
Dua minggu kemudian setelah mereka honeymoon.
Di rumah hari ini hanya ada Aqeela dan Syifa saja sebab Syafa ikut dengan Abinya ke rumah Saskia.
Memang twins girl ini tidak dipisahkan terlalu lama.Namun jika hanya satu jam saja mereka tidak akan mengalami kontraksi demam.
Dokter mengatakan jika syndrom tidak bisa berjauhan ini akan berakhir saat usia twins girl telah menginjak 17 tahun.
"Umi? Ini apa?" Tanya Syifa menunjukkan sebuah gambar pada buku yang ia pegang.
"Itu namanya badak." Jawab Aqeela.
"Oh..."
"Syifa mau minum jus tidak? Kalau mau biar sekalian Umi buatkan!" Aqeela menawarinya.
"Mau!" Jawabnya antusias.
Aqeela segera berlalu ke dapur untuk membuat jus alpukat.
Beberapa saat kemudian,"Jusnya sudah jadi! Ayo minum! Ini ada biskuit juga,Syifa makan ya!" Titah Aqeela.
"Iya Umi." Jawabnya patuh.
"Jus ini warna apa?" Aqeela mengetes Syifa.
"Melah." Jawabnya asal.
"Syifa! Jawab yang benar!" Aqeela memperingatinya.
"Hehee hijau Umi." Jawabnya sembari tertawa kecil.
"Anak pintar!" Aqeela mencium pipi tembem Syifa.
Hening...
__ADS_1
"Assalamu'alaikum...." Seperti suara Nizam.
Dan ternyata benar ia dan Syafa baru saja pulang.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Aqeela.
"Itu apa?" Tanya Syafa pada Syifa yang tengah menikmati jusnya.
"Ini jus! Kak Syafa mau?" Jawab Syifa degan menawarkannya.
"Mau!" Jawab Syafa langsung meminum jus sisa Syifa hingga habis,"Ini!" Lanjutnya menyerahkan gelas yang sudah kosong.
Syifa hanya diam karena jus miliknya telah habis,padahal ia baru sedikit meminumnya tapi Syafa malah tidak menyisakannya.
"Syafa! Mengapa jusnya Syifa dihabiskan?" Tegur Aqeela.
Syafa memasang wajah bersalahnya,"Tidak apa-apa kok Umi! Aku sudah kenyang." Syifa membela kakaknya.
"Hmm..." Aqeela membuang nafasnya dengan kasar.
"Kak Syafa ayo main!" Ajak Syifa sembari merangkul tangan kakaknya.
"Sebaiknya aku membuatkan jus yang baru untuk Syifa! Aku tahu dia masih ingin jus itu tapi dia lebih memilih mengalah pada kakaknya." Tutur Aqeela sembari berlalu ke dapur.
Seusai membuat jus yang baru,Aqeela segera memberikannya pada Nizam barulah pada twins girl.
"Terimakasih istriku..." Ucap Nizam.
"Iya,aku mengantarkan ini dulu pada anak-anak ya!" Seru Aqeela dan dijawab anggukan oleh Nizam.
Aqeela mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar twins girl karena melihat twins girl sedang berpelukan.
"Terimakasih sudah membela kakak." Ucap Syafa.
"Sama-sama kak." Jawab Aqeela.
__ADS_1
Mereka berprilaku sudah seperti orang dewasa membuat Aqeela terharu melihatnya.
"Syafa! Syifa! Umi bawakan jus untuk kalian!" Aqeela menghentikan aktivitas twins girl.
"Holee..." Jawab keduanya.
"Sini peluk Umi!" Pinta Aqeela dan twins girl pun segera memeluk Umi mereka,"Maafkan Umi ya sayang!" Lanjutnya.
Mereka melepaskan pelukannya,"Mengapa Umi minta maaf?" Tanya Syafa dengan polos.
"Karena Umi sudah mengomelimu tadi." Jawab Aqeela.
"Aku yang salah Umi." Ucap Syafa sendu.
"Umi sayang kalian." Aqeela menciumi twins girl bergantian.
"Aku tidak mau beltengkal dengan kak Syafa! Kalau beltengkal nanti aku tidak ada teman main!" Tutur Syifa.
"Pintar anak Umi!" Aqeela mencubit pipi Syifa,"Kalian memang tidak boleh bertengkar! Kalian harus selalu rukun! Jika ada masalah,salah satu dari kalian harus mengalah jangan egois dua-duanya!" Lanjutnya menasehati.
"Iya Umi." Jawab keduanya.
"Uuhh kalian memang kesayangan Umi." Aqeela kembali memeluknya.
Tanpa disadari mereka,Nizam sedari tadi memperhatikan mereka,"Abi juga mau ikutan!" Serunya tiba-tiba masuk.
"Sini Abi!" Sahut twins girl.
Mereka pun berpelukan dengan erat seolah menandakan hubungan mereka tak bisa dipisahkan selama mereka masih ada di dunia ini.
.
.
.
__ADS_1
Assalamu'alaikum😊Selamat pagi🌞For Me Semangat sekolah😍😍
Harap sabar menunggu kelanjutannya ya🙏See you next🙋💕