
Setelah membereskan sisa makan tadi,kini Aqeela dan Nizam menghampiri Syafa dan Syifa yang sedari tadi masih anteng menonton kartun.
"Hehee...Hehee..." Sesekali mereka tertawa.
"Seseru itukah menonton kartun?" Tanya Nizam heran.
"Namanya juga anak-anak! Kamu ini seperti tidak pernah jadi anak-anak saja!" Tukas Aqeela.
"Hm..." Nizam hanya menjawabnya dengan sebuah deheman.
"Oh ya Mas! Ada yang ingin aku bicarakan!" Seru Aqeela teringat suatu hal.
"Apa?" Sahutnya.
"Bagaimana jika kita berbicara di ruang tamu saja?" Aqeela menyarankannya.
"Hmmm baiklah." Nizam menyetujuinya kemudian mereka berlalu ke ruang tamu.
"Jadi begini,sebenarnya besok aku diundang untuk menghadiri acara reuni seangkatan kuliahku dulu." Jelas Aqeela setelah duduk di sofa ruang tamu,"Apa kamu bisa menemaniku?" Lanjutnya.
"Maaf,sepertinya tidak bisa karena besok ada mites lisan untuk Mahasiswa semester 3 di Kampus jadi aku harus ada di Kampus." Ucap Nizam.
"Lalu bagaimana? Aku tidak mungkin membawa Syafa dan Syifa ke acara itu karena aku pasti kewalahan." Aqeela terlihat bingung.
"Bagaimana ya?" Nizam jadi ikut bingung.
Aku ingin tahu,apakah kamu sanggup mengurus anak-anak tanpa aku? Batin Aqeela.
"Bagaimana jika Syafa ikut bersamaku dan Syifa ikut bersamamu?" Nizam memberi sarannya.
"Mereka itu tidak bisa dipisahkan! Jadi itu semua tidak bisa menjadi solusi!" Tukas Aqeela.
__ADS_1
"Lalu?" Nizam meminta pendapat istrinya.
"Kamu bawa Syafa dan Syifa ke Kampus!" Tutur Aqeela.
"Hah? Aku tidak yakin mereka mau ikut denganku!" Bantah Nizam.
"Belum yakin kalau belum dicoba! Masalah mereka mau atau tidaknya biar aku yang mengurusnya!" Tegas Aqeela enteng.
"Baiklah terserah kamu saja!" Nizam menyetujuinya.
Aqeela segera menghampiri kedua putri kembarnya,"Sayang! Umi mau bicara pada kalian!" Seru Aqeela,"Besok kalian ikut Abi ya! Umi harus pergi ke acara reuni dulu!" Lanjutnya memberi penjelasan.
"Leuni itu apa Umi?" Tanya Syifa polos.
"Reuni itu artinya bertemu teman-teman lama sewaktu masa pendidikan dahulu,misalnya se-SD,SMP,SMA atau juga kuliah." Jelasnya,"Suatu saat nanti saat kalian telah lulus sekolah kalian juga pasti akan merasakannya!" Lanjutnya.
"Oh..."
"Iya Umi." Jawab keduanya kompak.
Mereka memang selalu nurut pada Aqeela.
"Ingat! Jangan nakal dan jangan menyusahkan Abi saat Abi sedang bekerja!" Aqeela memperingatinya.
"Oke Umi." Jawab keduanya lagi.
"Kalian memang anak-anak Umi yang paling shalihah!" Aqeela memeluk kedua putrinya.
Jika pada Uminya mereka selalu menurut! Tapi jika padaku? Entahlah...Batin Nizam.
Beberapa saat kemudian berkumandanglah adzan isya dan mereka langsung melaksanakan shalat.
__ADS_1
Setelah shalat,Aqeela mengantar kedua putrinya ke kamar mereka karena mereka terlihat sudah sangat mengantuk.
"Sekarang kalian tidur! Jangan lupa baca do'a dulu!" Seru Aqeela dan dijawab anggukan oleh keduanya.
Aqeela keluar dari kamar si kembar lalu berlalu ke kamarnya.
*
Keesokan harinya,
Aqeela sudah mendandani kedua putrinya dan kini mereka telah siap berangkat.
"Nurut ya pada Abi! Jangan nakal!" Aqeela memperingatinya,"Syafa! Jaga Syifa ya! Syifa! Ikuti kak Syafa terus ya!" Lanjutnya dan dibalas anggukan oleh Syafa dan Syifa.
"Mas,semua keperluan Syafa dan Syifa sudah ada di tas ini!" Aqeela menyerahkan satu tas gendong pada Nizam,"Selamat melaksanakan tugas baru!" Lanjutnya menyemangati tetapi terkesan meledek.
"Selamat bersenang-senang!" Ejek Nizam,"Aku berangkat! Assalamu'alaikum...." Lanjutnya berlalu setelah Aqeela menyaliminya dan si kembar menyalimi Umi mereka.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Aqeela.
Seperginya mereka,Aqeela segera bersiap-siap untuk pergi menghadiri acara reunian di tempat yang telah ditentukan.
.
.
.
Beres nugas langsung Up😅Pengennya nanti malam Up😊Tapi nggak tahu juga soalnya mau ngerjain tugas lagi😆😆Semangat teruslah💪
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan berupa vote yang telah kakak-kakak berikan untuk Dedek😊Dedek do'akan semoga kalian semua mendapatkan rezeki yang berlimpah dari Allah😊😊