
Dua bulan kemudian....
Waktu terus berjalan,siang berganti malam dan minggu berganti bulan.
Twins girl baru saja selesai melaksanakan UN seminggu yang lalu.Karena sekolah telah bebas khusus untuk kelas 12 maka mereka memutuskan untuk istirahat dan bersantai dulu di rumah setelah seminggu kemarin pusing-pusingan mengerjakan soal-soal UN,UAMBN,dan USBN.
"Alhamdulillah ujian kita telah selesai,semoga hasilnya memuaskan..." Ucap Syafa.
"Iya aamiin kak...Mudah-mudahan kita lulus dengan nilai tertinggi." Balas Syifa.
"Aamiin..." Jawab Syafa.
"Oh ya,kelulusan kita kapan ya?" Tanya Syifa.
"Entahlah...Palingan semingguan lagi! Setelah itu perpisahan deh." Jawab Syafa memelas.
"Hmm...Aku jadi tidak sabar ingin cepat kuliah!" Seru Syifa antusias.
"Aku juga! Tapi aku masih bingung." Perkataan Syafa berubah menjadi lirih.
"Bingung kenapa?" Tukas Syifa.
"Setelah kelulusan nanti kan kak Izal akan menikahiku,aku bingung apakah nantinya aku akan bisa mengatur waktu untuk kuliah dan berumah tangga atau tidak?" Jelas Syafa.
"Aku yakin kakak pasti bisa! Semangat terus kak!" Syifa memberikan dukungan.
"Alalaalaalaa....So sweet banget sih adikku ini!" Syafa segera memeluk Syifa dan Syifa pun membalas pelukan itu,"Aku yakin,siapapun yang akan menjadi pasanganmu dia pasti akan beruntung memilikimu." Lanjutnya.
Syifa melepaskan pelukannya,"Ah kakak bisa saja!" Tukasnya,"Kak Izal juga pastinya akan beruntung bisa memiliki istri seperti kak Syafa." Lanjutnya.
Triiiing...
Notif pesan masuk dari ponsel Syafa,ia pun segera melihatnya.
Assalamu'alaikum calon makmumku😊InsyaaAllah nanti malam aku dan orang tuaku akan datang ke rumahmu untuk melamar😊 ~ Kak Izal.
Syafa menganga setelah membaca isi pesan itu.
"Kak Syafa kenapa?" Tanya Syifa heran.
"Kak Izal..." Jawabnya.
"Kak Izal kenapa?" Syifa malah cemas dibuatnya.
"Nanti malam kak Izal dan orang tuanya akan datang kemari untuk melamarku!" Jelas Syafa.
__ADS_1
"MasyaaAllah alhamdulillah....Akhirnya setelah sebulan tidak memberi kabar,kini kak Izal mengabari kakak lagi dengan kabar yang sangat baik." Ucap Syifa ikut bahagia.
Memang,setelah mengajak Syafa jalan-jalan waktu itu,Fahrizal jadi jarang memberi kabar.Bahkan sebulan yang lalu ia sampai menghilang tanpa kabar.Tetapi Syafa selalu berusaha tetap husnudzon dan tak henti-hentinya mendo'akan yang terbaik untuk Fahrizal.
"Iya,ini pertama kalinya dia mengabariku lagi setelah menghilang." Jawabnya dengan berkaca-kaca,"Sekarang aku harus memberitahu Umi dan Abi." Lanjutnya berlalu dari kamar.
Syafa berlari menemui Aqeela dan Nizam,"Umi! Abi!" Panggilnya setengah berteriak.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak-teriak?" Sahut Aqeela.
"Lama-lama kamu ini jadi seperti Oma Saskia saja!" Sahut Nizam mengejek.
"Itu tidak penting Abi!" Bantahnya,"Yang terpenting sekarang aku ingin memberitahu Umi dan Abi bahwa nanti malam kak Izal dan orang tuanya akan datang kemari untuk melamarku!" Lanjutnya menyeloteh.
"Alhamdulillah...." Ucap Aqeela serta Nizam bersamaan.
"Oke,sekarang Umi akan memberitahu kabar baik ini pada Oma dan Opa! Umi juga akan meminta bantuan mereka untuk menyiapkan acara nanti malam." Ucap Aqeela sembari berlalu dengan sangat terburu-buru.
Syafa memeluk Nizam,"Abii..." Rengeknya,"Sebentar lagi aku akan menikah,aku akan jauh dari Abi." Lanjutnya sembari menangis.
