Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Alasan Menikahi


__ADS_3

Selesai makan,Aqeela memutuskan untuk mencuci piring kotor yang baru saja mereka gunakan.


"Aku akan membantumu!" Nizam hendak membantu Aqeela membereskan perkakas yang mereka berantakan tadi.


"Jangan!" Bantah Aqeela.


"Kenapa?" Nizam mengernyit heran.


"Aku bisa melakukannya sendiri! Ini hal mudah! Tadikan kamu sudah memasak,sekarang giliran aku yang membereskannya!" Jelasnya.


"Tapi...." Nizam tetap kekeh ingin membantu Aqeela.


"Sudah! Kamu menonton tv saja ya!" Aqeela menggiring Nizam dengan mendorong punggungnya ke ruang tv.


"Oke...Oke." Nizam akhirnya pasrah.


Setelah dipastikan dapur serta meja makan bersih,Aqeela menyusul Nizam ke ruang tv.


"Sudah selesai?" Tanya Nizam.


"Iya." Aqeela menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Kamu kelelahan ya?" Tanyanya.


"Lumayan." Jawab Aqeela tak semangat.


Nizam beranjak dari sofa,"Mau kemana?" Tanya Aqeela.


"Membuatkan jus untukmu!" Jawabnya sembari tersenyum.


"Eitsss....Tidak perlu!" Aqeela melarangnya.


"Kamu kelelahan Qeela! Pasti tubuhmu akan menjadi fress kembali setelah meminum jus." Tegas Nizam.


"Mas,kamu itu suami aku! Bukan pelayanku!" Tukas Aqeela.


"Lagi pula siapa yang bilang aku pelayanmu?" Bantah Nizam,"Qeela! I'm your husband! And you're my wife!" Lanjutnya menekankan.


"Tapi aku merasa tidak enak jika terus merepotkanmu! Aku juga merasa malu karena malah kamu yang menyajikan makanan untukku! Seharusnya itu tugasku!" Lirih Aqeela.


"Siapa bilang itu tugas seorang istri? Sebenarnya itu adalah tugas suami,istri hanya perlu hormat pada suami dengan cara mencari ridho suami!" Jelas Nizam,"Tapi kebanyakan orang di zaman sekarang menganggap pekerjaan rumah itu tugas istri karena niatnya ingin mendapat ridho suami dengan membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah karena seharian suami lelah mencari nafkah! Jadi sebagai bentuk pengabdian istri pada suami,ia ingin meringankan beban suaminya! Dan,masalahnya sekarang aku sedang tidak bekerja jadi tugasku akan kulakukan dengan baik! Sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah lagi!" Lanjutnya panjang lebar.


Aqeela mematung karena tidak tahu harus menjawab apa lagi,"Kamu tunggu disini! Aku akan membuatnya!" Nizam berlalu dari hadapan Aqeela.


Seharusnya aku tidak menyimpan dendam lagi pada dia karena dia selalu bersikap manis padaku! Tapi entah kenapa rasa dendam itu masih saja ada! Batin Aqeela frustasi.


Beberapa saat kemudian,Nizam kembali dengan menbawa 2 gelas jus mangga.



"Silahkan dinikmati!" Seru Nizam.


"Terimakasih..." Aqeela mulai mencoba jus yang dibuatkan suaminya,"Manisnya pas." Lanjutnya memuji.


Nizam hanya mengulaskan senyumnya,"Darimana kamu belajar masak? Jarang-jarang seorang lelaki bisa memasak?" Tanya Aqeela penasaran.


"Aku tidak belajar dari siapapun,awalnya aku hanya melihat resep di google saja!" Jawabnya,"Sebenarnya aku juga tidak pandai memasak,tapi setelah aku kuliah di Mesir,karena jauh dari orangtuakulah yang menuntutku untuk harus segala bisa dan selalu mandiri! Maka dari itu aku mulai iseng mencari-cari resep yang mudah dulu,saat aku mencoba masakan pertamaku ternyata masakanku keasinan." Lanjutnya bercerita sembari terkekeh.


"Makanan apa yang pertama kali kamu masak?" Tanya Aqeela sembari tersenyum.

__ADS_1


"Nasi goreng." Nizam tertawa mengingat masa itu.


"Hehee....Lucu sekali ya!" Aqeela ikut tertawa.


"Begitulah..."


Hening sejenak....


"Mas,ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Aqeela tiba-tiba.


"Tanyakan saja!" Jawab Nizam santai.


"Maksudku bukan ada tapi banyak!" Aqeela mengulangi lagi ucapannya.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Nizam fokus menatap Aqeela.


"Apa yang membuatmu tiba-tiba melamarku lalu mempersuntingku untuk menjadi istrimu? Darimana kamu bisa tahu alamat rumahku? Padahal sebelumnya kita belum pernah bertemu!" Aqeela mengeluarkan banyak pertanyaan yang mengganjal di kepalanya.


