Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Pulang Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Sudah dua hari keluarga besar twins girl pulang dari Papua Barat ke Jakarta.


Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah pulang liburan waktu itu.


Hari ini twins girl sedang mengemas barang mereka karena mereka akan pindah ke rumah mertua mereka masing-masing.


Sebagai istri yang baik,hendaklah mereka mengikuti ke manapun suami mereka termasuk untuk tinggal di rumah orang tua suami mereka.


"Habibaty sudah semua?" Tanya Ahnaf memastikan.


"Sudah." Jawabnya sendu.


"Kamu kenapa terlihat sedih begini?" Ahnaf mengangkat dagu istrinya.


"Semuanya terasa cepat berlalu! Rasanya aku belum siap meninggalkan rumah ini! Terutama jauh dari Umi dan Abi." Jelas Syifa terdengar lirih.


"Jangan sedih,kita hanya terpisah daerah saja bukan terpisah negara!" Ahnaf mengejeknya,"InsyaaAllah kita akan sering menengoki Abi dan Umi kemari." Lanjutnya.


"Hmmm...." Jawabnya memelas.


"Tidak mungkin kan kalau kita terpisah rumah? Apa kata orang nanti? Kita sudah menikah tapi tidak tinggal seatap." Ahnaf menasehati istrinya.


"Habibi,aku minta maaf! Tidak seharusnya aku bersikap seperti anak kecil,sekarang aku telah bersuami jadi sudah seharusnya aku mengikuti kemana pun kamu pergi! Jika kamu ke barat aku harus ikut ke barat,jika kamu ke timur aku juga harus ikut ke timur! Begitulah contohnya." Ucap Syifa.


"Kamu tidak seperti anak kecil! Usia kamu memang masih 18 tahun tetapi pemikiranmu sudah sangat dewasa." Ahnaf tidak membenarkannya,"Bahkan itulah salah satu hal yang membuat aku kagum padamu saat kita belum menikah yakni sikap dewasa kamu! Benar kata orang,dewasa itu memang tidak bisa diukur oleh usia!" Lanjutnya.


Syifa memeluk suaminya,"Semoga Allah selalu menganugerahi kita kebahagiaan dan suatu saat nanti kita dapat dipersatukan hingga ke jannah-Nya." Tutur Syifa.


"Aamiin..." Ucap Ahnaf kemudian mencium kening istrinya.


Di kamar lain,

__ADS_1


"Hubby? Aku merasa tidak yakin untuk tinggal di rumah orang tuamu." Tutur Syafa.


"Mengapa kamu berbicara seperti itu?" Tukas Fahrizal.


"Aku takut." Jelas Syifa.


"Takut pada siapa? Mama itu baik,Papa juga! Kamu hanya perlu menyesuaikan diri saja! Bersikap baiklah pada mereka serta jagalah perasaan mereka dengan tidak berprilaku buruk." Fahrizal menasehati istrinya,"Anggaplah orang tuaku seperti orang tua kandungmu!" Lanjutnya.


"Hmm iya...Bismillah! InsyaaAllah aku pasti bisa!" Tekad Syafa.


"Ini baru istriku!" Fahrizal menyubit pipi istrinya.


*


Kedua pasangan itu kini hendak berpamitan pada Aqeela dan Nizam.


Twins girl sengaja pindah dengan waktu yang sama sebab kebetulan mertua mereka sudah tidak sabar menanti kehadiran mereka di rumahnya.


"Umi,Abi,kami pamit pulang ke rumah mertua kami! Do'akan kami ya Umi,Abi!" Tutur Syifa mewakili dirinya dengan Syafa.


"Aamiin Umi." Jawab keduanya.


"Fahrizal Abi titip Syafa! Ahnaf Abi titip Syifa! Tolong bahagiakan putri-putri Abi!" Pesan Nizam kepada kedua menantunya.


"InsyaaAllah Abi." Jawab keduanya.


"Setiap seminggu sekali kami akan main kemari yakni di hari minggu!" Seru Syafa,"Iyakan Syifa?" Lanjutnya memimta persetujuan.


"Iya betul kak." Syifa membenarkannya.


"Iya tidak apa-apa! Jaga diri kalian baik-baik! Jaga marwah suami serta mertu kalian ya twins!" Pesan Aqeela.

__ADS_1


"InsyaaAllah Umi." Jawab keduanya.


"Jika tidak ada kak Syifa nanti tidak ada lagi yang membelaku saat aku dimarahi! Dan jika tidak ada kak Syafa tidak ada lagi yang bertengkar denganku serta tidak ada lagi yang bisa aku jahili." Tutur Rafka lirih.


"Dasar nakal!" Syafa mengacak rambut Rafka kemudian memeluknya.


"Jangan benci aku ya kak! Aku minta maaf karena sering menjahili kak Syafa!" Tutur Rafka.


"Aku sudah memaafkanmu! Sampai kapanpun kamu adalah adikku! Jadi aku tidak mungkin membencimu senakal apapun kamu dek!" Tutur Syafa.


"Terimakasih kak,aku sayang kak Syafa!" Ucap Rafka.


Syafa melepaskan pelukannya kini giliran Syifa yang memeluknya,"Jangan nakal lagi ya! Nurut apa kata Umi dan Abi!" Tutur Syifa.


"Iya kak! Terimakasih banyak ya kak atas segala pembelaannya! Aku sangat menyayangi kak Syifa." Tutur Rafka.


"Iya." Syifa melepaskan pelukannya.


Karena jarak rumah Fahrizal lebih jauh dari rumah Ahnaf jadi ia pamit terlebih dahulu.


"Umi,Abi sudah saatnya kami pergi!" Seru Fahrizal,"Ayo sayang!" Lanjutnya mengajak Syafa.


Syafa memeluk orang tuanya bergantian,"Aku pamit! Assalamu'alaikum..." Ucapnya sembari bergantian menyalimi tangan Aqeela dan Nizam kemudian di susul Fahrizal.


"Kami duluan!" Seru Syafa pada Syifa dan Ahnaf kemudian dibalas anggukan oleh keduanya.


Syafa dan Fahrizal telah pergi menaiki mobil pribadi milik Fahrizal.Kini giliran Syifa dan Ahnaf yang pergi,mereka juga melakukan hal yang sama pada Aqeela dan Nizam sebelum berlalu pergi,mereka juga menaiki mobil pribadi milik Ahnaf.


.


.

__ADS_1


.


Selamat hari minggu😍Jangan lupakan Like,Komen,Rate 5 serta VOTE😍😍Terimakasiihh☺☺


__ADS_2