Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Dilarang Pacaran


__ADS_3

12 tahun kemudian....


Tahun ke tahun terus berganti dengan sendirinya...


Tak terasa usia Rafka sudah genap 12 tahun jalan sedangkan twins Syafa dan Syifa kini telah berusia 17 tahun jalan.


-Rafka Aditya Kautsar now.



Perbandingan usia twins girl dan adik mereka terpaut 5 tahun saja.Saat usia twins genap 5 tahun,baby Rafka lahir.


-Syafa Khairunnisa & Syifa Khairunnisa now.Syafa baju hitam sedangkan Syifa baju merah muda (Jelas tembeman Syifa😆).



Kini twins girl baru saja menginjak kelas 12 MA.Nizam sengaja memasukkan twins girl ke MA (Madrasah Aliyah) bukan ke SMA,SMK atau SMU sebab Nizam ingin twins girl lebih memperdalam ilmu agama dengan masuk jenjang MA.


Rafka baru saja menginjak jenjang MTs (Madrasah Tsanawiyah) alasannya sama seperti kakak kembarnya.


Hari ini hari minggu,twins girl sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas di private room yang 13 tahun lalu saat umur mereka 4 tahun ruangan ini adalah school at home bagi mereka yang digurui langsung oleh Umi mereka.


Berhubung sekarang mereka sudah remaja,ruangan tersebut mereka ubah dari nuansa yang bertema keanak-anakan seperti banyaknya balon dan hiasan yang menempel di dinding mereka hilangan menjadi nuansa yang lebih kalem ala-ala ABG dan tentunya cocok dijadikan Private Study Room.



Karena gemblengan ilmu agama dari Nizam,semua anak-anaknya tumbuh menjadi pemuda pemudi yang shalih shalihah yang taat pada aturan agama serta menjadi muslim muslimah yang mandiri.


*


At Private Study Room twins girl terlihat sibuk pada buku mereka masing-masing.


Tiba-tiba muncul ide di otak Rafka untuk menjahili kedua kakaknya.


Rafka masuk ke ruang itu dengan membawa segelas jus.


"Kak mau jus tidak?" Rafka menawarkannya.


"Wah mau dong!" Sahut Syafa.


"Benar-benar adik yang pengertian!" Puji Syifa.


"Ini!" Rafka asal menaruhnya hingga jus tersebut tumpah ke buku Syafa dan Syifa.


"Rafka!" Teriak twins girl bersamaan.


Rafka segera kabur setelah melakukan aksi jahilnya.


"Umi! Abi! Rafka nakal!" Teriak twins melapor.


"Ada apa teriak-teriak?" Sahut Aqeela serta Nizam.


"Rafka menumpahkan jus ke buku tugas kami!" Jelas Syifa.


"Ya Allah....Rafka! Umi akan memarahinya!" Tukas Aqeela segera mencari keberadaan Rafka.


"Kalian keringkan saja sebentar pasti nanti bagus kembali!" Titah Nizam.


"Tidak bisa Abi! Ini jus! Jadi warnanya tidak akan hilang di kertas ini! Kami harus mengulangnya lagi!" Bantah Syafa.


"Sudahlah kak,lebih baik kita buat saja yang baru!" Seru Syifa pasrah.


"Hmm sepertinya memang harus begitu!" Sahut Syafa.


"Yang sabar ya!" Nizam menyemangatinya.


Twins mengeringkan terlebih dahulu meja belajar mereka yang basah kemudian mulai menyalin separuh tugas yang mereka kerjakan dari kertas basah ke kertas kering.


Di ruangan lain,"Rafka! Jangan jahili kakak-kakakmu sayang! Mereka sedang belajar!" Aqeela menasehatinya.


"Hehee....Aku tidak sengaja Umi." Bantahnya mencari alasan.


"Umi tidak mau tahu! Pokoknya hal ini tidak boleh terulang lagi!" Tegas Aqeela.

__ADS_1


"Siap Umi." Jawabnya dengan memberi hormat.


