Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Menjalankan Kewajiban


__ADS_3

Nizam menghentikan mobil yang ia setiri di parkiran sebuah mall.


"Mau apa kita kemari?" Tanya Aqeela heran.


"Barangkali kamu ingin berbelanja tapi jangan berlebihan ya!" Jawab Nizam sembari menasehatinya,"Allah tidak menyukai orang yang menggunakan sesuatu dengan berlebihan." Lanjutnya menjelaskan.


"Tidak perlu! Aku juga tidak ingin membeli apapun." Tolak Aqeela.


"Tidak apa-apa! Kamu lihat-lihat saja dulu! Jika ada yang kamu suka kamu beli." Seru Nizam.


"Jika tidak ada yang aku suka?" Tanya Aqeela.


"Kita masuk saja dulu! Ada atau tidaknya barang yang kamu suka itu bagaimana nanti saja!" Nizam menggandeng tangan Aqeela.


Mereka mulai menyusuri mall tersebut,Aqeela melihat-lihat beberapa tas di sebuah toko.



Tas itu bagus! Tapi bagaimana ya? Aku sudah terlanjur menolak tawarannya untuk berbelanja tadi! Aku juga tidak membawa ATM serta kredit cardku! Uang cash yang kubawa tidak akan cukup untuk membeli tas itu! Fikir Aqeela.


Aqeela terus memandangi tas yang ia inginkan,namun malah membuatnya bingung antara harus membelinya atau tidak.


"Mengapa kamu melamun disini?" Nizam mengagetkannya,"Oh aku tahu! Kamu pasti menginginkan tas itu kan?" Lanjutnya menebak.


Aqeela tersipu malu,"Ayo kesana!" Ajak Nizam lebih mendekati keberadaan tas itu.


"Mbak!" Panggil Nizam pada salah satu pelayan toko.


"Iya Mas,ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya sembari menghampiri Nizam.


"Tolong tunjukkan beberapa model tas yang simple tapi tetap elegan." Jelas Nizam.


"Oh baik,sebentar ya Mas." Jawab pelayan toko.



"Ini Mas,simple dan elegan." Tutur pelayan.


"Qeela,kamu menyukainya tidak?" Nizam meminta saran Aqeela.


"Bagus." Jawab Aqeela.


"Atau ada yang lain yang kamu sukai?" Tanyanya.


"Ehm......" Aqeela berfikir keras.


"Katakan saja!" Titah Nizam.


"Aku menyukai yang itu!" Aqeela menunjuk sebuah tas yang ia inginkan tadi.


Pelayan segera mengambilkannya,"Ini Mbak!" Ucapnya.


"Tolong ambilkan yang itu!" Nizam menunjuk tas yang lain.



"Yang ini Mas?" Tanya pelayan dan Nizam menganggukinya.


"Ini cocok untuk kamu Qeela." Ucap Nizam,"Oke Mbak,saya beli ketiganya." Lanjutnya pada pelayan dengan yakin.


Aqeela menganga,"Itu terlalu banyak! Bukannya tadi kamu bilang jangan berlebihan?" Bisik Aqeela.


"Tidak berlebihan! Lagi pula kamu hanya membeli tas saja kan tidak mau membeli yang lain?" Bantah Nizam.


"Iya,tapi---." Ucap Aqeela belum selesai.


"Sudah,tidak apa-apa! Anggap saja ini kado pernikahan dariku." Nizam memotong ucapan Aqeela.

__ADS_1


"Baiklah,terimakasih dan maaf sudah merepotkanmu! Nanti setelah sampai di rumah aku akan menggantinya! Kebetulan aku lupa membawa ATM serta kredit card milikku." Ucap Aqeela pasrah.


"Kamu ini bicara apa? Aku ini suamimu Qeela! Sudah seharusnya suami itu menyenangkan hati istrinya." Tegas Nizam.


Aqeela tak lagi menjawabnya karena terdahului oleh seorang kasir,"Mas,totalnya Rp.850.000." Seru pelayan.


Nizam segera mengeluarkan kartu ATM-nya dan membayar tagihan tas tersebut kemudian berlalu dari toko itu.


"Sekarang kamu mau kemana lagi?" Tanya Nizam.


"Pulang saja." Jawab Aqeela lesu.


"Kamu yakin?" Nizam memastikannya.


"Iya,aku yakin." Jawab Aqeela.


Akhirnya mereka pun berlalu dari mall dan kini sedang dalam perjalanan pulang.


*


Setibanya di rumah,mereka langsung diserbu oleh Saskia dan Vita karena kebetulan Fami harus mengajar ke Kampus dan Alvin harus pergi ke kantornya jadi di rumah hanya tinggal ada Vita dan Saskia saja.


"Waah...Kalian jalan-jalan kemana saja?" Goda Saskia.


"Tadi kami ke taman lalu ke mall." Jawab Nizam.


"Oh ya,wanita yang tadi itu sebenarnya siapa?" Tanya Aqeela tiba-tiba teringat wanita yang tadi ia jumpai di taman.


"Wanita yang mana?" Tanya Nizam.


"Wanita yang menyapa kamu sewaktu di taman tadi." Jelas Aqeela.


