
Setelah hari perpisahan twins girl,keluarga besar mereka sibuk mempersiapkan acara pernikahan Syifa yang akan diadakan 2 hari lagi.
80% persiapan mereka serahkan pada WO dan sisanya merekalah sebagai orang tua yang mengaturnya.
***
Tepat pada hari ini acara pernikahan akan dilaksanakan.
Syifa telah di make secantik mungkin dengan balutan kebaya putih pertanda sakralnya sebuah pernikahan.
Rombongan dari keluarga mempelai pria telah tiba di kediaman mempelai wanita.
Karena mereka sepakat mengenai pengucapan Ijab Qabul akan dilaksanakan di mesjid,jadinya mereka langsung ke mesjid yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari rumah mempelai wanita.
بسم الله الرحمن الرحيم
"SAUDARI AHNAF AL-BASHARI BIN ISMAIL,AKU NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU DENGAN PUTRI KANDUNGKU YANG BERNAMA SYIFA KHAIRUNNISA BINTI NIZAM QAUTSAR DENGAN MAHAR SEPERANGKAT ALAT SHALAT SERTA SATU SET PERHIASAN BERLIAN TUNAI." Ucap Nizam dituntun penghulu sembari memegang tangan Ahnaf.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA SYIFA KHAIRUNNISA BINTI NIZAM QAUTSAR DENGAN MAHAR TERSEBUT TUNAI." Ucap Ahnaf dengan tegas dan lancar membuat mereka yang mendengarnya terkagum-kagum.
"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu.
"Sah!"
"Sah!"
"Sah!"
"Sah!"
"الحمدالله رب العلمين....برك الله لك وبرك عليك وجمع بينكم في خير....امين...."
Syifa gemetaran saat hendak mencium tangan lelaki yang ia selalu do'akan di sepertiga malam dan lelaki itu kini telah resmi di mata agama dan negara menjadi suaminya.
Namun ia memberanikan diri untuk memegang tangan yang kini telah menjadi mahromnya dan Ahnaf pun mengelus kepala Syifa dengan lembut kemudian mencium keningnya.
"MasyaaAllah..." Puji para tamu yang melihatnya.
Setelah acara Ijab Qabul mereka kembali ke kediaman Syifa untuk melakukan penyambutan pada para tamu undangan.
Setiap orang menyalami pengantin baru yang kini tengah bersanding di pelaminan.
Setiap orang memberikan ucapan do'a dan selamat untuk Ahnaf dan Syifa yang tidak dapat disebut satu persatu karena saking banyaknya.
"My twins! Happy wedding! Sakinah,mawadah dan warahmah selalu yaa..." Syafa memeluknya.
"Aamiin...Terimakasih kak." Balas Syifa.
"Ini kado dariku! Jangan dilihat isinya ya! Lihat saja yang memberikannya!" Goda Syafa.
"Ah kakak! Sudah seperti pada orang lain saja!" Tukas Syafa.
"Selamat ya adik ipar." Ucap Fahrizal.
"Iya,terimakasih calon kakak ipar!" Balas Syifa dengan menekankan perkataannya.
"Eh iya,masih calon ya?!" Fahrizal tersenyum-senyum.
__ADS_1
Mereka pun terkekeh,"Syifa,selamat ya! Aku tidak menyangka aku ditikung oleh Ustadz Ahnaf!" Ucap Fatah memelas dan sudah berkaca-kaca.
"Hei! Lelaki jangan cengeng! Kalau kamu bukan jodohnya Syifa ya mau bagaimana lagi!" Fahrizal menasehati sepupunya.
"Iya aku tahu! Aku ikhlas kok melepaskanmu asalkan kamu bahagia." Sahut Fatah.
"Aku do'akan semoga kamu mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dariku..." Ucap Syifa.
"Aamiin..." Jawab mereka.
"Jika tidak jodoh,mau dipaksakan sampai bagaimana pun pasti tidak akan bisa bersatu juga." Timpal Ahnaf.
"Iya Ustadz aku mengerti." Jawab Fatah.
*
Jam sudah menunjukkan waktu untuk shalat dzuhur akhirnya acara ditutup dengan bacaan hamdallah bersama-sama.
Lalu seluruh tamu undangan membubarkan diri dari tempat acara berlangsung tadi.
"Sekarang nak Syifa sudah resmi menjadi putri Umi." Ucap Fatimah sembari memeluk Syifa.
"Alhamdulillah terimakasih banyak Umi." Ucap Syifa.
"Iya sayang." Jawabnya.
"Syafa! Bantu adikmu ke kamar untuk mengganti baju." Titah Aqeela.
"Siap Umi." Jawabnya.
Kini twins girl telah berada di kamar,"Ternyata memakai pakaian seperti ini ribet sekali ya!" Tukas Syafa.
"Sebentar lagi kak Syafa juga akan merasakannya." Sahut Syifa.
Setelah usai shalat,"Syifa? Ayo kita selfi!" Ajak Syafa.
"Emhh...Iya." Syifa mengiyakannya.
Cekrek..!!