1 jam kemudian,twins girl selesai mengerjakan tugas.


"Selesai!" Ucap keduanya sembari saling bertatapan.


"Syifa!" Panggil Syafa pada adiknya yang sedang membereskan buku-buku bekas belajarnya.


"Iya kak?" Sahutnya.


"Aku ada ide!" Seru Syafa penuh makna.


"Ide apa?" Syifa belum mengerti.


"Ide untuk membalas kejahilan Rafka!" Jelasnya.


"Kakak mau membalasnya?" Tukas Syifa.


"Tentu saja!" Jawabnya,"Sudah! Kamu ikuti saja permainannya! Sekarang kita ke dapur untuk membantu Umi memasak!" Titahnya.


"Baiklah." Syifa menyetujuinya.


Kini mereka telah berada di dapur.


"Umi sedang memasak apa?" Tanya Syifa.


"Eh shalihah-shalihah Umi!" Sapanya,"Kalian sudah selesai mengerjakan tugas? Ini Umi sedang memasak air dulu!" Lanjutnya.


"Sudah! Biar kami yang lanjutkannya sekalian membuat sarapan!" Jawab Syifa penuh keyakinan.


"Emhh baiklah." Jawab Aqeela sembari berlalu dari dapur.


Hal ini memang sudah biasa twins girl lakukan disaat weekend.


Twins girl dengan lihainya memasak untuk sarapan.


"Syifa kamu buat jus jeruk dan teh! Aku akan membuat susu." Titah Syafa.


"Siap kak!" Jawabnya.


"Ini khusus untuk adik tercinta kita." Syafa menyeringai.


Mereka telah siap membuat sarapan,kini mereka mengidangkannya ke meja makan.


"Morning! Surprise!!" Sapa Saskia dengan antusias.


Tiba-tiba Saskia,Fami,Vita serta Alvin datang ke rumah mereka.


"Oma! Opa!" Twins girl menyalimi Oma dan Opa mereka bergantian.


Disusul Aqeela,Nizam,dan Rafka yang menyaliminya.


"Kebetulan kalian datang! Ayo kita sarapan!" Ajak Aqeela.


Mereka dengan antusias mengiyakannya,"Dek Rafka! Ini segelas susu khusus untuk adikku tersayang!" Seru Syafa.


"Wah terimakasih kak." Jawabnya tanpa fikir panjang.


Mereka menikmati sarapan dengan khidmat,"Masakannya enak sekali!" Puji Fami.


"Ini semua twins girl yang membuatnya!" Sahut Aqeela.


"Wahh ternyata cucu-cucu Oma pandai sekali memasak ya!" Puji Saskia kagum,"Siapa yang mengajari kalian?" Lanjutnya.


"Oma Vita." Jawab keduanya antusias.


Vita yang merasa terpanggil langsung menyahutinya dengan senyuman.


Syafa sibuk memperhatikan Rafka yang kini hendak meminum susu buatannya.


"Uhuk...Uhuk..." Rafka terbatuk-batuk setelah meminum susu itu.


"Rafka,makannya pelan-pelan!" Seru Aqeela.

__ADS_1


"Susu ini rasanya asin Umi!" Tukas Rafka sembari mengelap mulutnya dengan tisue.


"Hahaa...." Syafa memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa yang berlebihan.


"Kak Syafa!" Tukas Rafka.


"Kamu mengerjainya?" Tanya Aqeela.


"Habis dia duluan yang mengerjai kami!" Tukas Syafa.


"Kalian jangan saling menjahili begitu!" Nizam menasehatinya.


"Maaf Abi,aku janji tidak akan melakukannya lagi jika Rafka tak memulainya!" Tegas Syafa.


"Rafka dengar itu!" Tegur Aqeela.


"Iya Umi." Jawabnya memelas.


Seusai sarapan mereka berkumpul di ruang tamu.


"Eh ngomong-ngomong,twins girl sudah punya pacar belum?" Tanya Saskia memecahkan kesunyian.


