
Untuk perkuliahan hari ini sudah selesai,seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi yang sejurusan dengan twins girl telah membubarkan diri.
"Syifa,antar aku ya?!" Seru Syafa penuh harap.
"Kemana kak?" Tanya Syifa.
"Ke dokter." Jawabnya.
"Kak Syafa sakit?" Syifa bertanya lagi.
"Beberapa hari ini aku sering merasa pusing dan mual." Jelasnya.
"Kenapa kak Syafa baru mengatakannya sekarang?" Tukas Syifa,"Yasudah ayo ke dokter!" Lanjutnya sangat khawatir.
"Kalau suamimu mencarimu bagaimana?" Syafa mengingatkan adiknya.
"Itu hal yang mudah kak,aku tinggal memberitahunya untuk tidak menjemputku lewat pesan WhatsApp." Jawab Syifa pasti.
"Baiklah,aku juga sudah memesan taksi online." Tutur Syafa,"Nah ini dia!" Lanjutnya.
Twins girl segera masuk ke taksi itu dan taksipun melaju menuju rumah sakit.
*
Sesampainya di rumah sakit,kebetulan di jam ini tidak terlalu banyak pasien jadi tidak terlalu lama mengantri.
Saat Syafa dipanggil untuk diperiksa,Syifa langsung menemaninya masuk ke dalam.
Setelah diperiksa,"Alhamdulillah janinnya sehat Bu." Ucap dokter yang mengira Syafa datang kemari untuk check up kandungan.
"Janin? Maksud dokter apa ya?" Syafa mengernyit heran.
Dokter itu diam sejenak,"Ibu datang kemari untuk check up kandungan kan?" Tebaknya.
"Ti-tidak,saya hanya ingin tahu saya ini sakit apa soalnya beberapa hari ini saya sering merasa pusing bahkan terkadang sampai mau muntah." Bantah Syafa diiringi penjelasan.
"Oh jadi Ibu belum tahu bahwa Ibu sedang hamil?" Tukas dokter.
"Jadi kakak saya hamil dok?" Syifa menimpalinya.
"Iya,usia kandungannya sudah satu bulan." Jawab dokter.
"Alhamdulillah...Selamat ya kak!" Syifa langsung memeluk Syafa.
"A-aku akan menjadi seorang Ibu?" Lirih Syafa karena terharu.
"Iya kak." Jawab Syifa pasti.
"Alhamdulillah...Terimakasih banyak ya Allah." Ucap Syafa sangat bersyukur.
"Kandungannya masih sangat muda jadi dijaga baik-baik ya! Jangan terlalu kelelahan dan juga banyak fikiran." Dokter memperingatinya.
"Baik dok." Sahut Syafa.
Setelah pemeriksaan,pemberian resep juga penebusan vitamin,twins girl segera menuju perjalanan pulang.
"Kamu mau langsung pulang?" Tanya Syafa.
"Tidak kak!" Bantahnya,"Aku mau mengantar kakak pulang ke rumah kak Izal dulu,aku mau memastikan kak Syafa baik-baik saja." Lanjutnya.
"Kamu memang adik terbaikku." Syafa memeluknya dengan erat,"Aku jadi mau berfoto denganmu!" Lanjutnya.
"Waaaah...Kak Syafa langsung ngidam saja!" Ejek Syifa.
"Bukan aku yang mau,tapi babynya." Bantah Syafa.
"Hehee...Yasudah ayo!" Syifa mengiyakannya.
__ADS_1
Mereka meminta tolong seseorang untuk memfotokan.
Cekreekk...!!
Mereka hanya berfoto sekali lalu mengucapkan terimakasih pada pemoto.
Karena ini momen yang langka,keduanya segera mengupload foto tersebut ke story WhatsApp.
Selang beberapa saat datanglah taksi online yang mereka tunggu dan mereka pun segera menaiki taksi tersebut.
Triing...
Sebuah notif pesan masuk dari WhatsApp.
Assalamu'alaikum...Habibaty kamu dimana? ~ Habibi.
"Ya Allah aku lupa memberitahu suamiku!" Syifa menepuk jidatnya kemudian langsung membalasnya.
Wa'alaikumsalam...Maafkan aku Habibi,aku lupa memberitahu sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah kak Syafa! Tadi aku habis mengantarnya ke rumah sakit ~ Syifa.
Kakak kamu kenapa? ~ Habibi.
Alhamdulillah kak Syafa sekarang sedang hamil😀 ~ Syifa.
Alhamdulillah aku ikut senang! Oh ya,sekarang aku langsung jemput kesana ya? ~ Habibi.
Iya ~ Syifa.
*
Sesampainya di rumah mertua Syafa,
"Assalamu'alaikum..." Ucap keduanya.
"Eh ada nak Syifa! Ayo masuk sayang!" Sapa Vani.
"Mamaaa..." Syafa tiba-tiba langsung memeluk Vani.
"Ada apa sayang?" Tanya Vani cemas.
"Aku...Aku...Aku hamil Ma...Sebentar lagi Mama akan memiliki cucu." Jawab Syafa terbata-bata.
"MasyaaAllah....Alhamdulillah..." Vani sangat terharu hingga mempererat pelukannya pada Syafa.
"Jadi sebentar lagi Papa akan jadi kakek?" Tanya Joni antusias.
