
Setibanya di rumah,Aqeela segera membawa si kembar ke kamar mereka untuk menggantikan pakaian mereka yang sudah kotor oleh coklat.
"Umi! Syafa mau pelgi sekolah!" Seru Syafa tiba-tiba.
Sedangkan Syifa hanya menyimaknya,"Syafa sekolahnya nanti ya! Saat usia kalian sudah 5 tahun!" Jelas Aqeela.
"Tidak mau! Aku maunya sekalang!" Rengek Syafa.
"Sayang! Lihat adikmu Syifa! Dia saja nurut pada Umi masa kamu tidak!" Aqeela membujuknya.
Syafa berlari lalu naik ke atas kasurnya,"Kak Syafa kenapa Umi?" Tanya Syifa heran.
"Syifa mainnya sama Abi dulu ya!" Aqeela mengalihkan pembicaraannya.
Syifa pun membawa mainannya keluar dari kamar untuk mengajak Abinya bermain.
"Syafa sayang,dengarkan Umi! Umi janji akan menyekolahkanmu dengan Syifa tapi bukan sekarang!" Aqeela mencoba meluluhkan hati putri sulungnya itu.
"Kapan?" Syafa menangis.
"Nanti saat usia kalian sudah cukup supaya kalian sudah bisa mandiri agar Umi tidak perlu menunggu kalian saat sekolah!" Jelas Aqeela,"Jadi Umi hanya perlu antar dan jemput kalian saja! Umi malas jika harus bergabung dengan Ibu-ibu tukang ghibah!" Lanjutnya tak bersemangat.
"Umi tidak sayang aku!" Bantahnya.
"Umi sayang pada Syafa juga Syifa! Baiklah,Umi akan mencoba meminta pendapat Abi dulu." Tutur Aqeela,"Jangan menangis lagi ya!" Lanjutnya sembari menghapus air mata di pipi Syafa.
Syafa langsung memeluk Aqeela dengan erat dan Aqeela pun membalasnya.
Di ruangan lain,Syifa dan Nizam sedang bermain,"Umi dan kak Syafa mana?" Tanya Nizam.
"Di kamal." Jawab Syifa.
"Sedang apa daritadi tidak keluar juga dari kamar?" Tanya Nizam lagi.
"Kak Syafa nangis pengen sekolah." Jawab Syifa enteng.
__ADS_1
"Mau sekolah?" Nizam mengernyitkan keningnya.
"Iya."
Beberapa saat kemudian Aqeela datang menghampiri Nizam dan Syifa.
"Syifa tidur siang dulu dengan kak Syafa di kamar ya!" Titah Aqeela.
"Iya Umi." Syifa beranjak dari sofa ruang tv.
"Eh tunggu dulu!" Nizam menghentikan langkah Syifa,"Sun Abi dulu!" Lanjutnya sembari menunjuk pipinya.
Syifa pun dengan segera mencium pipi Abinya,"Hanya Abi saja yang dicium! Umi tidak!" Tukas Aqeela.
Dengan cerdasnya Syifa kini mencium Uminya tanpa basa-basi,"Bial adil." Ucap Syifa kemudian berlalu ke kamarnya.
"Cerdas sekali dia!" Puji Aqeela.
"Siapa dulu Abinya!" Tukas Nizam.
"Heh!" Aqeela mengangkat sebelah sudut bibirnya.
"Iya. Menurutmu bagaimana?" Aqeela meminta saran suaminya.
"Lebih baik jangan dulu." Saran Nizam.
"Aku sudah berkata begitu tetapi dia tetap kekeh ingin segera sekolah." Tukas Aqeela.
"Aku punya ide!" Seru Nizam.
"Apa?" Tanya Aqeela penasaran.
"Bagaimana jika kamu membuat sekolah di rumah untuk anak-anak?" Jelasnya.
"Maksudnya bagaimana?" Aqeela masih belum mengerti.
__ADS_1
"Mereka sekolah TK nya di rumah dan langsung digurui oleh kamu!" Nizam memperjelasnya.
"Aku pastikan Syafa tidak akan mau jika kita melakukan hal itu." Bantah Aqeela meyakinkan suaminya.
"Kita tidak akan tahu jika belum mencobanya! Kamu bujuk dia lalu kamu buat kelas sekreatif mungkin layaknya mereka sedang sekolah TK sungguhan!" Tegas Nizam,"Aku akan membantumu mendekor ruangan kosong yang ada di samping kamar mereka untuk dijadikan kelasnya!" Lanjutnya.
"Aku merasa tidak yakin melakukan hal ini!" Aqeela memelas.
"Ayolah Qeela! Semangat! Seorang Ibu itukan madrasah pertama untuk anak-anaknya,jadi kamu harus bisa menjadi guru pertama untuk mereka!" Nizam mensupportnya.
"Baiklah akan kuusahakan semaksimal mungkin." Tutur Aqeela.
"Semangat sayang!" Nizam mendukungnya.
Aqeela tersenyum lalu memeluk suaminya dengan erat.Memang,pelukan hangat suaminyalah yang kini teramat nyaman dalam segala kondisi.
Aqeela merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Nizam.Ia merupakan sosok lelaki yang pandai ilmu agama,cerdas dalam menemukan solusi setiap masalah,penyayang juga penyabar.
Kalau masalah fisik tak perlu diragukan lagi! Postur tubuh yang tinggi,warna kulit yang putih,dan wajah yang tampan tentu bisa membuat kaum Hawa terkagum-kagum melihatnya.
.
.
.
Ya Allah bungkus satu buat Dedek yang seperti Mas Nizam😆
NT bermasalah membuat semua Author terganggu😧Dedek greget banget nggak lulus" review padahal Up dari shubuh😞
Untuk teteh-teteh Readers yang sabar ya!!!
Oh ya,Btw Dedek mau ngucapin Makasih banyak untuk semua teteh-teteh yang udah berkenan ngasih karya Dedek Vote😊Semoga menjadi amal baik untuk teteh-teteh semua Aamiin😊😊
Terutama untuk Teteh cantikku @Ana_Khusnul yang MasyaaAllah udah bom Vote untuk karya" Dedek😍Sehat selalu untuk keluarganya,dimudahkan rezekinya dan semoga selalu dalam lindungan Allah Swt😊Aamiin😊😮 [ Jazakallahu khairan katsiran fiddunya wal akhirah] Teh Ana❤😙
__ADS_1
Sekian Wassalamu'alaikum🙋😍💕