Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Epilog (END)


__ADS_3

Waktu terus berputar hingga tak terasa usia kandungan twins girl sudah genap 9 bulan meskipun demikian hal ini tak dijadikan alasan mereka untuk bolos kuliah.Mereka tetap semangat menjalani aktivitas seperti biasa.Mertua mereka sudah sering menyarankan untuk lebih banyak beristirahat namun mereka tetap kekeh untuk tetap rajin dalam segala aspek.


Minggu ini Syifa dipaksa untuk izin tidak masuk kuliah karena menurut perkiraan bidan kelahiran bayinya hanya tinggal menghitung hari.


Ahnaf juga tidak masuk mengajar untuk berjaga-jaga.


Kini Ia memperhatikan raut wajah istrinya yang murung sembari menatap ranjang bayi.


"Habibaty? Kamu bosan ya di rumah?" Tanya Ahnaf.


"Seperti yang kamu fikir." Jawabnya.


"Ini demi kebaikan kamu dan anak kita! Lagi pula pihak Kampus memakluminya jadi kamu tidak perlu memikirkannya." Tukas Ahnaf.


"Hmm..." Balasnya singkat.


"Kalau kamu bosan,bagaimana jika kita jalan-jalan ke mall? Kita cari perlengkapan bayi yang masih kurang." Ajak Ahnaf.


"Tidak mau! Perlengkapan untuk anak kita sudah lengkap! Untuk apa menumpuk-numpukkan terlalu banyak? Nanti ujungnya malah tidak terpakai." Syifa menolaknya.


"Lalu apa yang kamu mau?" Ahnaf selalu berusaha sabar menghadapi sikap Syifa yang kini mudah emosi.


"Aku tidak mau apa-apa!" Tegasnya.


"Ada apa ini?" Fatimah menghampiri mereka berdua.


"Syifa merasa bosan di rumah terus." Ahnaf yang menjawabnya.


"Oh...Kalau begitu Syifa ikut Umi ke majlis,mau? Habis itu kita ke tempat senam kehamilan?" Fatimah membujuknya.


Syifa berfikir sejenak,"Baiklah Umi." Jawabnya setuju.


"Ayo Umi bantu bersiap!" Seru Fatimah.


"Tidak usah Umi,aku bisa sendiri!" Tolaknya.


"Baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya!" Fatimah mengelus lembut kepala menantunya.


Syifa berlalu ke toilet untuk mengganti pakaian,"Ahnaf,kamu harus lebih banyak bersabar menghadapi sikap Syifa! Mungkin karena calon anak kalian laki-laki jadi dia cenderung mudah bosan! Dan terkadang emosinya tidak stabil." Fatimah menasehati putranya.


"Iya Umi,aku selalu menahan diriku untuk tidak marah padanya! Aku bisa mengerti akan kodisinya." Tutur Ahnaf.


"Umi bangga padamu!" Fatimah menepuk-nepuk punggung Ahnaf.


Beberapa saat kemudian Syifa keluar dari toilet,"Ayo Umi! Aku sudah siap!" Ajaknya dengan raut wajah berseri-seri.


Drrtt...Drttt....


Tiba-tiba ponsel Syifa berdering karena sebuah panggilan suara yang masuk dan ia pun langsung mengangkatnya.


Syifa : Assalamu'alaikum Umi...


Aqeela : Wa'alaikumsalam...Sayang kamu segera ke rumah sakit ya! Kakakmu sedang melakukan persalinan.

__ADS_1


Syifa : Subhanallah...Kapan kak Syafa mulai kontraksi?


Aqeela : Tadi katanya dia sedang di Kampus,untungnya Izal menunggunya jadi saat perutnya berkontraksi Izal segera membawanya ke rumah sakit.Kamu cepat kemari ya! Umi tutup dulu telponnya! Assalamu'alaikum...


Syifa : Iya Umi,wa'alaikumsalam...


Mereka mengakhiri panggilan suara tersebut.


"Umi, sepertinya aku tidak jadi ikut ke majlis! Aku harus ke rumah sakit! Kak Syafa sedang bersalin." Seru Syifa.


"Kalau begitu Umi juga akan ikut denganmu! Ayo ke rumah sakit sekarang!" Seru Fatimah.


Mereka bertiga segera berlalu menuju rumah sakit.


*


Jalanan cukup macat,hingga untuk sampai ke rumah sakit pun terasa lama.


Saat tiba di rumah sakit,mereka tidak sengaja bertemu dengan Fami di dekat apotik.


"Opa?" Syifa memanggilnya dan Fami pun menoleh,"Dimana ruangan kak Syafa?" Lanjutnya.


"Ayo ikuti Opa!" Titahnya.


Mereka pun mengikuti Fami hingga sampailah di sebuah ruangan persalinan.


Saat masuk ke dalam ruangan itu,Fahrizal baru saja selesai mengadzankan putri pertamanya.


