
Malam ini Syifa dan Ahnaf menginap di rumah Nizam atas keinginan baby yang dikandung Syifa.
Seusai makan malam mereka berkumpul di ruang tamu,kebetulan Vita dan Alvin juga datang untuk menginap.Namun tidak dengan Fami dan Saskia sebab mereka berdua sedang berada di luar kota.
"Kak,menurut kak Syifa bayi yang kakak kandung sekarang itu laki-laki atau perempuan?" Tanya Rafka.
"Entahlah,kakak tidak mengetahuinya." Jawab Syifa.
"Kalau kak Ahnaf maunya laki-laki atau perempuan?" Rafka beralih pada kakak iparnya.
"Laki-laki ataupun perempuan sama saja dek,yang penting shalih dan shalihah." Jawab Ahnaf.
"Kalau misalkan anak kalian kembar bagaimana?" Rafka belum berhenti bertanya.
"Yaa alhamdulillah....Mau kembar atau tidak,kami akan selalu mensyukurinya." Ahnaf yang menjawabnya.
"Rafka! Kamu ini bisa diam tidak? Kasih kakakmu ditanya terus!" Aqeela menegurnya.
"Iya maaf Umi." Rafka menunjukkan wajah bersalahnya.
"Rafka,ayo ikut Opa main catur!" Ajak Alvin.
"Siap." Jawabnya antusias seraya berlalu.
Rafka memang lebih dekat dengan Alvin dibandingkan anggota keluarga yang lain.Maka dari itu tak heran jika ia mau apa-apa pasti langsung dituruti Alvin.Bisa dibilang Rafka ini cucu kesanyangan Alvin sebagai calon pewaris Anggara Company.
"Sayang,apa kamu tidak mengidam sesuatu yang aneh-aneh?" Tanya Vita.
"Tidak Oma,tadi siang pertama kalinya aku ngidam! Aku hanya ingin memakan spagheti sampai aku nambah dan habis 2 porsi." Syifa tersenyum malu.
"Itu hal yang wajar,sekarang kan makananmu memang untuk 2 orang jadi wajar kalau porsi makanan kamu meningkat." Tutur Vita.
"Kamu sudah periksa ke dokter belum?" Kini Nizam yang menanyainya.
"Belum Abi,insyaaAllah besok pagi kami akan langsung pergi ke tempat praktek pribadi dokter kandungan karena besok hari minggu jadi di rumah sakit pasti hanya ada perawat saja maka dari itu kami memutuskan untuk periksa ke dokter yang membuka praktek pribadi." Jelas Syifa.
"Oh baiklah." Balas Nizam.
"Lebih baik sekarang kalian tidur,tidak baik Ibu hamil tidur terlalu larut." Titah Vita.
"Iya Oma." Sahut keduanya langsung beranjak dari sofa dan menuju kamar mereka.
*
Keesokan harinya,
Pagi ini Ahnaf dan Syifa sudah bersiap untuk pergi.Mereka terlihat sangat terburu-buru sekali.
"Kalian mau langsung pergi?" Tanya Nizam.
"Iya Abi." Jawab Syifa.
"Sarapan dulu!" Titah Aqeela.
"Nanti kita cari sarapan di luar saja Umi." Syifa menolaknya.
"Tapi setelah diperiksa kalian akan kembali kesini kan?" Aqeela memastikannya.
"Tidak,kami akan langsung ke rumah Abi Ismail." Bantah Syifa.
"Hmm...Padahal Umi masih merindukanmu! Tapi tidak apa-apalah,apa pun yang menurut kalian baik Umi akan selalu mendukungnya." Lirih Aqeela.
"Kami langusung pergi! Assalamu'alaikum..." Ucap keduanya setelah menyalimi para orang tua kemudian segera berlalu pergi.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab mereka serempak.
*
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit akhirnya tibalah sudah pada tempat yang dituju.
Syifa baru saja selesai diperiksa,"Bagaimana kondisi istri dan anak saya dok?" Tanya Ahnaf.
__ADS_1
"Ibu dan janinnya sehat Pak! Usia janinnya sudah menginjak minggu ke-5." Jawab dokter.
"Alhamdulillah..." Ucap Ahnaf merasa lega.
"Berarti usia kandunganku lebih tua seminggu dari usia kandungan kak Syafa." Syifa menyimpulkannya.
"Wajar saja,kita kan yang menikah terlebih dahulu! Usia pernikahan kita juga beda seminggu dengan mereka." Tukas Ahnaf sembari tersenyum.
"Hehee...Iya juga." Syifa membenarkannya.
Setelah pemeriksaan mereka langsung pergi dari tempat praktek dokter kandungan ini.
"Habibaty kita cari sarapan di jalan saja ya?!" Ahnaf meminta persetujuan istrinya.
"Baiklah,tapi aku mau sarapan bubur ayam." Jelas Syifa.
"Siap." Balas Ahnaf.
Kini mereka singgah di sebuah warung penjual bubur ayam dan langsung memesan 2 porsi untuk mereka makan.
\-\-\-\-\-
5 bulan kemudian...
Tak terasa usia kandungan twins girl sudah genap 6 bulan.Kini mereka juga tengah menikmati liburan akhir semester.
Hari ini two couple ini sudah berjanjian untuk liburan bersama ke Ancol Beach.
