
"Dia adalah istriku," ujar Kevin dengan bangga.
Seketika sang pasien kaget, ia mengira Kevin belum menikah dan ternyata Kevin sudah punya istri yang sangat cantik.
"Nona Hera, ada yang mau di tanyakan lagi?" tanya Kevin, dan Kiara duduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya Kevin, karena ada pasien dan takut menganggu juga jadi dengan sabar Kiara menunggu Kevin selesai dengan pasiennya selesai bicara.
Hera menatap Kiara dengan tatapan tidak suka, ia melirik Kiara dengan tatapan kasar.
"Serius itu istri dokter," tanya Hera, tatapan matanya terlihat meremehkan Kiara. "Masa selera Dokter Kevin seleranya gadis seperti itu? Lihat saja dia dada saja rata seperti itu, jelas-jelas lekuk tubuhnya jauh lebih bagus dariku, selama ini aku sudah menaksir Dokter Kevin, tapi ternyata dia sudah punya istri. Tapi aku yakin aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan hati Dokter Kevin, lagian kan tubuh gadis itu dengan tubuhku jelas-jelas bagusan tubuhku, seksian aku juga," batin Hera dalam hatinya, dalam hatinya ia tertawa meremehkan Kiara yang menurutnya tidak ada apa-apanya dariku.
Hera adalah pasien Kevin, ia selama ini memang menaksir Kevin namun Kevin enggan menanggapi Hera, biarpun Hera sering menggodanya, mengajak Kevin jalan ataupun pergi makan berdua, Kevin itu selalu menolak ajakannya.
Kiara yang sedang duduk, ia melihat Hera dengan tatapan penuh tanda tanya? Itu orang kenapa? Dia menatapku dengan tatapan mengajak perang?
__ADS_1
"Serius, dia istriku satu-satunya," jelas Kevin dengan tegas.
"Oh, siapa tahu Dokter Kevin bosan dengan dia, saya siap untuk menjadi istri pengganti," dengan genit Hera menatap Kevin nakal, ia senyam-senyum kecil, tapi lagi-lagi tatapan matanya menatap Kiara malas.
"Maaf Nona Hera, jika sudah tidak ada urusan lain lagi, maka keluarlah dari ruangan saya! Karena ini sudah waktunya istirahat dan saya juga mau makan siang dengan istri saya, dan jika ada keperluan lain lagi bisa di konsultasi kan di hari lain! Terimakasih," kata Kevin, ia terlihat menahan rasa kesalnya, bisa-bisanya Hera menawarkan dirinya sebagai istri penganti, Hera tidak tahu saja kalau Kevin dan Kiara baru nikah seminggu yang lalu.
Hera beranjak dari tempat duduknya dengan kasar, ia juga berlalu pergi dengan kasar, ia pun sebelum meninggalkan ruangan Kevin, ia memeloloti Kiara dengan tatapan tidak suka.
Kiara menghela nafas berat, kok ada orang aneh seperti itu di ruangan suaminya?
"Kalau ada orang bagaimana?" oceh Kiara dengan sorot mata kesal.
"Tenang saja! Aku akan menyuruh mereka menutup kedua matanya," kata Kevin dan Kiara melirik Kevin dengan kesal.
__ADS_1
"Dasar kamu ini dokter mesum," cibir Kiara.
"Mesum pada istri sendiri itu tidak apa-apa," goda Kevin.
Kiara geleng-geleng kepala, dasar suaminya ini memang menyebalkan.
"Sudahlah jangan bergurau! Aku bawakan kue brownies, ini aku dan mama yang membuat, eh lebih tepatnya mama deh, karena aku cuma bantuin," kata Kiara, ia membuka tempat bekal berisi kue brownies coklat, lalu mendekatkan tempat bekal itu pada Kevin.
"Ambillah, makanlah!"
Kevin pun mengambil satu iris brownies coklat itu, lalu menyuapkan ke dalam mulutnya, setelah dari mulutnya, Kevin menyuapi Kiara dengan brownies bekas gigitannya itu, awalnya Kiara menolak, namun Kevin tetap menyuapinya hingga akhirnya Kiara membuka mulutnya dan memakan brownies bekas gigitan dari Kevin itu.
Bukannya pergi makan siang, Kiara dan Kevin malah asik menikmati brownies coklat itu, mereka saling suap-suapan dengan mesra, tanpa sadar kemesraan mereka itu tiba-tiba datang.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia