Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Positif


__ADS_3

Keesokan harinya,keduanya telah ada di mobil dan siap untuk melakukan perjalanan ke Jakarta.


Tak lupa mereka singgah dulu di rumah kakek dan neneknya.Setelahnya barulah melanjutkan perjalanan kembali.


*


Dikarenakan macet jadinya mereka melakukan perjalanan yang memakan waktu 4 jam untuk sampai di Jakarta.


"Assalamu'alaikum...." Ucap keduanya.


"Wa'alaikumsalam...." Jawab Inah,Vita serta Alvin bersamaan yang tengah menyambut kedatangan Aqeela dan Nizam.


"Maaf nek,ini tolong dibawa!" Aqeela menyodorkan banyak sekali bingkisan yang tak lain berupa oleh-oleh.


"Kalian istirahat dulu sana! Kalian pasti lelah." Titah Vita.


"Kalau begitu kami permisi ke kamar dulu ya!" Perkataan tersebut dijawab anggukan oleh Vita serta Alvin.


Mereka masuk ke kamar dan mulai beristirahat.


*


Seusai bangun tidur,mereka langsung mandi dan menjalankan shalat dzuhur.


Nizam baru saja kembali dari mesjid,"Mas!" Aqeela memanggilnya.


"Iya ada apa?" Sahutnya.


"Aku lapar sekali,tapi aku mendadak mau memakan masakanmu yang seperti waktu itu!" Jelas Aqeela.


"Masakanku?" Nizam mengernyit heran.


"Kamu masih lelah tidak? Jika tidak,tolong masakan untukku ya!" Aqeela membujuknya.


"Baiklah." Nizam keluar lagi dari kamar dan segera ke dapur.


"Mas Nizam mau apa?" Tanya Inah heran.


"Saya mau memasak nek." Jawabnya sembari membuka kulkas dan perlahan mengambil bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk memasak.


"Biar nenek saja ya!" Pintanya.


"Tidak usah nek! Nenek melakukan pekerjaan lain saja!" Tolaknya sembari tersenyum ramah.


Inah berlalu dari hadapan Nizam,tiba-tiba datanglah mertuanya.

__ADS_1


"Kamu sedang apa Zam?" Tanya Vita.


"Memasak untuk Qeela." Jawabnya.


"Memasak untuk Qeela? Yang benar saja? Mengapa dia menyuruh kamu masak?" Vita setengah tak percaya,"Mama akan menegurnya!" Lanjutnya hendak berlalu.


"Jangan Ma! Nanti dia marah!" Nizam melarangnya.


"Jadi setiap hari kelakuannya dia begini?" Tukas Vita.


"Tidak Ma! Hanya saja sejak dari kemarin aku rasa Qeela sedikit aneh." Jelas Nizam.


"Aneh? Aneh bagaimana?" Tanya Vita heran.


"Entahlah Ma,Nizam juga tidak mengerti!" Jawabnya bingung.


"Apa tidak sebaiknya kamu ajak Qeela ke dokter untuk menanyakan hal yang membuatnya bisa aneh begitu?" Vita memberinya saran.


"Nizam akan mengajaknya nanti." Nizam menyetujuinya.


"Lebih cepat lebih baik." Tutur Vita sembari berlalu.


Sekitar setengah jam Nizam memasak,akhirnya makanan yang Aqeela inginkan telah siap dihidangkan.


"Terimakasih Ustadz." Aqeela segera menyantapnya dengan lahap.


Apa yang sebenarnya terjadi pada istriku Ya Allah? Batin Nizam heran.


"Kamu tidak makan juga?" Aqeela menawarinya.


"Aku tidak lapar." Jawab Nizam.


Seusainya,Aqeela membereskan bekas makannya ke dapur lalu kembali menemui Nizam.


"Qeela,ayo bersiaplah! Kita akan pergi ke dokter." Titahnya.


"Ke dokter? Memangnya siapa yang sakit?" Tanya Aqeela.


"Nanti juga kamu tahu! Sekarang ayo bersiaplah!" Jelasnya.


*


Sesampainya di rumah sakit,Aqeela dan Nizam langsung berkonsultasi pada seorang dokter umum setelah sebelumnya harus lama mengantri menunggu namanya dipanggil.


Aqeela diperiksa oleh dokter dan setelahnya,"Bagaimana keadaan istri saya,dok?" Tanya Nizam.

__ADS_1


"Istri anda baik-baik saja! Oh ya,kalau boleh tahu apa keluhannya?" Dokter itu balik bertanya.


"Hanya perubahan sikapnya saja yang aneh dok! Akhir-akhir ini ia jadi manja,jika ingin sesuatu harus segera dituruti jika tidak dia akan merajuk seperti anak kecil!" Jelas Nizam tanpa memperdulikan Aqeela yang ada di sampingnya.


Aneh? Kurasa aku selalu seperti biasanya! Batin Aqeela.


"Mungkin itu karena bawaan bayi yang istri anda kandung!" Tutur dokter.


"Maksud dokter?" Tanya Aqeela antusias.


"Iya,Bu Aqeela sedang mengandung baru menginjak minggu ke-3,masih sangat muda! Maka dari itu tolong dijaga dengan baik pola makan dan kegiatannya! Usahakan jangan sampai terlalu kelelahan!" Tegas dokter.


"Jadi saya positif hamil dok?" Aqeela belum mempercayainya.


"Iya Bu." Jawabnya,"Saya akan buatkan resep vitamin untuk Ibu,nanti ditebus di apotik depan ya!" Lanjutnya kemudian memyerahkan sebuah kertas resep.


"Terimakasih banyak dok." Ucap Nizam dan Aqeela bersamaan lalu hanya dijawab anggukan oleh dokter tersebut.


Mereka keluar dari ruangan dokter itu dan berlalu ke apotik untuk menebus resep obat Aqeela.


*


Kini mereka tengah dalam perjalanan pulang,sesekali Nizam melirik ka arah istrinya.


"Aku senang sekali." Ucap Nizam.


"Aku juga." Sahut Aqeela,"Aku masih tak percaya bisa diberi amanah secepat ini!" Lanjutnya terharu.


"Alhamdulillah sudah jadi rezeki kita." Ucap Nizam.


"Hmm...." Aqeela tersenyum lebar.


Nizam kembali fokus pada jalanan.Karena melihat wajah istrinya yang mulai pucat membuatnya ingin segera sampai ke rumah dan tidak mengajak Aqeela mengobrol lagi namun memilih fokus menyetir.


.


.


.


Readers : Ohhh jadi Mbak Qeela hamil toh😆


Author : Iyeee😂😂


Jangan pernah bosan pada perjalanan rumah tangga Mbak Qeela dan Mas Nizam yaa😊Jangan lupa juga untuk selalu dukung Author dengan cara like dan Vote yang buanyakk😆Makasiiih🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2