
Setibanya di rumah,
"Assalamu'alaikum...." Ucap ketiganya.
"Wa'alaikumsalam...." Jawab yang di dalam.
"Kalian darimana saja?" Fami langsung menanyainya.
"Kami habis menemani Qeela makan bubur ayam lalu dilanjut shopping." Jawab Saskia sembari memperlihatkan belanjaan yang ia bawa.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika kamu mau makan bubur ayam? Jikalau aku tahu aku pasti akan menemanimu!" Kini giliran Nizam yang menanyai istrinya.
"Kamu terlihat sibuk makanya aku tidak memberitahumu." Jawabnya.
Aqeela duduk di sofa diikuti Nizam,sedangkan Saskia dan Vita berlalu ke dapur.
"Lain kali,jika kamu ingin sesuatu beritahu saja aku! Ingat! Sesibuk apapun aku,aku pasti akan lebih mementingkanmu!" Nizam menegaskannya.
"Hmm baiklah,terimakasih ya." Aqeela mendadak jadi sumringah.
"Tidak perlu berterima kasih,sudah jadi tanggung jawabku sebagai suamimu! Kamu lebih penting dari pekerjaanku." Tukas Nizam.
*
Vita sudah pergi lagi dari rumah karena ia harus menemui teman-teman arisannya.
Fami juga pergi ke rumah sahabatnya.
Kini di rumah hanya ada Saskia,Aqeela dan Nizam saja.
"Mau kemana?" Tanya Nizam saat Aqeela beranjak dari sofa tempat duduknya.
__ADS_1
"Ke dapur mengambil buah." Jawabnya.
"Biar aku saja!" Nizam segera berlalu tanpa diiyakan terlebih dahulu oleh Aqeela.
"Ini!" Nizam menyodorkannya.
"Aku ingin kamu yang menyuapinya!" Pintanya.
Nizam tersenyum dan dengan senang hati ia menyuapi istrinya.
"Maaf ya Mi,kami seperti menganggap Mami patung karena berbuat seperti ini di hadapan Mami." Tutur Aqeela.
"Tidak apa-apa sayang! Mami tidak keberatan! Justru Mami sangat senang sekali bisa melihat kalian selalu romantis seperti ini!" Bantah Saskia,"Sekarang,kamu lebih penting! Karena cucu Mami ada disini!" Lanjutnya sembari mengelus perut menantunya.
"Oh ya Mi,keadaan Laura sekarang bagaimana?" Aqeela tiba-tiba menanyakan Laura.
"Dia aman! Sekarang dia sudah bertunangan dengan salah seorang dokter di rumah sakit tempat Papinya bekerja,ya meskipun dijodohkan!" Jelas Saskia.
"Sudah membaik juga! Dia sudah bisa menerima takdir bahwa Nizam dan Laura itu tidak berjodoh." Jelas Saskia lagi.
"Syukurlah kalau begitu...." Aqeela lega mendengarnya.
"Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan Laura?" Tanya Saskia heran.
"Aku hanya teringat saja pada dia." Jawabnya.
"Sudah! Jangan terlalu difikirkan! Tidak baik untuk perkembangan janinmu! Sekarang semua masalah sudah clear jadi kamu tidak perlu khawatir lagi!" Saskia memperingatinya.
"Iya Mi."
"Benar kata Mami,sebaiknya kamu buang jauh-jauh rasa khawatirmu itu!" Nizam ikut menasehatinya.
__ADS_1
"Iya."
"Rasanya Mami sudah tidak sabar menanti kehadiran cucu pertama Mami." Saskia mulai berhalusinasi.
"Mami terlihat sedang berhalusinasi?' Tebak Nizam.
"Mami sedang membayangkan nanti Mami akan mengajaknya bermain,jalan-jalan dan lainnya! Pokoknya Mami akan sering mengajak cucu Mami itu menginap di rumah Mami! Mami akan selalu punya banyak waktu untuknya!" Jelas Saskia membenarkan bahwa kini ia memang sedang berhalusinasi.
"Tapi itu masih lama Mi! Usia kandungannya kan baru menginjak minggu ke-3!" Tukas Nizam.
"Nanti juga tidak terasa,usia kandungannya sudah membesar saja!" Seru Saskia,"Mami menelpon Papi dulu ya!" Lanjutnya beranjak dari tempat duduknya.
"Mami terlihat sangat antusias menyambut kedatangan anak kita! Aku sungguh senang bisa setiap hari melihatnya tersenyum seperti itu." Tutur Nizam.
"Aku juga bahagia karena keluarga kita menyambut baby ini dengan sangat antusias." Balas Aqeela.
"Semoga kelak dia bisa membanggakan kita semua dengan prestasinya dalam ilmu agama maupun ilmu umum." Ucap Nizam penuh harap.
"Aamiin Abi...." Jawab Aqeela sembari mengajak janinnya berkomunikasi.
Mereka berdua asyik mengajak calon anak mereka mengobrol dengan untai-untaian kata kasih sayang dari orang tua pada anaknya.
.
.
.
Assalamu'alaikum😊Pagii😍
Nah masih pagi udah Up😂Soalnya nanti pasti nggak sempet😆Paling Up lagi sore atau malam ya🙏
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukung Dedek Author dengan cara like dan Vote supaya Dedek makin semangat lanjutin cerita ini😍Makasiiihhh💕