"Belum." Jawab keduanya.


"Ah masa?" Goda Alvin.


"Iya benar Oma,Opa!" Tegas Syafa.


"Lagi pula kalian tidak boleh pacaran!" Tegas Nizam.


"Apa salahnya? Asal tahu batas saja!" Tukas Saskia.


"Kalau begitu kita lakukan pemungutan suara saja!" Alvin menyarankannya.


"Yang pernah pacaran angkat tangan?" Titah Rafka tiba-tiba.


Dengan segera Alvin dan Saskia angkat tangan sedangkan sisanya Nizam,Fami,Vita dan Aqeela berarti tidak pernah pacaran.


"Skor 2-4! Berarti kak Syafa dan kak Syifa tidak boleh pacaran!" Rafka berkata seolah dirinya ini seorang hakim.


"Ish! Mengapa aku harus sama denganmu sih?!" Gerutu Saskia.


"Siapa juga yang mau sama denganmu!" Bantah Alvin.


"Pokoknya Abi melarang keras anak-anak Abi untuk pacaran sebab pacaran dapat mendatangkan zina! Dan zina itu termasuk dosa kecil yang dapat menjadi dosa besar!" Tegas Nizam,"Allah berfirman dalal Q.S Al-Isra' ayat 32 yang bunyinya seperti ini." Lanjutnya menerangkan.


" ولا تقربو ااالزنا انه كان فاحشة وساءسبيلا "


"Dan janganlah kamu mendekati zina,(zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. Al-Isra' : 32).


"Maka dari itu jauhilah zina sekecil apapun zina itu! Zina itu bukan hanya melakukan hubungan bebas! Zina itu banyak macamnya! Ada zina penglihatan,zina pendengaran,zina hati,zina fikiran dan masih banyak lagi." Nizam memperjelasnya.


"Hmm....Aku hanya pernah berpacaran sekali!" Seru Alvin.


"Kok sama lagi sih?" Tukas Saskia kesal.


"Sudah-sudah! Pokoknya jangan pacaran karena pacaran itu dilarang agama! Jika Allah sudah menunjukkan jalan yang baik kenapa kita malah memilih jalan yang buruk?" Tegas Nizam,"Untuk twins girl jika ada lelaki yang benar-benar berniat serius pada kalian dan mengerti agama,maka lelaki itu akan langsung menghalalkan kalian tanpa menjerumuskan kalian ke jalur pacaran!" Lanjutnya menasehati twins girl.


"Siap Abi." Jawab keduanya.


"Dan untuk Rafka,suatu hari nanti jika kamu tertarik pada seseorang dan kamu yakin dia adalah wanita yang shalihah dan terbaik untuk urusan dunia dan akhiratmu maka segeralah halalkan dia!" Nizam beralih pada putra bungsunya.


"Beres Abi!" Jawabnya santai.


Mereka memetik hikmah dari setiap perbedaan pendapat mereka.Namun dengan adanya diskusi ini mereka justru jadi lebih bisa berhati-hati lagi dalam memutuskan sesuatu terutama memutuskan untuk tidak berpacaran karena pacaran dapat mendatangkan zina.


.


.


.


Assalamu'alaikum para readers yang Dedek sayangi😍Nungguin Up ya? Maaf telat🙏Tadi sekolah😊Mulai sekarang harus ngurangin Up deh kayanya😧Tugas banyak buat persiapan PAS (Penilaian Akhir Semester).Semoga kalian dapat mengerti dengan kondisi Dedek🙏😊

__ADS_1


Episodnya sengaja Dedek panjangin karena gak tau bisa Up lagi atau nggak😥Diusahakan setiap hari Up 1 episod saja tetapi jumlah katanya jadi 1300 an yaa😍Dedek harap kalian tetap setia menunggu☺Terimakasih atas segala dukungannya💕Jazakallahu khairan katsiran untuk para readers semua😊Aamiin😊😊


__ADS_2