
Pagi yang cerah telah datang, Kevin sudah bangun lebih dulu karena sudah harus mulai masuk kerja lagi dan bertemu dengan para pasiennya di rumah sakit.
Kiara bergulat malas, merasakan kasur tidurnya yang begitu empuk, berbeda sekali dengan kasurnya yang ada di rumahnya.
"Bangun sudah siang! Kamu tidak masuk kuliah?" Kevin membangunkan Kiara dengan nada lembut, tapi Kiara hanya bergulat saja.
"Gadis polos, bangunlah!" Kevin kembali membangunkan Kiara, hingga Kiara yang dari tadi merasa terusik akhirnya perlahan-lahan membuka matanya.
"Tidur disini rasanya seperti tidur di surga, kenapa kamu menganggu tidurku?" Kiara mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Dasar tukang manyun, aku cium nih!" dengan jail Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Kiara yang baru saja bangun tidur, dan dengan cepat Kiara menahan bibir Kevin dengan jari telunjuknya."Dasar mesum," cetusnya, haduh aku belum gosok gigi ini udah mau main cium-cium saja, Kiara senyam-senyum dalam hatinya.
Kiara buru-buru beranjak dari tempat tidur, ia ingin segera lari ke dalam kamar mandi, selain ia merasa deg-deggan ia juga merasa malu-malu tapi mau.
"Vin, sebelum berangkat aku boleh minta tolong ambilkan pembalutku di dalam tas aku?" kata Kiara dari dalam kamar mandi, tanpa menjawab Kevin bergegas mengambilkan apa yang di minta istrinya itu.
"Ini pembalutnya!"
"Taruh saja di depan pintu! Aku sudah lepas baju soalnya."
"Memangnya kenapa jika kamu sudah melepaskan bajumu? Kita inikan suami istri, bukannya itu lebih baik, apalagi jika lepas bajunya bareng-bareng!"
Kevin berdiri di depan pintu kamar mandi, ia suka sekali menggoda istrinya dan membuat istrinya marah itu hal yang menyenangkan baginya, untung saja bukan istri tetangga yang Kevin goda, jika istri tetangga yang Kevin goda, entah apa yang akan dilakukan oleh Kiara padanya?
"Dasar mesum! Sana berangkat kerja! Aku nanti kuliah berangkat sendiri saja, aku bisa naik bisa!" Kiara berteriak dari dalam kamar mandi, dan Kevin malah tertawa senang dengan suara pelan.
__ADS_1
"Baiklah, aku berangkat duluan, soalnya ada pasien pagi ini." Pamit Kevin pada Kiara.
"Iya hati-hati di jalan!" sahut Kiara dari dalam kamar mandi.
Kevin keluar dari dalam kamarnya, lalu ia pergi menuju kemeja makan dan disana sudah ada kedua orang tuanya yang sedang sarapan berdua.
"Kevin, kok sendirian?"
"Mana Kiara, nak?"
Sorot mata Ria mencari-cari Kiara yang tidak ada di sampingnya Kevin.
"Kiara sedang mandi ma, oh iya ma, aku nitip Kiara ya. Aku hari ini sudah mulai masuk kerja takutnya pulangnya malam," kata Kevin dan ia duduk di kursi meja makan.
"Kamu kerjalah dengan tenang! Mama akan menjaga istrimu dengan baik, oh iya mama juga sudah menyiapkan baju-baju cantik di dalam lemari kamu, itu untuk Kiara." Ria terlihat bahagia, dan Kevin tersenyum kecil, dasar mamanya ini memang selalu mengerti apa kebutuhan seorang wanita.
"Dasar kamu ini, baiklah mama tidak akan mengatakannya," dengan jail juga Ria setuju dengan ide anak jailnya itu.
Tanpa sarapan terlebih dahulu, Kevin beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan kepada mama dan papanya, sedangkan Mahendra memang hari ini bertugasnya siang.
*
*
*
__ADS_1
Kiara yang baru saja selesai mandi, ia memakai baju yang sama lagi, karena ia tidak membawa baju ganti, ya karena tidak mau menginap di rumah kedua mertuanya jadi Kiara tidak membawa pakaian ganti.
Kiara berjalan menuju ke lemari, mungkin kemeja Kevin ada yang bisa ia pakai untuk sementara?
Namun saat Kiara membuka lemari pakaian Kevin, ia langsung menatapnya dengan tatapan terkejut, melihat dress-dress cantik di dalam lemari Kevin, Kiara geleng-geleng kepala.
"Apa laki-laki aneh ini suka membawa gadis masuk ke dalam kamarnya?"
"Jika memang iya, sungguh aku tidak habis pikir."
"Pantesan dia suka sekali menggodaku, ternyata bukan hanya aku yang dia goda, pasti wanita yang ajak tidur, juga di goda oleh dirinya."
Kiara kembali menggelengkan kepalanya, ia merasa sedih, jika Kevin benar suka bermain wanita, maka apakah aku termasuk wanita yang akan di mainkan oleh dirinya juga? Jika itu benar, Kiara tidak tahu lagi bagaimana ia menjalani hidup untuk ke depannya?
Kiara pun tidak jadi mengambil salah satu pakaian milik Kevin, ia memilih memakai baju yang ia kenakan dari tadi malam.
Kiara menutup kembali pintu lemari milik Kevin, lalu ia duduk di tepi ranjang sambil menyisir rambut dengan sisir yang selalu ia bawa di dalam tasnya, ia juga tidak lupa mempoles sedikit bibirnya dengan lipstik berwarna natural dan merias sedikit dengan bedak yang berwarna natural juga, saat ia sudah selesai berdandan ia langsung keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke meja makan.
Kiara di sambut hangat oleh kedua mertuanya yang masih berada di meja makan, disana juga sudah ada Kesya dan mereka menikmati sarapan pagi bersama.
Di meja makan Kiara tidak menanyakan tentang pakaian wanita yang ada di lemari milik Kevin, karena tidak enak dan mungkin ada baiknya Kiara bertanya nanti saja saat Kevin sudah pulang.
Biarpun pikirannya tidak tenang dan pikirannya kemana-mana, Kiara mencoba untuk bersikap baik-baik saja.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia