara.
"Tanyakan saja pada suamiku Fell," saran Kiara.
"Banyak Nona Felly, tapi bukannya Putra juga tampan, dia masih jomblo loh," sahut Kevin dengan jail dan Kiara tertawa kecil.
"Itu Fell, masih jomblo loh," lanjut Kiara yang tidak kalah jail.
"Dokter tampan yang lain banyak, namun yang jomblo hanya satu ya aku doang," ujar Putra dengan begitu percaya dirinya membuat Kevin geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Ada itu Dokter Jordy, dia sangat tampan tapi sayangnya istrinya dua, lalu kamu mau jadi istri yang ketiganya?" tanya Putra pada Felly.
Mendengar kata-kata Putra, Kiara dan Kevin saling tertawa sedangkan Felly memanyunkan bibirnya.
"Kalau bisa jadi istri pertama, kenapa harus yang ketiga?" cetus Felly dengan senyum manis di bibirnya.
"Ya udah kalau mau jadi yang pertama, aku saranin sama Putra saja! Dia juga tampan," ujar Kevin yang memberikan dukungan untuk Putra.
"Aku pikirkan dulu kalau gitu Dokter Kevin," sahut Felly dan di tatap kesal oleh Putra.
"Oh iya sayang, dapat salam apa dari papa?" tanya Kevin penasaran.
Kevin tersenyum kecil, Putra menatap Kevin penuh tanda tanya juga.
"Vin apa Dokter Mahendra memberikan tugas padamu?" timbrung Putra yang penasaran.
"Iya, tapi itu tugas rahasia," sahut Kevin dengan tawa kecil.
"Mas, lalu yang papa maksud, apakah adonan yang kamu ajarkan padaku waktu di ranjang?" dengan polosnya Kiara menanyakan hal itu pada Kevin, Kevin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Kiara kenapa kamu terlalu polos sekali? Padahal sudah sering kali aku nodai," batin Kevin dalam hatinya.
"Vin, kamu mengajari istrimu membuat adonan di ranjang? Lalu apa adonan yang kalian buat?" Putra cengar-cengir, sudah seperti kuda saja, otaknya mencerna dengan baik kata-kata Kiara.
__ADS_1
"Aku tahu, pasti kalian sedang membuat adonan itik kecil, ihh manis sekali," cetus Felly dengan wajah gemasnya, otak Felly juga sudah ternodai apalagi ia suka sekali nonton film dewasa tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, lagian Felly juga sudah dewasa juga, jadi menurutnya wajar saja menonton film dewasa.
"Itik kecil, memangnya kita ayam," celetuk Kiara dan akhirnya mereka tertawa bersama-sama, hanya Fina saja yang tidak tertawa dan ia malah merasa kesal dengan candaan mereka.
Fina yang ada di meja kerjanya terus komat-kamit tidak jelas. "Aku doakan, mudah-mudahan selama pernikahan kalian, kalian tidak akan punya anak," doa Fina dalam hatinya.
"Sudah-sudah, ini adonan khusus untuk yang sudah menikah, yang belum jangan sampai giling adonan dulu!" canda Kevin sambil nyengir ke Putra.
"Vin, kamu cengar-cengir sama aku, aku saja belum punya kekasih, apa aku harus membuat adonan itu dengan Pusi?" keluh Putra, dan di tatap sorot mata tajam oleh Felly. "Pusi siapa? Apakah itu gadis yang sedang dekat dengan Dokter Putra?" batin Felly menduga-duga.
"Boleh Put, kamu buat saja dengan Pusi! Aku yakin dia tidak akan menolak," cibir Kevin jail.
Kini Felly mengarahkan pandangan ke Putra.
"Pusi siapa? Apa kamu sudah punya kekasih Dokter Putra?" tanya Felly dengan raut wajah tidak bahagia.
Putra menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dasar Kevin kenapa harus menyebut-nyebut Pusi sih?
"Pusi adalah,"
Bersambung
__ADS_1