Siapa bilang kita belum pernah bertemu? Mengapa sulit sekali mengakui bahwa kamu pernah bertemu denganku? Batin Nizam.


"Kamu yakin ingin tahu?" Nizam malah balik bertanya.


"Iya."


"Karena aku yakin kamulah jodohku." Jawabnya singkat.


"Apa yang membuatmu begitu yakin?" Tanya Aqeela.


"Kamu adalah jawaban dari istikharahku!" Jawab Nizam pasti.


Aqeela tercengang mendengar jawaban Nizam,"A-apa?" Aqeela seolah tak percaya.


"Aku masih heran saja,tiba-tiba orang tuamu datang ke rumahku dan langsung melamarku untukmu! Bukankah itu aneh?" Jawab Aqeela.


"Mengapa harus aneh? Kalau sudah jodoh ya mau bagaimana lagi!" Tukas Nizam.


"Yang membuatku heran darimana kamu bisa tahu rumahku?" Tukas Aqeela.


"Sebelum aku menjawabnya,aku juga ingin bertanya! Apa yang membuatmu menerima lamaranku?" Nizam membalikkan pertanyaan.


"Karena Papa." Jawab Aqeela santai.


"Jadi kamu menikah denganku karena Papamu?" Nizam menyimpulkannya.


"Bukan begitu juga! Memang Papa yang menerima lamarannya,tetapi setelah itu aku juga istikharah dan dimimpiku terdapat seorang lelaki yang mengaku bernama Nizam itu adalah jodohku!" Bantah Aqeela diiringi penjelasan.


"Mengapa kamu yakin itu aku? Bisa jadikan Nizam yang datang pada mimpimu itu Nizam yang lain?" Tukas Nizam.


"Sebab,di Cv yang aku baca lelaki yang melamarku itu bernama Nizam! Lagi pula aku mengistikharahkan Nizam yang melamarku bukan Nizam yang lain!" Tegas Aqeela.


"Baiklah." Nizam tersenyum.


"Sekarang jawab pertanyaanku yang tadi!" Desak Aqeela.


"Pertanyaan yang mana?" Tanya Nizam.


"Jangan berpura-pura lupa!" Tukas Aqeela kesal.


"Tentang alamat rumahmu?" Nizam memastikannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Iya." Jawab Aqeela antusias.


"Dari seorang gadis yang tidak aku kenal!" Sindir Aqeela.


"Siapa?" Tanya Aqeela pensaran.


"Aku juga tidak tahu!" Nizam berpura-pura.


Aqeela mengernyitkan keningnya,"Please! Serius! Jangan berbohong!" Tegas Aqeela.


"Aku tidak mengenal gadis itu! Karena saat itu dia mengirimkan surat padaku lewat perantara orang lain!" Sindir Nizam lagi.


Sebenarnya dia ini sedang membicarakan siapa? Apa itu aku? Ah tidak mungkin! Jelas-jelas waktu itu dia membuang surat yang aku tulis! Jadi tidak mungkin dia tahu isi dari surat itu! Fikir Aqeela.


Drttt...Drttt....


Dering panggilan masuk yang berasal dari ponsel Nizam dan dengan cepat ia mengangkatnya.


Nizam : Assalamu'akaikum Mi...


Saskia : Wa'alakumsalam Zam...


Nizam : Ada apa Mi?


Saskia : Mami bingung harus mulai darimana!


Nizam : Maksud Mami?


Saskia : Laura sakit Zam!


Nizam : Hubungannya dengan Nizam apa Mi?


Saskia : Dia sakit karena mogok makan setelah tahu kamu sudah menikah dengan wanita lain.


Nizam : Maksudnya bagaimana Mi? Nizam masih belum mengerti!


Saskia : Ini semua salah Mami! Dulu Mami pernah berencana menjodohkan kamu dengan Laura.Namun,setelah kamu menyuruh Mami mengkhitbah gadis lain Mami tidak berani memberitahu Laura hingga akhirnya jadi seperti ini!


Nizam : Ya Allah...Jadi Mami memberi Laura harapan?


Saskia : Maafkan Mami ya!


Nizam : Semuanya sudah terlanjur! Mami tenang dulu! Fikirkan solusinya dengan kepala dingin! Nizam akan membantu Mami menyelesaikan masalah ini! Sekarang Mami tenangkan diri Mami dulu! Nizam tutup dulu telponnya! Assalamu'alaikum....


Saskia : Oke sayang! Wa'alaikumsalam...


Tut...Panggilan berakhir.


Raut wajah Nizam seketika berubah menjadi tak bersemangat.Ia terlihat sedang frustasi.Aqeela ingin melanjutkan perbincangannya tadi,namun karena kondisi Nizam yang tidak memungkinkan membuat Aqeela mengurungkan niatnya itu.


.


.


.


Apa yang akan terjadi setelah ini? Semoga saja rumah tangga Qeela dan Nizam tetap baik-baik saja ya😊Hehee 😁😁


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MENULIS😍TERIMAKASIH❤❤

__ADS_1


__ADS_2