"Iya Pa." Sahut Syafa.
"Alhamdulillah...Papa senang sekali." Tutur Joni.
Selang beberapa saat mereka pun sudah banyak mengobrol,Fahrizal terlihat baru saja pulang.
"Ya Allah...Sayang ternyata kamu ada disini! Aku ke Kampus katanya kelas kamu sudah bubar." Seru Fahrizal sangat khawatir hingga langsung memeluk Syafa.
"Hubby...Aku baik-baik saja kok." Balas Syafa,"Lihat! Syifa mengantarku pulang!" Lanjutnya menunjukkan keberadaan Syifa.
"Kak!" Syifa mengangguk pelan sebagai sapaan.
Mereka melepaskan pelukannya kemudian duduk di sofa,"Sebenarnya kalian dari mana?" Tanya Fahrizal.
"Tadi kami habis dari rumah sakit." Jawab Syafa.
"Dan ternyata menantu Mama ini sedang hamil!" Timpal Vani antusias.
"Apakah yang dikatakan Mama itu benar?" Fahrizal memastikannya.
__ADS_1
"Iya,sekarang usia janinnya baru satu bulan." Jelas Syafa.
"Alhamdulillah...Aku senang sekali mendengarnya." Fahrizal kembali memeluk Syafa.
"Aku juga sangat senang." Balas Syafa.
"Mulai sekarang kamu jangan terlalu kecapean! Aku janji akan selalu menjaga kamu serta calon anak kita." Tutur Fahrizal sembari mengelus perut istrinya.
Tok...Tok...Tok......
"Assalamu'alaikum..." Ucap yang di luar sembari mengetuk pintu.
Vani segera membukakan pintu,"Wa'alaikumsalam...Ini suaminya Syifa kan?" Jawabnya diiringi pertanyaan untuk memastikan.
"Iya." Jawab Ahnaf ramah.
"Ayo masuk nak!" Suruhnya.
Ahnaf pun segera masuk setelah dipersilahkan dan tak lupa ia bersalaman dengan Joni dan Fahrizal kemudian segera beralih pada istrinya,"Habibaty,ayo kita pulang!" Ajaknya.
"Emhh...Iya." Sahuthnya,"Ma,Pa,kak Izal,kak Syafa,kami pamit pulang!" Lanjutnya beralih pada semua orang.
"Mengapa buru-buru sekali?" Tukas Syafa.
"Hari ini kami akan menghadiri acara tasyakuran sepupu Mas Ahnaf." Jelas Syifa.
"Oh begitu...Baiklah,kalian hati-hati ya!" Seru semuanya.
"Oh ya,terimakasih karena telah mengantarku tadi." Ucap Syafa sembari memeluk Syifa,"Mudah-mudahan setelah ini Allah memberimu hadiah yang istimewa juga yaitu kehamilan." Lanjutnya.
"Iya kak sama-sama. Aamiin ya Allah." Balas Syifa.
"Assalamu'alaikum...." Ucap Syifa dan Ahnaf sembari berlalu.
Setelah kepergian Syifa dan Ahnaf,Syafa segera memberitahukan kabar gembira mengenai kehamilannya kepada seluruh keluarga besarnya dan mereka pun sangat gembira mengetahui kabar ini hingga langsung berencana untuk datang ke rumah mertua Syafa bersama-sama.
*
Keesokan harinya,seperti biasa Ahnaf mengantar Syifa kuliah terlebih dahulu sebelum datang ke sekolah tempat mengajarnya.
Di mobil dalam perjalanan ke Kampus,
"Habibi,kapan ya kita mendapat amanah dari Allah?" Tanya Syifa terdengar lirih.
"Habibaty,memiliki anak itu bukan perlombaan! Jika Allah sudah berkehendak,niscaya kita akan mendapatkannya juga." Sahut Ahnaf,"Yang sabar ya!" Lanjutnya sembari mengelus kepala Syifa.
Sesampainya ia langsung masuk ke area Universitas dan tak lupa sebelum keluar dari mobil Syifa menyalimi Ahnaf terlebih dahulu.
Kini pembelajaran mata kuliah pertama sedang berlangsung,"Kak! Kak Syafa memakai parfum apa? Kok baunya tidak enak sekali!" Syifa menutup hidungnya dengan tangannya.
"Ini parfum favorit kita Syifa!" Jelas Syafa,"Mengapa kamu bilang baunya tidak enak? Inikan parfum yang biasa kita gunakan!" Lanjutnya memperingati.
"Entahlah kak,rasanya aku mau muntah mencium baunya!" Seru Syifa.
Dan tak lama kemudian,"Huookk...Huokk..." Syifa benar-benar merasa akan muntah.
Syifa segera berlari menuju toilet tanpa izin terlebih dahulu pada Dosen karena ia sudah tidak bisa menahan rasa ingin muntahnya itu.
.
.
.
Assalamu'alaikum para pecinta twins girl😍Mohon maaf Author Upnya nggak tentu soalnya masih PAS😄
Apakah yang sebenarnya terjadi pada Syifa?? Mau tahu?? Tunggu kelanjutannya nanti InsyaaAllah agak siangan☺Author On the way school dulu yaa🙋🙋See youu😚😚
__ADS_1