
Aqeela dan Nizam terpaksa segera kembali ke penginapan sebab langit mendadak turun hujan.
Kini mereka berdiam diri di kamar,"Padahal aku masih ingin menikmati pemandangan air terjun itu!" Seru Aqeela.
"Kita bisa datang lagi besok jika kamu mau." Tutur Nizam.
Kruuukkk...!!!
"Aduh mana sekarang aku mendadak lapar lagi!" Gerutu Aqeela.
"Kamu mau makan apa? Kita pesan lewat go-food saja!" Sahut Nizam.
"Ayam geprek sepertinya enak." Aqeela membayangkannya.
"Oke." Nizam mulai memesankannya.
Beberapa saat kemudian,
Ting nong....Ting nong....
Seseorang menekan bel penginapan mereka.
"Aku akan membukakannya." Ucap Aqeela sembari berlalu.
"Permisi Mbak! Seorang driver go-food mengantarkan ini!" Ucap pelayan resort.
"Oh baik,terimakasih!" Ucap Aqeela.
"Kalau begitu saya undur diri dulu!" Ucap pelayan tersebut.
Aqeela kembali masuk ke kamar,"Mas makanannya sudah datang!" Aqeela menunjukkan kantong kresek yang ia pegang.
"Makanlah!" Titahnya.
"Oh ya! Aku lupa menanyakan ini sudah dibayar atau belum?" Tanya Aqeela teringat sesuatu.
"Tentu saja sudah! Aku membayarnya lewat go-pay." Jawab Nizam.
"Syukurlah!" Balas Aqeela,"Kamu tidak makan?" Lanjutnya.
"Aku ingin makan oleh tanganmu!" Pintanya.
"Maksudnya?" Aqeela mengernyit bingung.
"Suapi aku! Begitu saja tidak peka!" Sindirnya.
Aishh!! Mengapa akhir-akhir ini dia jadi aneh sekali sih? Apa-apa harus segera dituruti! Seperti Ibu yang sedang hamil muda saja! Gerutu Aqeela dalam hati.
Akhirnya Aqeela menyuapi suaminya dan dengan senang hati Nizam terus menerima suapan dari istrinya.
__ADS_1
Seusai makan mereka kembali termenung,"Mengapa hujannya belum reda juga sih?" Aqeela mengomeli hujan.
"Hujan itu rahmat! Kamu jangan lupa bersyukur!" Sahut Nizam memperingati.
"Iya Pak Ustadz." Jawabnya sembari mengangguk dengan lambat.
Hening seketika....
"Mas? Aku ada challenge untukmu!" Seru Aqeela tiba-tiba.
"Challenge apa?" Tanyanya.
"Tapi kamu mau bermain kan?" Tanya Aqeela.
"Tidak! Aku malas." Jawabnya.
"Ayolah Paksu!" Aqeela membujuknya.
"Paksu?" Nizam terlihat bingung.
"Pak suami!" Jelasnya,"Ayo bermain! Daripada kita melamun tidak jelas seperti ini! Lagi pula di luar masih hujan jadi kita tidak bisa jalan-jalan!" Lanjutnya memaksa.
"Baiklah." Nizam akhirnya setuju,"Memangnya challenge apa yang akan kita mainkan?" Lanjutnya penasaran.
"Permainannya gampang! Challenge ini sedang viral! Jadi nanti kita main tebak-tebakan! Yang salah harus menempelkan mukanya ke bantal yang telah ditaburi bedak dan wajahnya boleh dicoret oleh lipstik!" Aqeela menjelaskannya.
"Iya bebas mencakup segala hal." Jawab Aqeela.
Kini mereka memulai permainan dengan suit terlebih dahulu.Hasil suit menyatakan bahwa Aqeela menang jadi Aqeela yang akan memberikan tebak-tebakan terlebih dahulu.
"Jawab cepat ya! Buah apa yang tidak pernah bohong?" Tanya Aqeela.
"Buah...Buah...Buah hati!" Jawabnya.
"Salah!" Tukas Aqeela,"Jawabannya manggis! Coba kamu lihat fakta bilangan di luarnya dan lihat juga isinya pasti jumlahnya sama maka dari itu manggis tidak pernah bohong!" Lanjutnya menjelaskan,"Sekarang tempelkan wajahmu ke bantal ini sebagai hukumannya!" Titanya.
Nizam terpaksa menerima hukuman yang telah disepakati.Setelah wajahnya cemong oleh bedak,Aqeela juga mencoret mukanya dengan lipstik.
"Sekarang giliranmu!" Titah Aqeela.
"Apa bedanya sepatu dan jengkol?" Tanya Nizam.
"Sepatu itu benda,jengkol itu sayuran!" Jawab Aqeela dengan percaya diri.
"Salah!" Bantah Nizam,"Sepatu itu disemir,kalau jengkol disemur!" Jelasnya.
"Ada-ada saja!" Aqeela tidak mau kalah tetapi dengan terpaksa ia juga menerima hukumannya.
Selanjutnya,
__ADS_1
"Daun apa yang tidak pernah gugur?" Tanya Aqeela.
"Semua daun pasti gugur!" Nizam berfikir keras,"Entahlah! Aku tidak tahu jawabannya!" Lanjutnya menyerah.
"Jawabannya daun telinga." Jawab Aqeela sembari terkekeh.
Nizam menerima hukuman lagi.
"Giliranku! Ayam apa yang bisa bertelur di tempat apapun?" Tanya Nizam.
"Jelas ayam betina." Jawab Aqeela asal.
"Mengapa kamu bisa tahu jawabannya?" Tukas Nizam.
"Memangnya jawabanku benar ya?" Tanya Aqeela memastikan.
"Hmm..." Nizam menempelkan kembali wajahnya ke bantal yang bertaburan bedak itu karena ia kalah lagi.
"Sudahlah aku menang!" Seru Aqeela sombong.
"Tunggu dulu! Ada satu lagi tebakan! Jika kamu berhasil menjawabnya berarti kamu adalah pemenangnya!" Nizam menantangnya.
"Siapa takut!" Jawab Aqeela berani.
"Bis,bis apa yang bisa membuat orang meninggal?" Tanya Nizam.
"Hahaa...Enteng sekali pertanyaanmu itu! Sudah pasti bis yang kecelakaanlah!" Jawab Aqeela dengan santai.
"Salah!" Tukas Nizam,"Kamu mau tahu jawabannya?" Lanjutnya sembari menaik-naikkan alisnya.
"Apa?" Tanyanya penasaran.
"Bisikan cintamu padaku!" Nizam menimpuk wajah Aqeela dengan bantal yang bertaburan bedak tadi lalu segera berlari.
Blusshh...!! Wajah Aqeela seketika memerah.
"Hei! Kamu curang ya!" Gerutu Aqeela sembari mengejar Nizam.
Alhasil mereka jadi main kejar-kejaran ala artis India😆😅😅
.
.
.
Ya Allah😍Jiwa single ku meronta-ronta😂😂
Sematkan Like,Komen,Rate 5,Vote😊Terimakasih😍😍
__ADS_1