"MasyaaAllah...Alhamdulillah...Selamat ya kak! Maaf aku terlambat datang!" Syifa memeluk Syafa yang masih terbaring lemas.


"Bayi kak Syafa cantik sekali mirip dengan kakak!" Puji Syifa.


"Ternyata kita sudah tua ya Jeng Vita! Sekarang kita telah bercicit!" Seru Saskia.


"Kita tidak tua,hanya saja mereka menikahnya kemudaan!" Timpal Alvin membantahnya.


"Siapa nama cicitku ini?" Tanya Saskia.



"Salwa Khairani." Jawab Syafa dan Fahrizal bersamaan.


"Ciee...Kompak sekali!" Ledek Rafka.


"Anak kecil tahu apa?" Syafa balik meledek.


"Namanya cantik seperti orangnya." Puji Vani pada cucunya.


Tak terasa 30 menit sudah para anggota keluarga besar berkumpul hangat menyambut kedatangan bayi Syafa.


"Aww..." Pekik Syifa dengan tiba-tiba sembari memegangi perutnya.


"Kamu kenapa? Apakah dia sedang menendang-nendang lagi?" Tanya Ahnaf sembari mengelus perut istrinya.

__ADS_1


"Perutku sakit." Lirih Syifa.


"Ya Allah...Air ketubannya sudah pecah! Ayo cepat bawa Syifa ke ruang persalinan!" Seru Fatimah sangat khawatir.


Ahnaf segera menggendong tubuh istrinya lalu meminta bantuan suster untuk menunjukkan ruang persalinan yang kosong.


Selama kurang lebih serengah jam berada di ruang persalinan,akhirnya Syifa berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.


Ahnaf tak henti-hentinya mengucap hamdallah karena bersyukur istri dan anaknya selamat.


Setelah bayi mereka dibersihkan,Ahnaf segera mengadzankan putranya.


Seluruh keluarga menangis haru atas kejadian di hari ini.Bagaimana tidak,twins girl melakukan persalinan di hari yang sama dan keduanya berhasil selamat dengan bayi-bayi mereka.Ini sungguh karunia Allah yang sangat luar biasa.


Atas permintaan keluarga,akhirnya pihak rumah sakit setuju untuk menyatukan kamar inap twins girl supaya anggota keluarga tidak bolak-balik kamar.


"Alhamdulillah cucu kita komplit! Syafa melahirkan anak perempuan dan Syifa melahirkan anak laki-laki! Sungguh karunia Allah yang patut kita syukuri." Ucap Nizam.


"Alhamdulillah..." Ucap mereka serempak.


"Oh ya,kalau cucu nenek yang ini siapa namanya?" Aqeela berbicara pada bayi yang sedang tidur di samping ranjang Syifa.



"Muhammad Arsyad Al-Bashari." Ahnaf menjawabnya dengan cepat.


"MasyaaAllah bagus sekali." Puji mereka bersamaan.


"Mudah-mudahan bayi-bayi ini kelak tumbuh menjadi anak yang shalih shalihah yang dapat meneruskan perjuangan para Ulama dalam membela agama dan menjadi seorang penyiar islam yang mendunia,al-fatihah!" Tutur Nizam mendo'akannya.


Mereka segera membaca surat al-fatihah lalu mengaamiinkannya.


Lengkaplah sudah kebahagiaan keluarga ini.Semuanya berjalan dengan semestinya yakni sesuai dengan skenario yang telah Allah tetapkan.


.


.


.


الحمدالله رب العلمين.....


TAMATLAH SUDAH KISAH KASIH TWINS GIRL😍TERIMAKASIH BANYAK ATAS SEGALA DUKUNGANNYA🙏


SAMPAI JUMPA DI CERITA SELANJUTNYA YAA🙋SEBENTAR LAGI AKAN HADIR KISAH KASIH RAFKA DI NOVEL BARU AUTHOR😍SENGAJA NGGAK DISATUIN DISINI SOALNYA CERITANYA BERBEDA DARI NIZAM & AQEELA,SYAFA & FAHRIZAL SERTA SYIFA & AHNAF.


PENASARAN NANTINYA CERITANYA AKAN SEPERTI APA? PANTENGIN AJA TERUS😎InsyaaAllah KALAU SUDAH SIAP PUBLISH NANTI JUGA MUNCUL DI KRONOLOGI AUTHOR❤❤


SELAMAT MALAM JUM'AT😀 JANGAN LUPA SURAT YASIN NYA☺KHUSUSON PARA ALMARHUM-ALMARHUMAH KELUARGA KITA☺AL-FATIHAH😊



Oh ya,tak lupa Author mengucapkan terimakasih kepada kak@Hanifatul_Sofia yang kini menjadi pemberi VOTE tertinggi😍❤Jazakillahi khairan katsiran kakak cantik😊Semoga Allah mempermudah rezeki kakak dan keluarga☺Aamiin😊

__ADS_1


SEKIAN☺WASSALAMU'ALAIKUM☺SALAM DARI AUTHOR SUNDA😍😍


__ADS_2