"Oh itu Laura." Jawab Nizam malas.


"Laura? Kalian bertemu dengan Laura?" Timpal Saskia.


"Mami mengenal wanita itu?" Aqeela beralih bertanya pada Mami mertuanya.


"Apa sebelumnya dia ada hubungan spesial dengan Mas Nizam? Dia memanggil Mas Nizam dengan sebutan Mas juga." Aqeela asal menebak.


"Tidak sayang! Jadi usia mereka terpaut beberapa bulan saja jadi Laura memanggil Nizam dengan sebutan Mas." Bantah Saskia diiringi penjelasan.


"Oh begitu..." Aqeela mengangguk faham,"Kalau begitu kami ke kamar dulu Ma,Mi." Lanjutnya dan dibalas anggukan oleh Vita serta Saskia.


*


Di kamar Aqeela hanya diam saja dan fokus pada laptopnya.


"Kelihatannya kamu sibuk sekali." Tegur Nizam.


"Seperti yang kamu lihat." Jawabnya.


"Kamu kenapa?" Nizam heran dengan sikap Aqeela.


"Aku baik-baik saja." Jawab Aqeela lagi.


"Oh aku tahu! Pasti ini ada sangkut pautnya dengan Laura?" Tebak Nizam namun Aqeela tak mengubrisnya,"Tadikan Mami sudah menjelaskannya! Laura itu anak dari Tante Caca,sahabatnya Mami.Kami tidak pernah menjalin hubungan apapun sebelumnya! Kami hanya pernah bertemu sekali dan itupun hanya berkenalan saja." Lanjut Nizam.


"Benar?" Aqeela memastikannya.


"Tentu saja! Kamu tidak perlu cemburu seperti itu!" Tegas Nizam.


Nizam menyambut Aqeela dengan membentangkan tangannya,lalu Aqeela memeluk suaminya,"Jangan cemberut seperti itu lagi ya!" Tukas Nizam dan dijawab anggukan oleh Aqeela.


*


Malam harinya setelah kepulangan Saskia dan Fami ke rumah asalnya,kini waktu menunjukkan pukul 21.00 Aqeela dan Nizam tengah membaringkan tubuh mereka di ranjang dengan posisi saling bersampingan.

__ADS_1


"Mas? Kamu sudah tidur?" Aqeela memastikannya.


"Belum." Jawab Nizam.


"Kalau belum,mengapa mata kamu tertutup?" Tukas Aqeela.


Nizam membuka kembali matanya untuk meyakinkan Aqeela.


"Hehee..." Aqeela tersenyum.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Mas?"


"Iya?"


"Mas?"


"Qeela! Katakan saja! Kamu mau berbicara tentang apa?" Tukas Nizam.


"Apa kamu tidak ingin membuatku menjalankan kewajibanku?" Tanya Aqeela to the point.


Nizam tersentak,"Kewajiban berupa apa yang kamu maksud?" Nizam merasa canggung.


"Kewajibanku sebagai seorang istri." Jawab Aqeela.


"Kewajibanmu sebagai seorang istri itu banyak! Coba jelaskan yang mana yang kamu maksud?" Nizam belum memahaminya.


Susah peka sekali! Gerutu Aqeela dalam hati.


"Ehmm.....Sudahlah lupakan saja!" Tukas Aqeela.


"Apa yang kamu maksud mengenai hubungan suami istri?" Tebak Nizam,"Maaf jika tebakanku salah!" Lanjutnya.


"Itu kamu tahu!" Tukas Aqeela pelan berharap Nizam tak mendengarnya.


Namun ternyata Nizam masih bisa mendengarkannya,"Kamu yakin dengan penawaranmu itu?" Nizam memastikannya.


"Aku tidak ingin berdosa karena telah menolakmu lagi!" Tutur Aqeela.


"Aku sama sekali tidak menganggapnya sebagai penolakan darimu." Bantah Nizam.


"Yasudahlah jika tidak mau,aku hanya menawarkannya saja! Lumayan aku dapat pahala karena telah menawari suamiku." Ucap Aqeela.


"Jika kamu sudah siap dan juga yakin,untuk apa menundanya lagi." Nizam menggoda istrinya.


"Ma-mau apa kamu?" Aqeela mendadak gugup.


"Tadi katanya...." Nizam menggangung perkataannya.


"Yasudah iya-iya!" Aqeela akhirnya pasrah.


"Ikhlas kan? Kalau tidak ikhlas tidak jadi ibadah!" Tegur Nizam.


"Iya ikhlas! Untuk ibadah!" Jawab Aqeela yakin.


Akhirnya terjadilah malam panjang antara Aqeela dan Nizam untuk yang pertama kalinya.Yaa meskipun seharusnya hal ini terjadi malam kemarin tapi karena kebohongan Aqeela jadinya tertunda dan baru bisa terjadi malal ini😄.


.


.


.


Nahh gooolll juga kan wkwkwk😆😆✌


Mau tahu kelanjutannya? Tunggu aja besok😂😂

__ADS_1


Serius lama banget lulus uploadnya😬😡Gregeeettt akutuhh😣(Author curhat😆)


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA😍❤


__ADS_2