
Dini hari tepatnya pukul 03.00 Nizam mengerjap dalam posisi memeluk istrinya.
Ia mengulaskan senyumnya karena teringat kejadian semalam.Perlahan ia membangunkan istrinya dengan lembut.
"Qeela? Ayo bangun!" Nizam menggoyangkan tubuh istrinya dengan pelan.
"Hmmm...." Perlahan Aqeela mulai membuka matanya,"Ka-kamu....Apa yang kita lakukan semalam?" Tanya Aqeela kaget.
Nizam mengernyit heran,"Bukannya semalam kita---." Dengan cepat Aqeela membungkam mulut suaminya.
"Sudah,jangan diteruskan! Aku sudah mengingatnya!" Tukas Aqeela.
Nizam melepaskan tangan Aqeela yang membungkam mulutnya,"Mau mandi bersama atau tidak?" Nizam menaik-naikkan alisnya.
"Tidak-tidak!" Dengan cepat Aqeela menolaknya.
"Yasudah,kalau begitu kamu yang mandi duluan!" Suruh Nizam.
"Kamu saja!" Bantah Aqeela.
"Sudah kamu duluan saja! Mau aku gendong?" Nizam menawarinya.
"Aku tidak pincang! Jadi tidak perlu di gendong!" Tukas Aqeela.
Aqeela membungkus tubuhnya dengan selimut dan dengan hati-hati ia memasuki kamar mandi.
"Dia itu aneh! Terkadang sikapnya manis,terkadang manja,dan terkadang garang juga." Gerutu Nizam pelan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Seusai Aqeela kini giliran Nizam,"Kamu tidak lupa niat mandi junub kan?" Tanyanya memastikan.
"Tentu aku mengingatnya." Jawab Aqeela santai.
"Syukurlah." Nizam tersenyum kemudian berlalu ke kamar mandi.
Sembari menunggu Nizam keluar dari kamar mandi,Aqeela memutuskan untuk merapikan ranjang dengan mengganti spreinya dengan yang baru.
Beberapa saat kemudian Nizam selesai mandi,lalu mereka memutuskan untuk shalat malam berjama'ah.
Setelahnya mereka berdo'a lalu dilanjutkan dengan tadarus al-qur'an bersama,"Kita baca surah al-mulk ya." Ajak Nizam dan dijawab anggukan oleh Aqeela.
Saat mereka selesai bertadarus saat itu juga adzan shubuh berkumandang.
"Aku berjama'ah ke mesjid ya." Tuturnya.
"Iya."
Nizam berlalu dari hadapan Aqeela dan setelah kepergian suaminya,Aqeela langsung melaksanakan shalat shubuh dan tak lupa sebelumnya melaksanakan shalat sunnah qobliyah shubuh terlebih dahulu.
"Ya Allah....Sungguh,dari awal aku bertemu dengannya aku sudah mulai jatuh hati pada lantunan ayatmu yang ia baca....Namun di sisi lain hatiku juga masih menyimpan sedikit dendam padanya karena kejadian hari itu.Tapi mau bagaimana pun dia,sekarang dia adalah suamiku,aku harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya.Maka dari itu kumohon bukakanlah hatiku agar bisa menyingkirkan jauh-jauh rasa dendam ini! Engkaulah Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia,tetapkanlah hatiku untuk selalu mencintainya begitupun sebaliknya,tetapkanlah hati suamiku untuk selalu mencintaiku....Aamiin...." Ucap Aqeela pada do'a di akhir shalatnya.
Tak sengaja Nizam mendengar do'a yang diucapkan istrinya saat ia baru pulang dari mesjid dan membuatnya mematung di balik pintu yang sedikit terbuka.
Dendam? Dendam apa yang dimaksud Qeela? Fikir Nizam bingung.
Kini Aqeela tengah melipat sejadah serta mukena yang ia gunakan waktu shalat tadi.
Nizam memasuki kamar tak lupa ia mengucap salam,"Assalamu'alaikum...." Ucapnya.
"Wa'alaikumsalam..." Jawabnya.
"Qeela?" Panggilnya.
__ADS_1
"Hmm?" Sahut Aqeela.
"Tadi aku tidak sengaja mendengar do'a di akhir shalatmu." Tutur Nizam.
Jangan sampai dia mendengar semuanya! Batin Aqeela khawatir.
"Lalu?" Aqeela menjadi sangat gugup.
"Aku mendengar ada kata dendam,tolong jelaskan itu maksudnya apa?" Jelas Nizam.
"Mungkin kamu salah dengar!" Tukas Aqeela mengelak.
"Tidak,aku mendengar semuanya dengan jelas!" Bantah Nizam.
Bagaimana ini? Apa aku harus jujur sekarang? Fikir Aqeela.
Drrttt.....Drttt....
Tiba-tiba ponsel Nizam berdering dan Nizam segera mengangkatnya.
"Huuufft....Penelpon itu sungguh telah menolongku." Gumam Aqeela.
Terimakasih ya Allah...Engkau telah mengirimkan penolong untukku! Batin Aqeela.
