
Setelah mereka membuat video tadi,mereka terpisah ke tempat yang mereka minati masing-masing.
"Sayang,ayo kita naik perahu!" Ajak Fahrizal.
"Ayo!" Jawab Syafa antusias.
Kini mereka bisa lebih merasakan betapa indahnya pemandangan laut jika dilihat dengan jarak yang dekat.
"Sayang coba tebak,ngemil apa yang paling enak?" Tanya Fahrizal dengan tiba-tiba.
"Apa ya?" Syafa mulai berfikir,"Entahlah,aku tidak tahu jawabannya." Lanjutnya pasrah.
"Ngemilikin kamu seutuhnya dong!" Jelas Fahrizal.
"Ah kamu bisa saja!" Syafa terlihat salah tingkah.
"Karena kamu tidak bisa menjawabnya maka kamu harus dihukum!" Seru Fahrizal.
"Kok ada hukumannya?" Tukas Syafa.
"Yang kalah pasti dihukum." Fahrizal menekankannya.
"Hmm yasudahlah! Apa hukumannya?" Tanya Syafa memelas.
"Aku akan menamparmu!" Jawabnya,"Satu...Dua..." Fahrizal mulai berhitung dan Syafa sudah bersiap menutup matanya.
"Dan...Tiga!" Fahrizal mencium pipi istrinya,"Kamu terlihat ketakutan sekali! Sayang,mana mungkin aku berbuat kasar padamu!" Lanjutnya sembari memegangi pipi Syafa.
"Kamu hampir membuat jantungku copot!" Seru Syafa.
"Hahaa tapi tidak jadi copot kan? Yang ada sekarang malah dag-dig-dug serr pastinya!" Fahrizal mengejeknya.
Syafa menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya sebab apa yang dikatakan suaminya itu memang benar adanya.
"Sudah jangan malu seperti itu!" Fahrizal menyingkirkan tangan mungil istrinya yang digunakan untuk menutupi wajahnya itu.
Syafa tersenyum kemudian langsung bersembunyi di dada suaminya,Fahrizal hanya tertawa kecil melihat reaksi istrinya.
__ADS_1
Di tempat lain,
Syifa dan Ahnaf sedang menikmati makan siang di sebuah restoran mini.
Syifa hendak menyuapkan makanan yang telah ia sendoki,"Makannya jangan pakai sendok! Sunnahnya pakai tangan langsung." Ahnaf menasehati istrinya.
Akhirnya Syifa mengesampingkan sendok yang ia pegang dan kini telah menyomot makanan dengan tangannya bahkan hampir ia makan namun Ahnaf menghentikannya lagi,"Aaa! Biar aku suapi!" Titahnya.
Akhirnya Syifa lebih memilih menerima suapan langsung dari tangan suaminya dan menaruh kembali comotan makanan yang dicomot tangannya.
Syifa mengunyah sembari senyum-senyum,"Kamu kenapa?" Ahnaf keheranan.
"Tidak apa-apa." Jawabnya,"Sekarang aku yang suapi kamu ya!" Lanjut Syifa dan Ahnaf pun mengiyakannya.
*
Malam harinya semua berkumpul di ruang tengah sembari menikmati beberapa makanan khas di tempat ini.
"Maaf semuanya,aku dan istriku izin pacaran dulu!" Seru Ahnaf.
"Kalian mau kemana sudah rapi begitu malam-malam begini?" Tanya Vita.
"Hati-hati ya sayang!" Tutur Fatimah pada anak dan menantunya.
"InsyaaAllah Umi." Jawab keduanya,"Kami berangkat! Assalamu'alaikum..." Lanjutnya segera pergi.
Ahnaf dan Syifa berjalan-jalan di daerah sekitaran pantai.Sesekali mereka bercanda gurau layaknya pasangan yang sedang hangat-hangatnya.
"Habibi! Pacaran setelah menikah itu lebih indah ya! Terus lebih bebas juga karena sudah halal." Tutur Syifa.
"Iya." Jawabnya,"Habibaty,manis gula jadi hilang saat aku melihat lagi senyumanmu." Lanjut Ahnaf sembari memegangi kedua pipi istrinya.
"Aku jadi malu!" Syifa segera memeluk erat tubuh suaminya.
"Pelukannya nanti lanjut di villa,sekarang kita lanjutkan perjalanan nanti keburu kemalaman!" Ahnaf menggoda istrinya.
"Hehee iya." Syifa tersenyum lebar.
__ADS_1
Mereka terus menyusuri daerah pesisir pantai,kini mereka sedang berada di sebuah jembatan yang pertama kali saat datang ke tempat ini keluarga mereka datangi.
"Habibaty,jika di langit ada 5 bintang maka di bumi terlihat berapa bintang?" Tanya Ahnaf.
"5 bintang juga." Jawab Syifa dengan penuh keyakinan.
"Salah,jawabannya 1." Jelas Ahnaf.
"Kok bisa?" Syifa mengernyit heran.
"Karena yang aku lihat hanya ada 1 bintang yaitu kamu! Bintang hatiku." Ahnaf memperjelasnya.
"MasyaaAllah so sweet." Syifa hampir pingsan setelah mendengarnya.
"Jangan pingsan disini!" Tukas Ahnaf,"Ayo aku gendong! Kamu pasti lelah jalan terus dari tadi!" Lanjut Ahnaf dengan menepuk punggungnya.
"Ah aku malu." Syifa secara tidak langsung menolaknya.
"Tidak usah malu,kita kan sudah halal! Yang harusnya malu itu mereka yang berpacaran tanpa adanya ikatan yang halal." Tegas Ahnaf.
"Hmm baiklah." Akhirnya Syifa setuju.
Ahnaf berjongkok kemudian Syifa naik ke punggung suaminya dan mereka segera melanjutkan perjalanan untuk pulang ke villa.
.
.
.
Baper berjama'ah nggak sih readers?? Menurut kalian yang paling so sweet diantara two couple itu siapa? Syifa dan Ahnaf atau Syafa dan Fahrizal? Ayoo komen😂😂
Authot : Btw Author jadi malu sendiri karena kemarin udah pamitan sama kalian semua😆Ehh tahunya sekarang balik lagi karena ini Novel nggak jadi Tamat😂😂Demi kalian yang ku sayang aku rela menanggung malu ini😅😂
Readers : Author lebay😩
Author : Biarin😂😂
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung terus yaa😉😉Jangan lupa sabar menunggu aku Up juga😐Soalnya masih PAS😟InsyaaAllah beres PAS aku rajin Up lagi✌✌