Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Dia orangnya!


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa twins girl berangkat ke sekolah dengan diantar Abi mereka.


*


Setibanya di sekolah,Syafa langsung masuk ke kelas sedangkan Syifa pergi ke toilet dahulu.


Karena terburu-buru setelah dari toilet ia mempercepat langkahnya supaya segera sampai di kelas namun suatu insiden malah menerpanya.


Brugghh...


Syifa bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya terpental ke lantai,"Astagfirullah..." Ucap Syifa.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanyanya.


Syifa menoleh ke sumber suara,"Ustadz Ahnaf." Ucap Syifa dengan membulatkan kedua matanya.


"Kamu tidak apa-apa?" Ahnaf mengulangi pertanyaannya.


"Eh iya,maaf tadi saya terlalu terburu-buru!" Sahut Syifa.


"Iya,lain kali hati-hati!" Seru Ahnaf.


"Baik Ustadz,saya permisi!" Syifa segera berlalu ke kelas.


Ahnaf menggelengkan kepalanya dengan pelan,"Ada-ada saja!" Ucapnya sembari tersenyum.


Syifa duduk dengan masih ngos-ngosan,"Kamu kenapa?" Tanya Syafa.


"Kak,tadi aku tak sengaja menabrak Ustadz Ahnaf." Jawab Syifa memelas.


"Kok bisa?" Tanya Syafa dengan antusias.


"Entahlah kak,tadi aku jalan tidak lihat-lihat dan terburu-buru juga." Jelas Syifa.


"Oh ya,kamu sudah tanyakan tentang buku yang kemarin atau belum?" Tanya Syafa mengingatkan.


"Belum kak,aku malu menanyakannya!" Tukas Syifa.


"Tidak perlu malu! Untuk sekedar memastikan saja orangnya dia atau bukan!" Tegas Syafa.


"Baiklah,saat istirahat nanti aku akan menanyakannya." Balas Syifa.

__ADS_1


Mereka menghentikan obrolan mereka saat tahu guru jam pelajaran sekarang telah masuk ke kelas.


Jam terus berputar hingga tak terasa sudah saatnya jam istirahat.


"Kak,aku ke perpus dulu untuk mencari buku yang ditugaskan Bu guru tadi." Ucap Syifa.


"Ambilkan untukku sekalian ya!" Pinta Syafa.


"Siap kak." Syifa mengacungkan jempolnya.


Setibanya di perpus Syifa langsung mencari buku yang ia cari dan saat menemukannya Syifa langsung mengambil 2 buku itu.


"Syifa? Saya perhatikan hampir setiap hari kamu datang ke perpus! Kamu memang tergolong anak yang rajin." Puji Ahnaf.


"Hehe...Kebetulan saja Ustadz setiap hari saya selalu ada perlu dengan buku-bukunya maka dari itu saya selalu datang kesini." Jelas Syifa.


Apa lebih baik aku tanyakan sekarang ya? Fikir Syifa.


"Mengapa kamu melamun?" Tegur Ahnaf.


"Ehm...Ada yang ingin saya tanyakan,apa boleh?" Syifa meminta izin terlebih dahulu.


"Tentu! Katakan saja!" Jawabnya dengan senang hati.


Sejak awal Syifa menjelaskan,Ahnaf sudah tersenyum-senyum sendiri,"Oh itu! Memang saya yang mengirimkannya!" Jawabnya santai.


"Ustadz serius?" Syifa memastikannya.


"Iya,maaf saya tidak memberinya secara langsung karena saya tidak enak jika ada yang melihatnya! Maka dari itu saya gunkan perantara yakni lewat adik kelas kamu." Jelasnya.


Jadi benar dia orangnya! Batin Syifa.


"Terimakasih banyak Ustadz! InsyaaAllah besok saya akan mengembalikannya pada Ustadz." Tutur Syifa.


"Tidak usah! Itu semua untukmu!" Larangnya.


"MasyaaAllah...Jazakallahu khair Ustadz." Ucap Syifa.


"Aamiin..." Jawabnya.


"Kalau begitu saya permisi! Kebetulan buku yang saya cari sudah saya dapatkan!" Pamit Syifa.

__ADS_1


Syifa hendak berlalu namun Ahnaf menghentikannya,"Tunggu!" Titahnya.


"Iya Ustadz,ada apa lagi?" Sahut Syifa.


"Alamat rumah kamu dimana?" Tanyanya.


"Untuk apa Ustadz menanyakan alamat rumah saya?" Syifa tak langsung menjawabnya.


"Emh...Barangkali kita satu komplek mungkin saya bisa bersilaturrahmi dengan kelurga kamu." Ahnaf memberi alasan.


"Oh...Rumah saya di Jalan Merak Komplek Megah Asri blok A nomor 19." Jelas Syifa.


Ahnaf segera memasukkan alamat tersebut ke dalam memori otaknya supaya ia tidak lupa,"Ternyata kita beda komplek." Ucap Ahnaf.


"Kalau tidak ada hal lain,saya permisi! Assalamu'alaikum..." Ucap Syifa benar-benar berlalu.


"Wa'alaikumsalam..." Jawabnya.


Sepanjang atap sekolah Syifa terus berfikir mengapa Ahnaf tadi menanyakan alamat rumahnya.


Setibanya di kelas,"Ini kak bukunya!" Seru Syifa.


"Oke,terimakasih adikku yang paling manis." Ucap Syafa,"Eh iya! Bagaimana? Apa tadi kamu bertemu dengan Ustadz Ahnaf?" Lanjutnya masih menanyakan tentang Ahnaf.


"Iya kak,aku sudah menanyakannya! Dan ternyata dialah orangnya." Jawab Syifa.


"Ada udang di balik batu ini kayanya!" Syafa mengejeknya.


"Apaan sih kak! Tidak kok! Mungkin Ustadz Ahnaf sengaja memberikan buku-buku itu karena dia tahu aku suka membaca." Bantah Syifa.


"Hmmm...." Syafa hanya berdehem.


Syifa sengaja tak menceritakan tentang Ahnaf yang menanyakan alamat rumah mereka sebab ia takut Syafa nantinya malah bertanya kemana-mana.


.


.


.


Waahh ada apa nih kira-kira Pak Ustadz nanyain alamat rumahnya Syifa? Sok mangga saha nu tiasa nebakk komen langsung😅😅

__ADS_1


Udah dulu lah untuk hari ini cukup 3 episod😆Dedek mau nyari info dulu mengenai PAS dilaksanainnya jadi besok apa nggak? Kalau jadi auto harus menghafal jadwal yang akan diulanganin besok😊Minta do'anya ya semoga pelaksaan PAS Dedek dilancarkan,dipermudah serta nanti nilai" Dedek bagus-bagus😊Aamiin😊☺Makasihh teteh readers❤😍😍


__ADS_2