Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Di mall


__ADS_3

"Tunggu sayang!"


"Itu siapa?"


Kiara mengikuti pandangan Kevin dengan lekat, melihat apa yang di lihatnya, Kiara cukup kaget.


"Itu Ibu sama Kak Mega, tapi kenapa mereka disini?"


"Dasar bodoh, tentu saja mereka itu sedang shopping sayang."


Kiara mengangguk, benar juga kata Kevin ya, lagian saat ini saja Mega dan Merry sedang berada di toko pakaian wanita.


"Ayo kita kesana!"


"Ibu, bukannya ibu minta uang aku untuk membeli obat Kak Mega, tapi kenapa ibu tega bohong padaku?" batin Kiara dalam hatinya.


Kiara menarik tangan Kevin, lalu mengajak Kevin ke toko pakaian wanita yang disana ada Merry dan Mega.


"Ibu, Kak Mega," tegur Kiara tiba-tiba.


Mega dan Merry tampak kaget, mereka menoleh secara bersamaan mendengar suara yang tidak asing itu, aduh mati aku, kenapa tambang emas ini ada disini? Merry kelihatan ketakutan, jika Mega sendiri ia cukup tenang.


"Kiara, Kevin," dengan gugup Merry membalas teguran Kiara.


"Bu, bukannya Kak Mega masih sakit, Ibu bilang Ibu butuh uang untuk membeli obat kakak," tanya Kiara pada Merry.


"Kita,"


"Kita memang sekalian membeli obat, daripada jenuh akhirnya Ibu ajak Mega ke mall, iya ke mall biar dia tidak jenuh di rumah saja," jawab Merry dengan nada gugup, kakinya juga tiba-tiba terasa gemetaran karena takut pada Kevin.

__ADS_1


"Kenapa Ibu gugup sekali?" tanya Kiara penuh selidik.


"Ah itu hanya perasaanmu saja, nak," elak Merry dengan gugup, bahkan tanpa sadar Merry memanggil Kiara dengan sebutan nak.


Kiara tercengang tidak percaya, seketika dirinya bagaikan mimpi di siang bolong, Ibu memanggilku dengan sebutan nak? Dedemit mana yang sudah merasuki tubuh ibu?


Kiara sadar kalau selama ini Merry tidak pernah memanggilnya dengan sebutan semanis itu.


"Kiara, kamu sama sedang disini, bagaimana kalau kamu belanjakan kita sekalian! Kamu kan tahu, aku masih sakit dan tidak punya uang, jadi tidak salah dong jika kamu membelikan aku beberapa baju dan tas," ujar Mega dengan entengnya, tanpa malu Mega mengatakan itu semua pada Kiara.


Kiara menghela nafasnya dengan berat, kenapa kakaknya bersikap seperti ini di hadapan suaminya?


"Kak, kan aku udah transfer uang ke ibu," sahut Kiara yang merasa tidak enak pada Kevin, ingin menatap mata Kevin saja Kiara tidak melakukannya karena sudah terlanjur malu karena kakaknya itu.


"Dasar pelit," cetus Mega dengan sinis.


"Kak, bukannya seperti itu,"


"Sudahlah sayang, tidak apa-apa kita belanjakan ibu dan kakakmu, lagian kan tidak setiap hari ini," Kevin dengan cepat memotong kata-kata Kiara, membuat Kiara semakin tidak enak hati.


"Mas tidak usah, nanti merepotkanmu," tolak Kiara dengan hati-hati.


"Kiara, kamu itu apaan sih? Sok-sokan menolak, lagian yang mau di belanjain kan aku dan ibu, bukannya kamu," kata Mega dan di anggukin oleh ibunya.


Dasar dua wanita ini memang tidak punya hati, bahkan mereka juga tidak tahu malu.


"Sudahlah Kia, ayo belanja tidak apa-apa," ujar Kevin karena tidak mau sampai dia marah di mall.


Mega tersenyum licik penuh kemenangan, dasar Kiara itu memang bodoh, tapi aku senang karena dia akhirnya menjadi tambang emas aku. Jadi aku tidak perlu capek-capek kerja, tinggal minta saja apa-apa sama Kiara. Dalam hatinya Mega tertawa lepas, ia bahkan tidak perduli dengan status Kiara yang sudah menikah, bagi Mega yang penting uang dan uang.

__ADS_1


Kevin akhirnya membelanjakan apa saja yang di minta oleh ibu dan kakak iparnya itu, tentu saja Kevin hari ini mengeluarkan kocek yang lumayan besar, apalagi Mega membeli baju tidak kira-kira, dasar Mega itu memang tidak tahu malu, ia juga membeli dua tas yang harganya puluhan juta, sungguh hari ini Kevin tekor, namun Kevin tidak apa-apa semua ini demi Kiara.


Sedangkan Merry cukup tahu diri ia hanya membeli dua dress cantik untuk pergi arisan dan satu tas jinjing untuk pergi arisan juga.


"Kiara, kamu tidak mau membeli sesuatu?" tanya Kevin, ia melihat Kiara hanya berdiri sambil terus memperhatikan kakaknya dan ibunya.


"Tidak mas," jawab Kiara singkat.


Kevin yang seolah tahu, kalau Kiara sedang merasa tidak enak pada dirinya, apalagi kakak dan ibunya belanja cukup banyak.


"Kenapa tidak? Beli saja yang kamu mau!" titah Kevin dengan nada lembut.


Kiara menggelengkan kepalanya, ia cukup tahu diri dan tidak mau kalau Kevin sampai ilfil padanya.


"Beneran?" Kevin memastikan.


Kiara mengangguk. "Mas pasti uang kamu hanya banyak, maafin kakak dan ibuku ya," kata Kiara dengan nada lembut.


"Tidak apa-apa sayang, uang mas tidak akan habis, jika habis ya mas tinggal kerja lagi," ujar Kevin yang tidak ingin Kiara terlalu cemas.


Kiara tersenyum kecil, ia bersyukur biarpun menikah dengan Kevin itu dadakan, tapi Kiara tidak merasa rugi, apalagi Kevin ternyata sangat baik.


Setelah berbelanja, Kevin mengajak semuanya untuk makan bersama dulu, sungguh Kevin ini terlalu baik, mungkin karena ia belum tahu kebusukan Mega dan Merry pada Kiara, jika Kevin tahu, yakinlah Kevin tidak akan lagi bersikap manis seperti saat ini.


Setelah selesai makan, mereka semua pulang sebagai menantu yang baik, Kevin juga mengantarkan ibu dan kakaknya itu sampai di rumah.


Kevin juga ikut mampir karena ingin melihat kamar Kiara dan ingin tahu lebih dalam kehidupan Kiara di masa lalu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2