
Keesokan harinya,
Hari ini hari minggu,Aqeela dan Nizam berencana mengajak si kembar jalan-jalan.
"Mas! Sebenarnya kita akan jalan-jalan kemana?" Tanya Aqeela.
"Ke tempat pertama kali kita bertemu." Jawabnya.
"Hah?" Aqeela menganga karena kaget.
"Mengapa kamu kaget begitu?" Tukas Nizam.
"Jadi kamu mau flashback begitu?" Tebak Aqeela.
"Oh no! Aku hanya ingin mengenalkan tempat itu pada anak-anak kita!" Bantahnya.
"Hmm....Terserah kamu saja!" Tukas Aqeela seperti tak suka.
"Kamu tidak suka ya,aku membawa mereka ke tempat itu?" Tebak Nizam sembari memainkan alisnya.
"Ish! Jangan mengarang ya!" Aqeela segera menggendong Syafa dan Syifa.
Mereka pun akhirnya pergi ke tempat yang dituju dengan menaiki mobil milik Nizam.
*
Setibanya,
"Nah jadi inilah tempat pertama kali Abi dan Umi bertemu." Ucap Nizam pada kedua putrinya yang kini ada dalam gendongannya.
Syafa dan Syifa hanya menatap Nizam dengan tatapan bingung.
Tiba-tiba sekelompok wanita paruh baya menghampiri mereka.
"Pak Ustadz! Apa kabar? Lama tak jumpa!" Sapa salah satunya.
"Alhamdulillah baik,iya." Jawab Nizam ramah.
"Pak Ustadz mengapa sudah tidak pernah mengisi tausyiah di majlis ta'lim lagi?" Tanya yang lain.
__ADS_1
"Mohon maaf sekali,sekarang saya disibukkan dengan pekerjaan baru saya sebagai Dosen,saat libur pun saya harus meluangkan waktu juga untuk keluarga saya!" Jelas Nizam.
"Oh begitu!" Jawabnya,"Anak Pak Ustadz kembar ya?" Lanjutnya memastikan.
"Iya." Jawab Nizam sembari tersenyum.
"Selamat ya Pak Ustadz! Semoga keduanya menjadi anak yang shalihah!" Ucapnya.
"Iya terimakasih..." Jawab Nizam.
"Kalau begitu kami permisi! Pak Ustadz,Bu Ustadzah! Assalamu'alaikum..." Pamitnya kemudian berlalu.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab keduanya.
"Aku jadi malu." Tutur Aqeela.
"Malu kenapa?" Nizam mengangkat sebelah alisnya.
"Tadi mereka memanggilku dengan panggilan Bu Ustadzah." Jelas Aqeela.
"Oh itu!" Nizam ikut tersenyum.
Mereka kini tengah singgah di dekat pohon rindang sembari menyuapi si kembar makan.
Tiba-tiba terlihat sosok yang tak asing di mata Aqeela melewatinya.
"Temy!" Sapa Aqeela.
Orang tersebut mendadak menghentikan langkahnya.
"Qeela." Sapanya balik.
"Apa kabar? Sudah lama tidak berpapasan! Dan akhirnya kini kita dipertemukan lagi!" Tutur Aqeela.
"Aku baik." Jawabnya,"Ini anak-anakmu?" Lanjutnya bertanya.
"Iya!" Jawab Aqeela,"Ini Syifa dan itu Syafa!" Lanjutnya memperkenalkan.
"Mereka kembar?" Pertanyaan ini dijawab anggukan oleh Aqeela,"Mereka mirip denganmu!" Lanjutnya.
__ADS_1
"Hehee...Oh iya,ini siapa?" Aqeela beralih pada wanita yang ada di sampimg Temy.
"Ini Latifa istriku!" Jelasnya,"Latifa kenalkan ini Aqeela temanku!" Lanjutnya.
Aqeela dan Latifa pun bersalaman lalu bercepaka-cipiki.
"Selamat ya!" Ucap Aqeela ikut bahagia,"Mengapa kamu tidak mengundangku?" Tukasnya.
"Maaf,waktu itu pernikahan kami diadakan di luar kota jadi tidak banyak tamu yang diundang." Jelas Temy.
"Oh begitu." Aqeela mengangguk faham,"Ku do'akan samawa dan selalu bahagia ya!" Lanjutnya.
"Aamiin terimakasih Qeela! Kalau begitu kami pamit dulu Qeela,Nizam! Assalamu'alaikum..." Ucap Temy kemudian berlalu.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab keduanya.
"Qeela hari semakin panas! Sebaiknya kita pulang sekarang!" Ajaknya tiba-tiba.
"Ada apa denganmu? Apa kamu cemburu?" Tanya Aqeela memastikan.
"Untuk apa cemburu? Lagi pula dia itu hanya temanmu kan?" Bantah Nizam.
"Hmm..." Aqeela mengangguk.
"Yasudah ayo pulang!" Ajaknya lagi.
Akhirnya mereka pun pulang dengan terburu-buru karena mereka tidak ingin si kembar kepanasan.
.
.
.
Assalamu'alaikum😊Dedek hadir lagi😆Beres nugas langsung Up😍Hanya untuk kalian yang tersayang😆
Jangan lupa tinggalkan Like,Komen dan Vote kalian💕Terimakasih❤😍
__ADS_1