Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Persalinan


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Pagi ini tepatnya setelah sarapan Aqeela langsung disibukkan dengan kegiatan menyiram tanaman.


Memang akhir-akhir ini ia jadi memiliki hoby menyirami tanaman.Mungkin karena bawaan baby yang kemungkinan besar berjenis kelamin perempuan jadinya ia suka pada tanaman terutama varietas bunga.


Nizam sudah mengambil cuti dari kemarin untuk persiapan persalinan istrinya.Ia tidak ingin jika sewaktu-waktu istrinya melahirkan,ia malah tidak ada di sisinya.Jadi ia memilih untuk cuti terlebih dahulu selama satu bulan penuh di mulai dari kemarin.


"Qeela,sebaiknya kamu beristirahat jangan menyirami bunga terus!" Suruh Nizam memperingatinya.


"Aku masih ingin menyirami bunga-bunga yang lain." Bantahnya.


"Aku tidak ingin kamu kelelahan!" Seru Nizam.


"Jika aku kelelahan,aku pasti akan menghentikan kegiatanku ini!" Aqeela tetap membantahnya.


"Yasudahlah terserah kamu saja." Tutur Nizam pasrah dan hendak berlalu.


"Aww...." Pekik Aqeela hingga membuat Nizam mengurungkan niatnya untuk kembali masuk ke rumah.


"Kamu kenapa?" Tanya Nizam dengan nada cemas.


Aqeela memegangi perutnya,"Perutku sakit!" Jawabnya lirih.


"Ayo kita masuk! Kamu masih kuat berjalan tidak?" Nizam memastikannya dan Aqeela hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.


Nizam membopong tubuh istrinya untuk masuk ke rumah.


"Ma,Pa!" Nizam berteriak.


"Ada apa?" Sahut keduanya cemas.


"Qeela sepertinya akan bersalin hari ini!" Seru Nizam.


"Perut Qeela sakit Ma." Lirih Aqeela.


"Tahan ya sayang! Perutmu sedang berkontraksi!" Vita menenangkannya,"Ingat! Kamu harus kuat demi kedua anakmu!" Lanjutnya menyemangati.


Aqeela menuruti perkataan Mamanya dengan menahan sakitnya.


"Nizam siapkan perlengkapan Qeela sekaligus bayi kalian untuk dibawa ke rumah sakit!" Titah Vita dan Nizam segera melaksanakan perintahnya.


"Pa,kamu siapkan mobil!" Titah Vita pada Alvin.


"Oke." Alvin segera melaksanakan tugas.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,"Ma,semua perlengkapan sudah siap." Seru Nizam sembari membawa tas selempang khusus untuk perlengkapan istri dan juga kedua bayinya.


"Ayo berangkat!" Ajak Alvin namun Nizam malah melamun,"Nizam! Cepat!" Lanjutnya.


"Kita semobil saja! Kamu di depan dengan Papa dan Mama bersama Qeela di belakang!" Timpal Vita.


"Baiklah." Nizam mengiyakannya.


Mobil itu perlahan mulai melaju dari rumah mereka menuju rumah sakit.


*


Setibanya di rumah sakit,Aqeela segera dibantu perawat untuk memasuki ruang persalinan.


"Bu Qeela sudah bukaan 7,kita perlu menunggu beberapa jam lagi supaya bukaannya sempurna dan serviksnya benar-benar terbuka." Jelas dokter.


"Baik dok." Jawab mereka.


Kini Alvin dan Vita menunggu di luar,sedangkan Nizam menemani istrinya di ruang persalinan.


Sembari menunggu bukaan Aqeela sempurna,Vita memutuskan untuk memberitahu Saskia.


Dan benar saja hanya dalam hitungan menit ia sudah datang ke rumah sakit itu.


*


"Tarik nafas...Keluarkan!" Seru dokter.


Aqeela melakukannya sebagaimana tuntunan dokter,"Ayo Bu sedikit lagi!" Seru dokter.


"Sayang semangat untuk kedua anak kita!" Nizam mensupportnya.


Hingga akhirnya....


"Hoaaa...Hoaa..." Tangisan yang menggema dari bayi pertama mereka.


" Huufftt..." Aqeela membuang nafasnya dengan lemas.


"Alhamdulillah...Bayi pertama sudah lahir! Tinggal satu bayi lagi ya Bu!" Ucap dokter.


Selang 1 menit saja,tiba-tiba perutnya kembali berkontraksi hingga ia berjuang kembali melahirkan satu bayinya lagi.


"Alhamdulillah kedua bayi Bapak dan Ibu telah lahir dengan sehat tanpa ada kekurangan apapun! Selamat ya Pak,Bu bayinya cantik-cantik!" Ucap dokter.


"Alhamdulillah terimakasih banyak dok." Tutur Nizam.

__ADS_1


"Iya sama-sama Pak,kalau begitu kami permisi dulu untuk membersihkan bayinya." Pamit dokter serta suster yang membantu persalinan tadi.


"Terimakasih karena kamu telah berjuang melahirkan anak kita." Nizam terharu hingga membuatnya menangis sembari mencium kening istrinya lama.


"Sudah menjadi tugasku." Jawab Aqeela sangat pelan sebab mungkin masih lemas.


Beberapa saat kemudian,dua orang perawat kembali ke ruang persalinan itu dengan masing-masing menggendong bayi Nizam dan Aqeela.


"Ini kakaknya." Ucap salah seorang suster memberikan gendongan tersebut pada Nizam.


"Terimakasih sus." Ucap Nizam.


"Dan ini adiknya." Ucap satu suster yang lain menyerahkan gendongan tersebut pada Vita.


Nizam mulai mengadzankan putri pertamanya terlebih dahulu dengan merdu kemudian dilanjut dengan putri keduanya.


"MasyaaAllah cucu Oma cantik-cantik sekali!" Puji Saskia.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk kedua putri kalian ini?" Tanya Alvin.


"Sudah Pa." Jawab Nizam.,"Kakaknya Syafa dan adiknya Syifa." Lanjutnya.


"Jadi ini Syafa!" Sapa Saskia pada cucu pertamanya yang kini tengah dalam gendongannya.


"Dan ini Syifa!" Seru Vita pada cucu keduanya yang ada dalam gendongannya.


"Mas,aku ingin minum." Ucap Aqeela.


Nizam segera mengambilkannya minum dan membantunya bangun,"Terimakasih." Ucap Aqeela.


"Iya,sekarang kamu istirahat dulu! Nanti kamu harus memberi bayi kita ASI." Titah Nizam.


"Baiklah,aku juga ingin tidur! Tubuhku masih lemas." Tutur Aqeela.


"Iya,beristirahatlah!"


Saskia dan Vita juga mencoba menidurkan cucu mereka hingga akhirnya Ibu serta kedua bayinya itu tertidur.


Mereka segera menidurkan Syifa dan Syafa ke ranjang bayi yang terpisah dengan ranjang Ibunya.



Assalamu'alaikum😊Monmaaf baru Up🙏Dedek sibuk banget tambah lagi masih kurang sehat juga😧Tugas sekarang makin banyak soalnya ngejar materi buat PAS😒Jadi otomatis harus ngurangin Up😕Semoga kalian tetap setia menunggu ya😉


Jangan lupa tinggalkan Like,komen,dan votenya ya👌Terimakasih❤❤

__ADS_1


__ADS_2