Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Fina cemburu


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 7 malam, akhirnya pekerjaan Kevin selesai, Kiara juga masih setia menunggu sang suami dan dia hanya duduk di kursi kerja suaminya sambil menikmati cemilan dan berbagai minuman kaleng yang Kevin belikan tadi.


Kevin dan Fina sama-sama masuk ke ruangan kerja mereka, Putra juga jalan di belakang mereka.


Sesampainya di ruangannya, Fina langsung memasang wajah kesal saat melihat Kiara masih berada di dalam ruangan kerjanya.


"Suami kerja kok di tungguin," sindir Fina yang lagi-lagi tampak sinis pada Kiara.


"Wajarlah jika aku menunggu suamiku pulang, to yang aku tunggu suami sahku, bukan suami wanita lain," sahut Kiara seraya menunjukkan senyum bahagianya.


"Lagian kamu sinis banget Fin, Kiara nungguin suaminya juga dia tidak salah, ingat rumah sakit punya mertuanya Kiara," sambung Putra yang merasa kesal pada sikap sinis Fina pada Kiara.


"Tetap saja Putra, kerjaan dan rumah tangga itu harus di bedakan!" sahut Fina dengan entengnya.


Kevin meraih pergelangan tangan Kiara, lalu menariknya dengan lembut.


"Fin, aku tahu kamu itu terlalu cemburu, tapi aku membawa istriku juga tidak ada salahnya lagian semua perkerjaanku beres," kata Kevin dengan nada tegas, membuat Fina menatap Kevin dengan tatapan sengit.


"Sudahlah Fin, Kevin sudah menikah, jangan kamu gangguin terus dia!" saran Putra, dalam hal ini Putra tahu kalau Fina itu masih sangat berharap bisa mendapatkan cinta Kevin yang jelas-jelas Kevin tidak pernah punya perasaan pada Fina.

__ADS_1


"Terserah kalian!" Fina yang merasa dirinya kalah, ia pun meraih tas miliknya dengan kasar dan langsung berlalu pergi dari dalam ruangan itu.


Putra dan Kevin sama-sama menggelengkan kepalanya, mereka tidak habis pikir kalau Fina akan bersikap seperti ini pada Kiara.


"Sudahlah Vin, Kia, aku pulang duluan ya," pamit Putra dan ia langsung berlalu pergi dari hadapan Kevin dan Kiara.


"Hati-hati Put!!" kata Kevin, saat Putra sudah keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Telat Dokter Kevin," cetus Kiara, lagian Putra sudah keluar dari dalam ruangan kerjanya baru mengatakan hati-hati.


"Kamu bisa saja sayangku, ayo kita pulang, kita buat adonan dirumah!" dengan tatapan mesum Kevin menatap dalam-dalam kedua manik mata milik Kiara.


"Adonan? Apa kita mau membuat kue?" tanya Kiara pada Kevin, Kevin tersenyum kecil dan licik. "Iya adonan kue khusus, ini juga harus kita berdua yang membuatnya, karena tidak boleh di bantu oleh orang lain," ujar Kevin dengan begitu jail.


Sebelum pulang ke rumah, Kevin lebih dulu mengajak Kiara untuk makan di restoran lebih dulu, iya tentunya untuk tenaga nanti saat membuat adonan nanti.


*


*

__ADS_1


*


Sesampainya di rumah, Kevin mengajak Kiara masuk ke dalam rumah dan langsung mengajak Kiara masuk ke dalam kamar.


Kevin mandi lebih dulu, lalu setelah Kevin selesai mandi Kiara pun mandi.


Kini keduanya sudah sama-sama mandi, mereka pun sama-sama berbaring di atas tempat tidur.


Dengan posisi saling berhadapan, tatapan Kevin dan Kiara cukup dalam.


"Apa wanita itu menyukaimu?" tanya Kiara dengan nada lembut.


"Haruskah kita membahasnya?" Kevin malah balik bertanya, ia tampak kesal saat Kiara menanyakan tentang wanita itu, iya siapa lagi kalau bukan Fina?


"Apa aku tidak boleh tahu?" Kiara tampak manyun.


"Besok aku kasih tahu, sekarang kita buat adonan dulu!" kata Kevin, seketika Kiara bengong.


Adonan apa yang mau Kevin buat sehingga harus di atas ranjang tempat tidur?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2