
Kevin dan Kiara baru saja sampai dirumahnya Kevin, mereka sama-sama turun dari dalam mobil.
Kevin mengandeng tangan Kiara dengan mesra, tapi Kiara menolak untuk di gandeng.
"Jangan gandeng-gandeng!"
"Memangnya kenapa? Kamu mau bilang kalau kita gandengan, itu bakal seperti truk gandeng?"
"Nah itu kamu tahu jawaban."
Seketika Kevin memelototi Kiara dengan tajam. "Dasar kamu ini istri macam apa?" cibir Kevin dengan kesal.
Kiara cuek, ia terus melangkahkan kakinya dan sesampainya di depan pintu rumah Kevin, tiba-tiba Kiara menghentikan langkah kakinya membuat Kevin terkejut.
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa."
"Akankah rumah ini menjadi neraka bagiku?" batin Kiara dalam hatinya.
"Ayo masuklah.....!!!"
Kevin menarik tangan Kiara, Kiara pun tidak menolak dan mengikuti langkah kaki Kevin.
Sesampainya di sebuah kamar yang cukup mewah dan menurut Kiara kamar ini begitu nyaman, karena beda sekali dengan kamar miliknya di rumahnya sendiri.
"Ini......"
"Ini kamarku, dan ini akan menjadi kamar kita," sambung Kevin, ia tahu pasti Kiara akan menanyakan hal ini.
__ADS_1
Kiara mengangguk. "Apa tidak ada satu kamar untukku?" tanyanya tiba-tiba, membuat Kevin menggeleng kesal.
"Kita akan tidur bersama, ingat kita ini suami istri!" tukas Kevin, membuat Kiara tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. "Dasar Kiara bodoh, kan memang sudah suami istri, lah kamu malah meminta kamar sendiri," dalam hatinya Kiara mengutuki dirinya sendiri.
Dengan langkah kaki yang cukup berat, Kiara pun masuk ke dalam kamar milik Kevin, Kevin langsung berbaring di atas kasur karena tubuh kekarnya merasa begitu lelah, apalagi dia menyetir sendirian dengan jarak yang cukup jauh.
"Istirahatlah! Nanti malam aku mau mengajak kamu ke rumah mama dan papa," ujar Kevin seraya memejamkan matanya.
Di saat Kevin memejamkan matanya, Kiara masih berdiri dengan raut wajah bingung.
Kiara ingin tidur di atas kasur tapi lagi-lagi rasanya sangat canggung, akhirnya Kiara berjalan menuju ke sofa dan dia tidur di atas sofa.
******
Malam menunjukkan pukul 7, Kevin sudah rapi dengan setelan kemeja warna hitamnya yang di padukan dengan celana panjang warna abu-abu.
Kiara juga sudah cantik dengan dress cantik warna putih selututnya.
Tidak lupa mereka membawa oleh-oleh yang sudah Kevin beli saat bulan madu kemarin.
Di dalam mobil terasa sunyi, karena Kevin dan Kiara tidak saling bicara, hingga sampai di kedua orang tuanya Kevin, mereka pun tidak saling bicara.
Kini mereka turun dari dalam mobil dan di sambut oleh dua satpam yang ada di depan rumah.
"Selamat malam Tuan Kevin," sapa keduanya dengan sopan.
"Selamat malam pak, oh iya ini oleh-oleh buat bapak berdua," sahut Kevin dan Kiara dengan sopan juga, Kevin memberikan dua paper-bag kepada kedua satpam rumahnya itu, dengan senang hati kedua satpam itu menerima oleh-oleh dari Kevin dan Kiara. Tidak lupa mereka juga mengucapkan terimakasih pada Kevin dan Kiara.
Kevin memang tidak pernah pelit kepada siapapun, setiap kali dia pergi kemana-mana atau pergi liburan pasti para Art dan satpam dirumah kedua orang tuanya selalu dibelikan oleh-oleh.
__ADS_1
Dan saat pergi bulan madu, Kevin juga tidak lupa ia membeli oleh-oleh cukup banyak untuk kedua orang tuanya, adeknya, dan seluruh pekerja di rumah orang tuanya, entah berapa kocek uang yang Kevin habiskan, tapi Kevin tidak pernah perduli, karena baginya uang itu tidak akan di bawah mati.
Kevin dan Kiara melanjutkan langkah kaki mereka, lalu mereka mengetuk pintu rumah kedua orang tuanya dan di bukakan pintu oleh salah satu Art di rumah itu.
Kevin dan Kiara masuk, mereka langsung menuju ke ruangan keluarga karena Kevin tahu pasti kedua orang tuanya sedang menonton televisi di ruang keluarga.
"Mama, papa," panggilnya.
"Kevin, Kiara, anak mama," dengan senang hati Ria beranjak dari tempat duduknya dan Kevin melebarkan kedua tangannya seperti sayap, berharap sang mama memeluknya, namun ternyata salah dan dengan senang hati sang mama malah memeluk Kiara dengan erat.
"Putriku, apa kamu sehat?" tanya Ria seraya memeluk erat Kiara.
Kevin merapatkan kembali kedua tangannya, ia menatap kesal sang mama. "Baru masuk ke keluarga Mahendra saja sudah menggeser posisiku," batin Kevin dalam hatinya.
"Aku sehat ma, kalau mama bagaimana?" Kiara bertanya balik, Ria melepaskan dirinya dari tubuh mungil Kiara. "Mama juga sehat nak, ayo kita duduk nak!" ajaknya dan Kiara mengangguk senang.
Di saat Ria mengadeng tangan Kiara dengan penuh kasih sayang dan meninggalkan Kevin yang masih berdiri tegak, itu cukup membuat Kevin iri.
"Dasar mama, anak sendiri tidak peluk," gumam Kevin dan di dengar oleh Ria.
"Kamu sudah besar Vin, tidak usah meranjuk!" omel Ria sambil menatap Kevin.
Kiara menyalami papa mertuanya, lalu ia juga menyalami Kesya dan Kesya menyambutnya dengan baik.
"Duduklah kakak ipar, Kak Kevin kamu geser sedikit!" kata Kesya, Kevin pun terpaksa bergeser, kali ini buka hanya sang mama tapi adeknya juga sudah berpihak pada Kiara.
Kiara tersenyum senang, ini pertama kalinya ia merasakan kehangatan di dalam sebuah keluarga.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia