
Syafa memilih menyusul adiknya ke toilet sebab sampai kini Syifa tak juga kembali ke kelas.
"Syifa,kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Syafa khawatir.
"Kepalaku pening kak." Ucap Syifa sembari memegangi kepalanya.
"Yasudah,kalau begitu kita ke UKK (Unit Kehatan Kampus)!" Syafa membopong Syifa.
Setelah tiba di UKK,Syifa langsung diperiksa petugas UKK yang bernama Dena,seorang kakak tingkat perempuan di Kampus mereka yang sudah memasuki semester 5 jurusan kedokteran.
"Kamu hamil?" Tanya Dena kaget.
"Hah? Ha-hamil?" Syifa lebih kaget lagi.
"Iya." Jawab Dena.
"Ini serius kak?" Tanya Syafa pada Dena.
"Untuk lebih pasti lagi sebaiknya kamu gunakan ini!" Dena memberikan sebuah testpack.
Syifa segera meraih testpack itu lalu berlalu ke toilet.
"Kalian anak semester 1 kan?" Tanya Dena pada Syafa memastikan.
"Iya kak." Jawab Syafa.
"Lalu bagaimana dia bisa hamil?" Tukasnya.
"Kami memang sudah menikah kak." Jelas Syafa.
"Hah? Menikah? Yang benar saja!" Dena tak mempercayainya.
"Iya kak. Kami sudah menikah dua bulan yang lalu." Syafa meyakinkan Dena.
"Hmm...Syukurlah kalau begitu! Berarti dia hamil karena telah bersuami! Aku khawatir pada wanita zaman sekarang yang terlalu bebas dengan lelaki yang belum menjadi suaminya!" Jelas Dena.
"Iya kak,maka dari itulah kami memutuskan untuk menikah muda sebab kami tidak ingin terjadi zina." Tutur Syafa.
"Kalian berdua ini membuat aku jadi ingin menikah muda juga." Dena tertawa kecil.
Selang beberapa saat Syifa kembali lalu menunjukkan hasil testpacknya pada Syafa dan Dena.
"Waaah garis dua! Selamat ya dek!" Seru Dena.
"Iya,terimakasih kak!" Jawab Syifa.
"Aku sarankan kamu segera check up ke dokter untuk mengetahui usia kandungan kamu yang sesungguhnya." Tutur Dena.
"Iya kak sekali lagi terimakasih ya." Ucap Syifa.
"Iya sama-sama." Jawabnya.
__ADS_1
"Permisi kak! Apa ada Syifa disini?" Seru salah seorang teman sekelas twins girl.
"Ada." Jawabnya.
"Ada apa Ane?" Sahut Syifa.
"Kamu dipanggil Pak Rusydi ke ruangannya sekarang!" Jelas Ane.
"Baiklah,terimakasih ya informasinya!" Seru Syifa.
"Iya." Jawabnya kemudian berlalu.
"Ada apa ya Pak Rusydi memanggilku?" Tanya Syifa heran.
"Entahlah...Jika ingin tahu ayo sekarang segera temui orangnya!" Tukas Syafa.
"Kak Dena,kami permisi!" Seru Syafa serta Syifa dan dibalas anggukan oleh Dena kemudian mereka keluar dari UKK.
Kini twins girl sudah berada di depan ruangan Dosen,"Aku tunggu disini ya!" Seru Syafa.
"Hmm iya kak." Syifa memberanikan diri masuk ke ruang itu sendirian.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Syifa.
"Wa'alaikumsalam...Silahkan duduk!" Jawabnya.
Syafa segera duduk di hadapan Rusydi yang hanya terhalang meja saja.
"Kamu tahu tidak kesalahan kamu apa?" Tanyanya.
"Yang pertama itu,dan yang kedua saya dengar kamu hamil!" Rusydi menekankan perkataannya,"Dimana rasa malu kamu? Perbuatan kamu ini dapat mencoreng nama baik Kampus!" Suaranya mulai meninggi.
"Tapi..." Syifa hendak memberi penjelasan.
"Kamu hamil anak siapa?" Rusydi memotong ucapan Syifa.
"Hamil anak suami sayalah Pak!" Syifa menegaskannya.
"Hahaa...Bercandaan kamu tidak lucu!" Tukas Rusydi.
Pak Rusydi ini apa-apaan sih? Batin Syifa kesal.
"Saya serius kak!" Tegas Syifa.
"Kalau iya,sebutkan siapa nama suami kamu? Dia tinggal dimana? Dari keluarga mana? Dia seorang Mahasiswa juga atau sudah bekerja? Dan kapan kalian menikah?" Rusydi mengajukan banyak pertanyaan.
"Mohon maaf Pak bukannya saya tidak sopan,tapi apa hak Bapak ingin mengetahui semua hal tentang suami saya?" Tukas Syifa mulai kesal.
Karena aku sudah lama menyukaimu! Batin Rusydi.
"Kamu berani ya berkata tidak sopan pada Dosen kamu sendiri!" Sindirnya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum..." Ucap seseorang yang tak asing di telinga Syifa membuat perbincangan mereka terhenti.
Syifa menoleh ke sumber suara,"Habibi....." Ucapnya,"Wa'alaikumsalam." Lanjutnya.
"Siapa kamu?" Rusydi mengernyitkan keningnya.
"Maaf Pak,saya suaminya Syifa! Saya kemari untuk meminta izin membawa istri saya pulang." Jelas Ahnaf.
Suami? Jadi benar dia sudah menikah? Batin Rusydi sesak.
"Pak?" Ahnaf menegurnya.
"Ehemm...Baiklah silahkan." Sahutnya mendadak acuh.
"Ayo Habibaty!" Ahnaf merangkul istrinya keluar dari ruangan ini.
Mereka sudah berada di parkiran,"Kakakmu yang memberitahuku!" Seru Ahnaf yang mengerti akan keheranan istrinya.
"Kamu tidak perlu menjemputku pulang! Aku masih kuat!" Tukas Syifa.
"Kamu harus banyak istirahat! Untuk kebaikan anak kita!" Seru Ahnaf menekankan.
"Apa kak Syafa juga memberitahukan hal ini?" Tanya Syifa.
"Iya,sudah kamu tidak perlu terlalu memikirkannya." Tegas Ahnaf.
"Syifa ini tasmu! Maaf aku memberitahu suamimu tanpa meminta izin darimu dulu!" Seru Syafa.
"Hmm iya kak tidak apa-apa! Terimakasih ya! Aku pulang duluan! Kakak jaga diri baik-baik!" Seru Syifa.
"Iya,kamu tenang saja! Allah selalu melindungiku dan juga calon anakku!" Syafa meyakinkannya.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Syifa dan Ahnaf bersamaan kemudian segera berlalu dari hadapan Syafa.
Di mobil Syifa hanya diam saja memikirkan perkataan Rusydi tadi.Ia mencoba mengambil kesimpulan dari setiap tindakan Rusydi yang membuatnya sangat heran.
Pesona Rusydi😍Dosen paling muda di Kampus☺
Pesona Syafa😍
Pesona Ahnaf😍
.
.
__ADS_1
.
Mohon maaf nggak maksud ingkar janji mau Up siang🙏Tadi pulang abis dzuhur karena kumpul sebentar sama temen-temen😀Pas pulang batrai Hp lowbatt jadinya Author charger dulu ehh Author malah ketiduran😂Jadi bangun ashar☺Abis itu shalat dan setelahnya langsung nulis episod ini😅