Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2

Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2
Kekasih Halal


__ADS_3

Keesokan harinya,karena Syifa bangun lebih awal dari yang lain tepatnya setelah shalat shubuh ia segera ke dapur untuk menyiapkan sarapan karena kini itu sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri.


Ia sibuk sendiri di dapur karena yang lain sepertinya belum bangun mungkin karena kelelahan akibat acara pernikahan kemarin.


Ahnaf baru saja pulang dari mesjid,"Assalamu'alaikum...." Ucap Ahnaf sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Wa'alaikumsalam...Habibi ini mengagetkan saja!" Jawab Syifa.


"Hehee...Masih pagi buta sudah rajin sekali." Pujinya.


"Harus! Kan sekarang aku sudah memiliki suami." Tutur Syifa.


"Aku memang tidak salah memilih istri! Terimakasih ya Allah Engkau telah menjodohkanku dengan wanita yang kini telah halal menjadi istriku." Ucap Ahnaf sangat bersyukur.


Syifa mendadak blushh,"Eh iya,aku boleh minta tolong tidak?" Tanya Syifa.


"Boleh." Jawabnya cepat,"Minta tolong apa?" Lanjutnya.


"Tolong lanjutkan mengaduk nasi goreng ini supaya bumbunya merata." Jelas Syifa,"Aku akan membangunkan semua orang yang ada di rumah ini." Lanjutnya.


"Emhh...Baiklah." Ahnaf setuju.


"Yasudah." Ucap Syifa.


"Iya sana." Titah Ahnaf.


"Bagaimana aku mau pergi jika masih ditahan begini." Ejek Syifa karena Ahnaf belum melepaskan pelukannya.


"Hehee maaf Habibaty...Ana lupa." Ahnaf terkekeh kemudian melepaskan pelukannya.


Syifa memulainya dengan mengetuk pintu kamar yang ditempati Syafa terlebih dahulu,"Kak? Kak Syafa sudah bangun belum?" Tanya Syifa memastikan.


"Sudah! Ini aku mau shalat." Sahutnya.


Syifa pun berlalu ke kamar selanjutnya yakni ke kamar Alvin dan Vita,saat ia hendak mengetuk pintu kamar itu,disaat yang bersamaan pula Alvin keluar,"Eh! Pengantin baru mau apa kesini?" Tanyanya.


"Tadinya aku mau membangunkan Oma dan Opa,berhubung Opa sudah ada disini jadinya tidak jadi." Tutur Syifa sembari berlalu.


Selanjutnya ia ke kamar Saskia dan Fami,"Oma,Opa,sudah bangun belum?" Tanya Syifa di balik pintu.


"Ini kami baru bangun! Siapa disana?" Sahut Saskia.


"Ini Syifa." Jawab Syifa kemudian berlalu.


Kini Syifa berada di depan pintu kamar yang ditempati mertuanya,ia bingung harus berkata apa,tiba-tiba pintu terbuka,"Eh menantu Umi! Ada apa kesini?" Sapa Fatimah.


"Maaf Umi,aku kira Umi dan Abi belum bangun jadi aku berniat membangunkan Umi." Jelas Syifa.


"Oh itu...Umi dan Abi sudah bangun sejak adzan shubuh tadi,tetapi sepertinya Abi belum pulang dari mesjid." Tutur Fatimah.


"Oh begitu ya Umi,kalau begitu aku permisi membangunkan yang lain." Ucap Syifa sopan dan dibalas anggukan oleh Fatimah.


Kamar selanjutnya yakni kamar Aqeela dan Nizam,Syifa hendak mengetuk pintu namun karena terdengar suatu obrolan ia pun mengurungkan niatnya.


"Syifa dan Ahnaf yang menikah malah kita yang malam pengantinan!" Gerutu Aqeela.


"Memangnya kenapa? Tidak masalah kan?" Tukas Nizam.

__ADS_1


"Iya tidak! Tapi lihat hari ini kita jadi terlambat shalat shubuh!" Seru Aqeela.


"Hanya terlambat 15 menit setelah adzan." Nizam tidak mau kalah.


Syifa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tertawa kecil mendengar pembicaraan Umi dan Abinya.


Ia pun segera berlalu ke sasaran terakhir yakni kamar adik bungsunya.


Tok...Tok...!!


"Rafka ayo bangun!" Seru Syifa.


"Iya nanti kak." Sahutnya.


"Ayo cepat! Kalau tidak kakak akan mengambil ember yang berisi air panas kemudian menyiramkannya pada wajahmu!" Syifa mengancamnya.


Rafka refleks langsung bangun dan membuka pintu kamar,"Aku kira kak Syafa! Eh ternyata kakak pengantin." Ejeknya.


"Sudah sana shalat!" Titah Syifa.


"Siap." Rafka memberikan hormat pada Syifa.