"Kamu tidak akan jauh dari Abi jika kamu tidak menjauhi Abi." Bantah Nizam.
"Maksudnya?" Syafa tidak mengerti.
"Aku janji! Setelah menikah nanti aku akan sering menengoki Abi dan Umi kesini." Tegas Syafa.
"Iya,sudah jangan sedih lagi!" Seru Nizam.
"Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu ya Abi." Ucap Syafa dan dibalas anggukan oleh Nizam.
*
Sore harinya,seluruh keluarga besar telah berkumpul di rumah twins girl.
"Aduuhh cucu sulung Oma sebentar lagi akan menjadi istri orang!" Seru Vita sembari memeluk Syafa.
"Tak terasa ya sayang! Oma rasa baru kemarin kamu selalu main dan menginap di rumah Oma! Ehh sekarang sudah mau dilamar saja!" Kini Saskia yang memeluk Syafa.
"Kamu kapan sayang?" Tanya Vita beralih pada Syifa.
"Hehee...Belum tahu Oma." Jawab Syifa tak pasti.
"Semoga cepat menyusul ya sayang!" Saskia mencubit pipi chubby Syifa.
"Hehee iya aamiin Oma." Jawabnya.
__ADS_1
*
Malam harinya,semua persiapan sudah dilakukan dengan sederhana untuk menyambut kedatangan keluarga calon besan.
"Assalamu'alaikum..." Ucap tamu yang sedang ditunggu-tunggu kedatangannya.
"Wa'alaikumsalam..." Mereka semua langsung menyambutnya.
Kini mereka telah dipersilahkan untuk duduk.Tamu yang datang hanyalah 4 orang saja yakni Mama dan Papanya Fahrizal,Fatah dan pastinya yang akan melamar Syafa yaitu Fahrizal.
Joni sebagai Papa dari Fahrizal langsung mengutarakan maksud dan kedatangan mereka kemari tak lain untuk melamar Syafa untuk putranya.
Dan tak butuh waktu lama,Syafa langsung menerimanya.Setelah itu giliran pemasangan cincin di jari manis Syafa sebagai bukti bahwa kini Syafa telah resmi menjadi calon istrinya Fahrizal.
Karena belum mahrom,Vani sebagai Mama dari Fahrizal lah yang memasangkan cincin itu.Setelah cincin itu tersemat,Syafa langsung mencium tangan calon Mama mertuanya itu.
Kini kedua belah pihak keluarga telah memutuskan untuk acara pernikahan Syafa dan Fahrizal akan diadakan sekitar 2 mingguan lagi.
Para orang tua sibuk menikmati hidangan makan malam di meja makan sedangkan Syifa menemani Syafa mengobrol dengan Fahrizal serta Fatah.
"Setelah ini giliran kita ya Syifa! Kamu yang sabar ya! Setelah acara perpisahan nanti aku akan segera melamarmu!" Seru Fatah dengan percaya diri.
"Jangan terlalu berharap!" Syifa menjutekinya.
"Aku kira ta'aruf kita sudah selesai karena kak Izal sebulan yang lalu menghilang tanpa kabar." Tutur Syafa.
"Maafkan aku ya Syafa! Aku tidak bermaksud menghilang! Sebulan yang lalu aku sibuk dengan pekerjaan baruku! Maka dari itu aku tidak sempat mengabarimu! Tetapi percayalah,di setiap sepertiga malamku tak ada nama lain yang selalu ku sebut kecuali namamu!" Jelas Fahrizal,"Aku juga sengaja memfokuskan diri pada pekerjaanku supaya aku bisa mendapat posisi guru tetap di sekolah itu! Kamu tahukan aku ingin segera menghalalkanmu? Oleh sebab itulah aku mengurangi komunikasi kita dan aku gunakan sisa-sisa waktu luangku untuk mencari modal menghalalkanmu." Lanjutnya.
"MasyaaAllah..." Hati Syafa meleleh mendengar perkataan ini.
"Ehemmm...Hargai yang masih single disini!" Sindir Fatah.
Mereka pun tertawa mendengar sindiran yang dikemukakan oleh Fatah yang ditujukan langsung pada Syafa dan Fahrizal.
.
.
.
Beres ngerjain soal PAS langsung Otw Up😆😅
Jangan lupa like,komen,rate 5 dan Vote😍Makasiihh❤💕
__ADS_1