Beberapa saat kemudian,Nizam telah selesai mengangkat telpon.
"Siapa?" Tanya Aqeela.
"Ustadzah Mirna,dia menanyakan aku akan datang atau tidak ke majlis hari ini." Jawab Nizam.
"Oh..." Balas Aqeela singkat.
"Baik Pak bos." Jawab Aqeela.
Aqeela segera melaksanakan pekerjaan seorang istri yang diperintahkan suaminya.
"Qeela? Kamu ikut aku ya!" Pinta Nizam saat Aqeela baru selesai menyetrika.
"Ikut?" Aqeela sedang memikirkannya.
"Iya,ikut aku ke majlis,aku akan memperkenalkanmu pada semua orang." Desak Nizam.
"Ehm...Baiklah." Akhirnya Aqeela setuju.
*
Mereka kini tengah bersarapan bersama Alvin dan Vita.
"Kalian mau kemana lagi hari ini?" Tanya Alvin.
"Kami akan pergi ke majlis." Jawab Nizam.
"Oh ya,Papa lupa bertanya! Sebenarnya kamu itu seorang Ustadz ya?" Tanya Alvin mendadak teringat hal ini.
"Bukan Pa! Aku hanya berbagi ilmu yang ku ketahui saja! Aku tidak pantas disebut Ustadz!" Bantah Nizam.
Dia selalu saja merendah seperti itu! Padahalkan dia itu memang seorang Ustadz! Batin Aqeela.
"Sama saja Zam! Ustadz juga kan memang seperti itu! Mereka berbagi ilmu lewat tausyiah yang mereka sampaikan." Tukas Alvin.
Nizam hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman.
__ADS_1
Seusai sarapan mereka segera bergegas pergi,"Kami pamit Ma,Pa! Assalamu'alaikum...." Ucap keduanya.
Di garasi Aqeela memberikan kunci mobilnya pada Nizam namun Nizam menolaknya,"Tidak usah! Hari ini kita pakai mobilku saja!" Ucapnya.
Mereka kini menaiki mobil milik Nizam dan berlalu dari rumah.
*
Setibanya di majlis,semua mata tertuju pada mereka membuat Aqeela menjadi risih.
"Mengapa semua orang memandang kita seperti itu?" Aqeela mengernyit heran.
"Sudah! Jangan hiraukan mereka! Ayo!" Nizam menggandeng tangan istrinya.
"Itu siapa ya?"
"Mungkin itu adiknya Ustadz Nizam!"
"Tidak mungkin kan jika dia istrinya?!"
Mereka sibuk menebak-nebak siapa sebenarnya wanita yang Nizam gandeng itu.
Beberapa saat setelah mereka masuk ke majlis,tak lama Nizam dipanggil oleh pembawa acara untuk menyampaikan tausyiahnya.
Nizam menyampaikan tausyiah dengan singkat,padat juga jelas membuat para jama'ah langsung memahami inti dari pembahasan.
Mungkin dendamku padamu sampai sekarang masih ada,tapi tidak bisa kupungkiri bahwa aku sudah sangat mencintaimu! Batin Aqeela.
Aku kagum dengan kesederhanaanmu! Aku jatuh cinta pada setiap lantunan ayat al-qur'an yang kamu bacakan! Kamu adalah imam yang Allah percayakan untuk membimbingku untuk selalu dekat pada-Nya! Batin Aqeela lagi.
"Sebelum saya undur diri dari hadapan para jama'ah sekalian,saya ingin memberi sedikit pengumuman." Tutur Nizam,"Jadi,saya ingin memperkenalkan istri saya pada jama'ah semua! Mohon maaf sebelumnya saya tidak mengundang jama'ah semua pada hari pernikahan kami karena kebetulan pernikahan kami diadakan secara dadakan jadi tidak sempat melakukan persiapan yang maksimal! Apa kalian semua bersedia memaafkan saya?" Lanjutnya menjelaskan.
"Na'am Ustadz." Jawab seluruh jama'ah.
"Alhamdulillah...Syukron." Ucap Nizam,"Dan kepada istri saya dipersilahkan kemari! Karena kebetulan ia juga ikut ke majlis ini bersama saya." Lanjutnya tersenyum ramah.
Dengan segera Aqeela menghampiri suaminya,"Baiklah jadi ini istri saya,namanya AQEELA NAQYA ANGGARA." Nizam memperkenalkannya.
"Istri Ustadz cantik ya!"
"Iyalah! Ustadz Nizam kan tampan,jadi istrinya cantik!"
"Beruntung sekali ya wanita itu bisa menikah dengan Ustadz Nizam."
Banyak sekali pujian yang terlontar dari para jama'ah untuk Aqeela.
Setelah usai memperkenalkan istrinya kajian hari ini ditutup dengan do'a serta mushafahah.
.
.
.
Author : Uwwwuuu😍Author jadi ingin punya suami seperti Ustadz Nizam😂
Readers : Inget thor! Masih sekolah😧
Author : 😆😆😆
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MENULIS❤🙏
__ADS_1