Setelah usai membangunkan semua orang rumah,Syifa kembali ke dapur dan ternyata di dapur ada Umi mertuanya.


"Ya Allah...Umi jangan! Biar Syifa saja!" Syifa menghentikannya.


"Tidak apa-apa sayang! Lagipula ini hanya tinggal menghidangkan saja." Bantah Fatimah,"Oh ya,ini semua kamu yang masak?" Lanjutnya.


"Hehe iya Umi." Jawab Syifa.


"Ahnaf,kamu memang tidak salah memilih istri." Puji Fatimah.


*


Matahari sudah menampakkan sinarnya,semua orang kini tengah berkumpul di meja makan untuk sarapan.


"Aku jadi malu,tadi shubuh pengantin baru yang membangunkanku! Entah kenapa mendadak saat adzan shubuh aku tidak mengingatnya." Seru Saskia.


"Hari ini semua orang dibangunkan Syifa." Timpal Alvin.


Mereka pun tertawa mengingat kejadian tadi shubuh.


***


Hari terus berganti,tak terasa satu minggu sudah usia pernikahan Syifa dan Ahnaf.


Dan pada hari ini Syafa akan melangsungkan pernikahannya dengan Fahrizal.


Acaranya tidak jauh berbeda dari pernikahan Syifa seminggu yang lalu.


Kini sudah saatnya acara Ijab Qabul,Fahrizal terlihat sudah sangat siap mengucapkan Ijab Qabul tersebut.


"SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU FAHRIZAL ANDREAN BIN JONI DENGAN ANAK KANDUNG SAYA SYAFA KHAIRUNNISA BINTI NIZAM QAUTSAR DENGAN MAHAR SEPERANGKAT ALAT SHALAT,SEPERANGKAT PERHIASAN EMAS DAN UANG SEBESAR 10 JUTA TUNAI." Ucap Nizam dengan memegang tangan Fahrizal.



"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA SYAFA KHAIRUNNISA BINTI NIZAM QAUTSAR DENGAN MAHAR TERSEBUT TUNAI." Ucap Fahrizal dengan lancar.

__ADS_1


"SAH!!!" Riuh para saski dan tamu undangan.


"Alhamdulillahi rabbil 'alamin...Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fikhair...Aamiin..." Mereka mengaminkan do'a yang dibacakan penghulu.


"Selamat kalian telah sah menjadi pasangan suami istri." Ucap penghulu.


"Terimakasih Pak." Ucap keduanya.


Syafa menyalimi tangan Fahrizal dan Fahrizal mencium kening Syafa.


Setelah penandatanganan surat nikah keduanya menunjukkan surat nikah pada para tamu undangan dan para tamu undangan memberi tepuk tangan yang meriah.


Setelah itu setiap tamu undangan bergantian menyalami,memberi ucapan selamat dan do'a pada kedua pengantin baru itu.


Setelah dirasa para tamu sudah berkurang,kedua keluarga besar mengadakan sesi foto bersama dengan pengantin baru.


Acara selesai tepat pada pukul 12.30 semua tamu undangan membubarkan diri dari tempat ini dan kembali pulang ke rumah masing-masing.


*


Sore harinya semua anggota keluarga berkumpul di ruang tamu.


"Alhandulillah twins girl kini telah memiliki kekasih halal." Ucap Nizam sangat lega.


"Iya alhamdulillah..." Sahut semua yang mendengarnya.


"Sebagai orang tua,bagaimana jika kita mensponsori honeymoon kedua pasang pengantin baru ini?" Alvin menyarankan.


"Ide bagus." Sahut Fami.


"Saya setuju." Sahut Ismail.


"Boleh juga." Sahut Joni.


"Tapi kita adakan big honeymoon." Jelas Alvin.


"Makasudnya bagaimana?" Tanya Nizam.


"Jadi yang honeymoon bukan hanya Syafa dan Fahrizal serta Syifa dan Ahnaf saja! Tetapi kita juga ikut serta!" Tegas Alvin.


"Waah...Itumah bukan honeymoon atuh tapi holiday big family!" Vita membuka suara.


"Bisa dibilang begitu untuk kita para orang tua! Tapi untuk para pengantin baru ini tetap honeymoon!" Jelas Alvin,"Kita sebagai orang tua juga butuh liburan jangan hanya kaum muda saja!" Lanjutnya menegaskan.


"Setuju." Mereka bersorak gembira.


"Dua hari lagi kita on the way!" Seru Alvin pasti.


"Baiklah." Jawab mereka semua antusias.


Mereka terus membahas tentang liburan yang akan dilangsungkan dua hari lagi mengenai segala hal terutama tempat yang akan dituju mereka juga mendiskusikannya.


.


.


.

__ADS_1


Haduuuuh...Haduuuh...Baper pisan inimahh😍😍


Cuma mau bilang jangan lupa tekan Like,tulis komen dan berikan votenya😊Makasiihhh❤😚


__ADS_2