Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Rasa kawatir Kevin


__ADS_3

Pagi yang cerah telah datang Kiara buru-buru beranjak dari tempat tidurnya karena merasakan mual dan ingin muntah.


"Hoek....Hoek.....!!"


Di kamar mandi Kiara muntah-muntah, tubuhnya rasanya begitu lemas dan kepalanya terasa sakit.


Mendengar suara muntah-muntah, Kevin buru-buru bangun dari tidurnya, lalu beranjak dari tempat tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi.


"Hoekkk...hoekk...!!"


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tampak sangat kawatir Kevin pada istrinya, ia memijat bagian leher belakang Kiara.


"Aku tidak apa-apa mas, hanya saja rasanya mual sekali. Mungkin ini bawaan bayi mas," ujar Kiara yang diiringi senyum kecil.


"Ayo mas tuntun," dengan penuh perhatian Kevin menuntun Kiara keluar dari dalam kamar mandi.


Kini Kiara duduk di tepi ranjang, Kevin menatap istrinya dengan tatapan cukup kawatir.


"Mas, mandilah! Aku siapkan baju, sudah jam 6 nanti terlambat ke rumah sakit," titah Kiara pada Kevin. Biarpun rasanya pusing sekali tapi Kiara harus menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik. Apalagi jika mengingat pelakor dimana-mana rasanya tidak tenang, tapi Kiara selalu percaya dengan suaminya.


"Mas mau berangkat kerja tapi kawatir sama kamu," kata Kevin pada Kiara dan Kiara tersenyum senang. Sesayang inikah suaminya padanya, beruntung sekali aku mendapatkan cinta dan hatin Mas Kevin.


"Tidak apa-apa, nanti kalau ada apa-apa aku kabarin mas." Kiara menyakinkan Kevin, kasian banyak pasien yang membutuhkan tenaganya.


"Kamu ikut mas ke rumah sakit saja ya!" ajaknya penuh rasa kawatir.


"Aku hari ini kuliah mas, ini aku juga mau bersiap-siap," jawab Kiara dengan nada lembut.


Kevin yang tadinya berdiri ia duduk di sebelah Kiara, lalu meraih tangan Kiara dan menggegamnya penuh kehangatan.


"Apa tidak sebaiknya kamu istirahat dulu, kan kamu sedang hamil muda, mas takut kamu akan kelelahan dan kecapean," ujar Kevin dengan penuh perhatian.


"Mas, aku akan jenuh bila hanya di rumah saja," jawab Kiara dengan tatapan lembut.

__ADS_1


"Tapi sayang, mas takut kamu kecapean, terus kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?" Kevin sangat menghawatirkan istrinya.


"Ada Felly mas, dia akan menjaga aku dengan baik," ujar Kiara dengan mantap.


Akhirnya Kevin mengangguk, ia juga mengizinkan Kiara untuk pergi ke kampus. Kevin juga menyuruh beberapa orang suruhannya untuk menjaga Kiara tentu saja tanpa sepengetahuan Kiara. Jika Kiara tahu, pasti ia akan protes kalau suaminya terlalu berlebihan, namun Kevin melakukan semua ini untuk menjaga Kiara dan ia bisa fokus dengan pekerjaannya.


***


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Kevin baru saja menyelesaikan operasi bersama dengan Putra dan Fina.


Kini mereka tampak lelah dan sedang membersihkan diri mereka di ruang istirahat.


"Mas ada pasien lagi tidak?" tanya Putra, melirik ke Kevin.


"Tidak ada Dokter Putra, hari ini pasien operasi cuma satu, sisanya di tanganin oleh Dokter beda yang lainnya," jelas Kevin dan Putra tersenyum senang. "Yes, aku tinggal dulu ya, aku mau ada bisnis," pamitnya dan langsung pergi begitu saja.


Kini di ruang istirahat itu tinggal Kevin dan Fina, mereka tampak sibuk dengan dirinya masing-masing.


"Dokter Kevin, aku lapar bagaimana kita makan di kantin berdua yuk!" ajak Fina mumpung ada kesempatan.


Fina tampak cemberut, kenapa harus istri dan istri, apa sedikit saja dia tidak pernah menyukaiku?


"Aku ke ruangan dulu ya Dok," pamit Kevin dan berlalu pergi meninggalkan Fina.


Fina hanya diam, kenapa aku tidak bisa mendapatkan cinta Kevin?


Kevin memilih menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas pasien yang ada di meja kerjanya.


"Dokter Putra, kemana?" Kevin mengira Putra ke ruangan ternyata entah kemana?


Putra cengar-cengir sendirian di taman rumah sakit, ia menelpon Felly dan di angkat oleh Felly.


"Hallo Dok."

__ADS_1


"Felly, apa malam ini kamu ada waktu?"


"Ada Dok, kenapa?"


"Aku mau ngajak kamu makan malam berdua, apakah kamu mau?"


"Boleh Dok."


"Baiklah nanti aku jemput jam 7 malam."


Putra mematikan saluran telponnya, ia sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu jam 7 malam.


***


Malam yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, Putra tampak gagah dengan setelan kemeja warna abu-abu dan di padukan dengan celana panjang berwarna hitam, ia langsung pergi untuk menjemput Felly dan tidak lupa membawa bunga mawar merah untuk Felly.


Sesampainya di depan rumah Felly, Putra tercengang melihat kecantikan Felly yang begitu natural.


Kini mereka berdua akhirnya sampai di restoran yang sudah Putra pesan, dan di sana juga sudah ada meja khusus yang di hiasi lilin-lilin cantik dan berbagai macam-macam hidangan di atas meja itu.


"Ini ada apa?" tanya Felly terkejut.


"Aku siapkan khusus untuk kamu," jawab Putra yang diiringi senyum kecil.


Felly tersenyum kagum, kini mereka menikmati makan malam berdua dengan romantis. Setelah selesai makan malam, Putra tiba-tiba memberikan buket bunga mawar merah yang ia siapkan untuk Felly.


"Felly, apakah kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Putra yang kini sudah berlutut di hadapan Felly.


"Hahh, Dok...." Felly malah terkejut, membuat debaran jantung Putra semakin kencang.


"Apa kamu mau Felly?" Putra kembali bertanya.


"Dokter...."

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2