Syafa mengambil satu gambar saja kemudian langsung upload di IG dengan caption :
Bareng pengantin baluuu💞
Setelah melakukan aksi konyol itu mereka kemudian kembali bergabung dengan keluarga besar mereka.
*
Malam harinya setelah shalat isya dan juga makan malam pengantin baru tengah berada di kamar pengantin tepatnya di kamar twins girl dulu.
Syafa terpaksa mengungsi ke kamar lain sebab kamar yang biasa ia gunakan untuk beritirahat kini telah menjadi milik Shifa dan Ahnaf.
Ahnaf melihat-lihat beberapa figura yang ada di atas nakas tepi ranjang.
"Ini foto sewaktu perpisahan kemarin?" Tanyanya.
"Iya." Jawab Syifa singkat.
__ADS_1
Sepertinya dia masih malu-malu! Batin Ahnaf.
Akhirnya Ahnaf mencoba memfokuskan dirinya pada layar ponselnya dan menyueki Syifa karena ia ingin tahu bagaimana reaksi istrinya itu.
Hening....
"Ehemmm....." Syifa berdehem dengan pelan,"Ponsel terus yang dipandangi!" Syifa menyindirnya.
Ahnaf langsung menatapnya,"Jadi aku harus begini?" Ahnaf menggodanya.
"Tidak begitu juga!" Bantah Syifa,"Ah sudahlah!" Lanjutnya hendak tidur terlebih dahulu.
"Lihat ini!" Ahnaf menunjukkan layar ponselnya.
Syifa langsung bangun kembali,"Itu foto sewaktu perpisahan kemarin lusa dengan guru-guru! Kamu mengeditnya?" Tukas Syifa.
"Hmm....Bagus tidak?" Ahnaf meminta pendapat istrinya.
Syifa mengambil ponsel suaminya lalu ia menzoom foto tersebut,"Bagus." Jawab Syifa sembari tersenyum.
Ahnaf terus memandangi Syifa sembari tersenyum,"Mengapa kamu melihatku seperti itu?" Syifa merasa risih.
"Aku kagum pada istriku sejak pertama kali bertemu." Tutur Ahnaf.
Syifa tertegun,"Apa yang membuatmu kagum padaku?" Tukasnya,"Seandainya kamu tahu aku ini penuh dengan kekurangan,pasti kamu tidak akan pernah mengagumiku." Lanjutnya menegaskan.
"Aku tidak peduli! Setelah kamu menjadi istriku,aku akan terus menjadi imammu yang selalu membimbingmu! Dan kamu jadilah istri yang selalu mengingatkanku serta selalu ada disampingku untuk mendukungku! Dengan begitu kita akan saling melengkapi dengan peran masing-masing dalam rumah tangga namun tetap bekerja sama." Tutur Ahnaf menekankan.
"Terimakasih karena telah memilihku menjadi istrimu." Tutur Syifa.
"Iya aku juga berterimakasih karena kamu sudah sudi menerimaku menjadi suamimu." Balas Ahnaf.
"Oh ya Ustadz!" Tiba-tiba Syifa teringat sesuatu,"Eh maksudku...." Lanjutnya bingung sendiri.
"Jangan panggil Ustadz lagi! Sekarang kan aku sudah menjadi suamimu! Panggil aku Habibi dan aku akan memanggilmu Habibaty." Pinta Ahnaf.
"Habibi,Habibaty?" Syifa memastikannya.
"Iya artinya sama yakni kekasihku." Jelas Ahanf,"Lebih tepatnya kekasih yang sudah halal." Lanjutnya.
"MasyaaAllah baiklah Habibi." Ucap Syifa kagum.
"Bismillah kita niatkan pernikahan kita ini karena Allah dan semata-mata untuk beribadah dan menyempurnakan separuh agama." Ucap Ahnaf,"Meskipun kita nikah muda tapi insyaaAllah Allah pasti akan selalu membantu dan memberi petunjuk dalam segala urusan rumah tangga kita." Lanjutnya.
"Aamiin..." Ucap Syifa.
Karena malam ini merupakan malam pengantin bagi mereka maka dari itu terjadilah malam panjang bagi kedua insan yang telah halal ini.
Tak lupa mereka membacakan do'a sebelum melakukan hubungan tersebut.
.
.
.
MasyaaAllah meleleh hatiku ya Allah😂Uwwu bangett siih💞
Oh iya,anggap aja mereka menikah di tahun 2019 ya😆Jadi untuk wanita masih bisa menikah di umur 18 tahun😂Kan kalau sekarang yang mau nikah usia wanita nggak bisa kurang dari 21 untuk perempuan dan laki" kalau nggak salah 23😅
__ADS_1
Btw Author ngefanss banget sama twins girl yang ada di visual😅Karena apa? Mereka hebat"😍Kakak twins girl itu aslinya baru masuk kuliah kemarin terus pendakwah juga😍Mereka udah sering menangin lomba da'i di beberapa daerah😍MasyaaAllah banget kan?😀Kok Author bisa tahu? Jelas aku tahu karena aku adalah salah satu followers mereka di IG😅😅