Twins girl sudah berjanjian untuk mengenakan pakaian yang sama karena mereka berencana untuk menguji suami mereka.
Mereka memang pergi ke tempat yang sama tetapi tetap saja mereka berada di arah yang berbeda.
"MasyaaAllah indah sekali..." Ucap Syafa takjub melihat sebuah tempat yang telah dihias dengan indah.
"Ah so sweet." Syafa langsung menerimanya.
"Ikan hiu berlayang-layang! I love you sayang." Ucap Fahrizal.
"Hahaa...Mentang-mentang ada di pinggir laut,gombalannya pake ikan hiu." Tukas Syafa sembari tersenyum.
"Hehee...Aku memikirkan gombalan ini semalaman loh sayang! Dan otakku tertujunya malah pada ikan hiu." Fahrizal menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi aku menyukainya. Kamu memang paling bisa membuat aku tersenyum dan juga membuatku merasa diperlakukan seperti seorang ratu." Tutur Syafa.
"Apa sih yang tidak untukmu!" Fahrizal menekankan ucapannya.
Di arah lain,
(Anggap aja Mas Ahnaf lagi nyembunyiin tangannya ke belakang heheee)
"Habibaty...Aku ada hadiah untukmu,tapi kamu harus memilih mau yang aku pegang di kanan atau dikiri?" Ahnaf menyembunyikan kedua tangannya ke belakang.
"Mana ya?" Syifa berfikir terlebih dahulu.
"Ayo yang mana?" Tanya Ahnaf.
"Aku mau dua-duanya saja!" Tukas Syifa karena tidak bisa memilih.
"Eitss...Tidak bisa,harus satu!" Bantah Ahnaf.
"Yasudah yang kanan saja." Syifa menetapkan pilihan.
"Ini dia!" Ahnaf menunjukkan tangan kanannya yang tak terdapat apapun.
__ADS_1
"Kok kosong?" Tukas Syifa.
"Maaf nona cantik,anda kurang beruntung." Ucap Ahnaf sengaja mengerjai istrinya.
"Hmm... " Syifa terlihat kecewa.
"Jangan marah! Aku hanya bercanda! Ini untukmu!" Ahnaf menunjukkan hadiahnya.
"Coklat!" Syifa tersenyum gembira.
Memang,coklat adalah salah satu makanan favoritnya.
"Supaya tidak membuat berat badan kamu naik,aku juga telah menyiapkan buah-buahan untuk meminimalisir kadar lemak yang ada dalam coklat itu." Tutur Ahnaf.
"Kamu memang paling pengertian!" Syifa memeluk suaminya.
Kini mereka segera berjalan menuju tempat yang sudah dijanjikan untuk pertemuan two couple ini.
"Kak Syafa...." Panggil Syifa dengan antusias.
"Hei!" Sahutnya dan mereka pun langsung berpelukan.
"Syifa ayo kita berfoto di ayunan sana!" Ajak Syafa.
"Iya ayo." Balas Syifa setuju.
Kini mereka menjadikan Fahrizal fotografer mereka.
"Sudah!" Seru Fahrizal.
Twins girl segera melihat hasil foto mereka tadi.
"Kalian sengaja ya mengenakan pakaian yang sama?" Tukas Fahrizal.
"Iya,kan biar samaan." Jawab Syafa,"Coba kalian tutup mata lalu tebak manw Syafa dan mana Syifa diantara kami!" Lanjutnya.
Kedua lelaki itupun menutup mata lalu twins girl segera bertukar posisi,"Ayo tebak!" Seru Syifa.
Fahrizal dan Ahnaf segera mendekati twins girl,"Ini Syifa istriku!" Seru Ahnaf sangat yakin.
"Mengapa kamu bisa tahu?" Tukas Syifa.
"Jelas,karena kamu memiliki tahi lalat di dagu!" Tegas Ahnaf.
"Ah iya! Aku lupa!" Syifa menepuk jidatnya,"Kak Syafa,rencana kita gagal!" Lanjutnya memelas.
"Jadi kalian merencanakan ini semua?" Tukas Fahrizal.
"Hehee iya...Kami hanya ingin menguji kalian apakah kalian bisa mengenali istri kalian atau tidak! Dan ternyata kalian bisa membedakannya!" Jelas Syafa.
"Wajah kalian memang mirip sekali tetapi perbedaaan kalian ada pada tahi lalat! Syifa memiliki tahi lalat di dagu sedangkan Syafa tidak memilikinya." Jelas Ahnaf.
"Tapi aku senang kalian bisa mengetahui perbedaan kami." Tutur Syifa.
"Oh tentu!" Jawab Ahnaf dan Fahrizal bersamaan.
Mereka pun tertawa bersama karena percobaan yang dilakukan twins girl kali ini.
.
.
.
MasyaaAllah😍Jazakillahi khairan katsiran kakak-kakak cantik❤ Kak@Fatma_Kobi dan kak@Niswatul_Laily❤Lancar selalu segala urusannya😊Aamiin☺Semoga betah yaa baca karya Author yang sederhan ini😊😊
__ADS_1
Teruntuk All Readers : "InsyaaAllah 1 Episod lagi TAMAT yaa☺Mohon hargai keputusanku😂😂"